MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 08 September 2019 17:21
Pelaku Cabul Pantas Dikebiri

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB ­- Banyaknya kasus pencabulan yang ditangani Polres Berau dalam beberapa bulan terakhir,  disebut Sekretaris Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau Noor Indah, sebagai sebuah ancaman bagi generasi muda di Bumi Batiwakkal. Pasalnya, kebanyakan aksi pencabulan justru dilakukan orang-orang dekat atau yang berada di sekitar korban.

Dijelaskannya, untuk memberikan hukuman setimpal kepada pelaku cabul, pemerintah sebenarnya telah menetapkan Undang-Undang Nomor 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1/2016, tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23/23 tentang Perlindungan Anak. Penetapan aturan tersebut untuk memberi efek jera kepada pelaku kejahatan seksual anak melalui hukuman tambahan, guna mencegah kasus serupa terulang lagi. Sebab, dalam undang-undang tersebut tidak hanya memberikan sanksi pidana pokok berupa hukuman penjara dan denda kepada pelaku. “Tapi juga ada pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku ke publik, hingga tindakan kebiri kimia yang disertai dengan rehabilitasi,” katanya kepada Berau Post, baru-baru ini.

Hukuman tambahan tersebut diberikan agar masyarakat mengetahui bila pelaku kejahatan seksual kepada anak, akan diberikan sanksi yang sangat berat.

"Pengadilan Negeri Mojokerto adalah pengadilan yang pertama kali mengeluarkan keputusan penjatuhan hukuman tambahan. Saya mengapresiasi itu," kata Noor.

Pihaknya sendiri sangat mendukung pemberian tambahan hukuman kebiri tersebut. Sebab, dalam penanganan kasus pencabulan yang dilakukan pihaknya, banyak korban yang berusia pelajar, mengalami trauma berat dan sulit melupakan kejadian keji yang dialaminya.

“Jadi jangan dilihat pelaku yang dikebiri saja, tetapi lihatlah anak yang mengalami trauma berat itu. Apa dampaknya kepada anak yang menjadi korban, apa yang dirasakan orangtua korban, itu juga yang harus diperhatikan,” jelasnya. (*/plp/udi)


BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 14:23

Maling Satroni Perumahan Guru

SEGAH – Penghuni perumahan guru SD 001 Tepian Buah, Kecamatan…

Senin, 24 Februari 2020 14:21

Musda Dibatalkan, Tiga Kubu KNPI Bersatu

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda…

Senin, 24 Februari 2020 14:20

Tarik Investasi melalui Pengelolaan Mangrove

TANJUNG REDEB – Potensi investasi, tak melulu dilakukan dengan mengeruk…

Senin, 24 Februari 2020 14:19

Akbar Tandjung Beri Isyarat

TANJUNG REDEB – Isu diskresi mewarnai rencana pelaksanaan musyawarah daerah…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:21

Pemanfaatan Dermaga Batu-Batu Belum Maksimal

GUNUNG TABUR - Pembangunan Dermaga di Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:19

Amankan Burung Enggang dari Warga

TELUK BAYUR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:18

Kepala Mes Berau Didemo Mahasiswa

TANJUNG REDEB - Puluhan penghuni Asrama Putra 1 Berau di…

Jumat, 21 Februari 2020 15:30

Prioritaskan Jalan Usaha Tani dan Air Bersih

SAMBALIUNG – Peningkatan jalan usaha tani hingga keberadaan air bersih…

Jumat, 21 Februari 2020 15:26

10 Tahun Tunggu Air Bersih

GUNUNG TABUR – Sebagian Warga Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung…

Kamis, 20 Februari 2020 06:10

Promosikan Ekowisata Mangrove Teluk Semanting

TANJUNG REDEB – Kedatangan Wakil Duta Besar (Dubes) Jerman, Hendrik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers