MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 07 September 2019 17:36
Bantu Rahmadi
BANTUAN: Penulis bersama Rahmadi di kantor Baznas Berau, sebelum diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

PROKAL.CO,

RAHMADI, warga Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung, saat ini masih berada di Jakarta. Awalnya hanya untuk memeriksa kesehatan terkait kondisi badannya. Namun, dalam perjalanan, dokter yang menangani menemukan tumor pada bagian kepalanya.

Pertama kali mendapat informasi penyakit yang diderita Rahmadi, bagi saya itu sangat mengejutkan. Saya pikir, ketika teman-teman di Baznas memutuskan untuk memeriksakan kesehatan Rahmadi, itu hanya pada kondisi tubuhnya yang tidak normal. Tinggi badannya mencapai 2,2 meter.

Saat pertama kali jumpa di rumahnya, di kampung Perengat, ia hanya mengeluh pada  kaki dan tulang pinggang. Karena badannya yang tinggi itu, Rahmadi sangat sulit bergerak. Apalagi mau membantu orangtuanya berkebun.

Karena kondisi ekonomi, jangankan ke rumah sakit, ke Puskesmas pun keluarganya tak mampu. Informasi terkait kondisi tubuh Rahmadi pun menyebar ke seantero kota. Penggiat media sosial juga memberikan dukungan moral. Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turun tangan. Memberikan bantuan pada keluarga Rahmadi. Juga membawa Rahmadi ke Jakarta.

Saya dan semua orang merasa senang. Di saat Rahmadi diboyong ke Jakarta, harapannya bisa melewati apa yang dikeluhkan selama ini. Rahmadi bisa lebih leluasa bergerak. Bisa membantu orangtuanya berkebun.

Betapa mengejutkannya, teman-teman Baznas menginformasikan hasil pemeriksaan dokter. Ditemukan tumor di bagian kepalanya. Dampaknya akan fatal bagi Rahmadi. Salah satu matanya akan mengalami buta permanen.

Proses operasi mengangkat tumor di kepala Rahmadi sudah selesai. Tapi dia masih harus menjalani pengobatan lanjutan karena ketidakseimbangan hormon. Kata teman-teman Baznas yang setia mendampingi Rahmadi, biaya penyuntikan hormon dibutuhkan sekitar Rp 9 juta hingga Rp 10 juta per bulannya. Dan harus dijalani selama 3 bulan. Juga biaya lainnya selama di Jakarta.

Saya membayangkan, betapa gelisahnya orangtua Rahmadi. Memang dibantu Baznas selama di Jakarta. Tapi biaya lainnya juga masih diperlukan. Rahmadi masih harus terbaring di rumah sakit hingga 5 bulan ke depan.

Kemarin, Jumat (6/9) saya membuka Instagram Baznas Berau. Ada wajah Rahmadi yang  nampak lebih segar, duduk di ranjang rumah sakit. Berbaju biru, dengan infus yang masih melekat di tangan kanannya.

Karena belum sembuh dengan baik, Rahmadi belum bisa tersenyum.  Wajahnya, sama ketika pertama kali jumpa di rumahnya yang kecil. Belum bisa bersuara keras menyampaikan terima kasihnya pada Baznas dan warga Berau yang memberikan bantuan padanya.

Ia masih harus menjalani hari-harinya di atas tempat tidur. Menunggu observasi para dokter yang menangani dengan penuh perhatian. 

Dari semua bersaudara, sejak menjalani sunat, Rahmadi mengalami perubahan badan yang tidak normal. Badannya terus bertambah tinggi. Terakhir tingginya mencapai 2,2 meter.

Teman-teman Baznas berharap ada dukungan dari warga di daerah atau di mana saja. Dukungan bagi kesembuhan Rahmadi. Bantuan bisa disalurkan melalui Dompet Baznas Peduli (DBP).

Warga yang ingin menyalurkan bantuannya bisa melalui rekening Dompet Baznas Peduli. Di nomor rekening 0061568476 (Bank Kaltimtara), atau 053 463 9824 (Bank BNI) dan 021 301 00098 2306 (Bank BRI). Nomor rekening tersebut atas nama Baznas Kabupaten Berau. (*/har) 


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 15:45

Corona Konro

HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat…

Senin, 17 Februari 2020 11:30

Rawan Listrik

KABAR gembira. Pak Makmur yang pernah memimpin Berau dua periode…

Sabtu, 15 Februari 2020 16:40

Segah 119 Tahun Silam

SEPERTI apa suasana Sungai Segah dan Gunung Tabur 119 tahun…

Jumat, 14 Februari 2020 15:48

Paris Van Berau

SEJAK  kapan operasional tambang batu bara di Teluk Bayur dimulai?…

Kamis, 13 Februari 2020 15:11

Sungai Ketujuh

PERNAH berkunjung ke pasar terapung Sungai Martapura Lok Baintan? Konvoi…

Rabu, 12 Februari 2020 08:29

ODT Merasa

ODT itu apa Pak Daeng? Pak Yafet Tingai, Kepala Kampung…

Selasa, 11 Februari 2020 13:33

Kampus Hercules

LUASNYA 1,5 hektare. Lokasinya di tengah sungai. Di tengah arus…

Senin, 10 Februari 2020 15:00

Napas Level 3

JADI, kita harus mendaki gunung itu? Tak ada sejarah dalam…

Minggu, 09 Februari 2020 15:24

Menguak Akar LGBT dari Sudut Pandang Hipnoterapis

MUNCULNYA kasus Reynhard Sinaga benar-benar menjadi tamparan keras bagi bangsa…

Sabtu, 08 Februari 2020 13:20

Karena Kopi

SOAL tempat tak jadi masalah. Di manapun boleh. Tempat tertutup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers