MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 10 September 2019 15:42
Terdakwa dan Jaksa Saling Tunggu

Tanggapi Vonis Hakim, Perkara Penganiayaan yang Dilakukan Oknum PNS

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Vonis 7 bulan pidana penjara kepada oknum pegawai negeri sipil (PNS) Wiwik Dwi Karyanto, belum dinyatakan inkrah. Sebab, sejak majelis hakim mengetuk palu pada Selasa (3/9), pekan lalu, baik jaksa penuntut umum (JPU) maupun terdakwa penganiayaan anak tersebut, belum menyatakan sikap apakah menerima putusan tersebut, atau menempuh jalur banding. 

Penasihat Hukum terdakwa Natalis Wada yang dihubungi Berau Post kemarin (9/9), mengaku menunggu sikap JPU terkait vonis 7 bulan penjara yang dijatuhkan kepada kliennya. “Kami belum ada menerima kabar ataupun laporan soal sikap jaksa,” katanya. 

Dikatakan, pada dasarnya terdakwa telah menerima hukuman pidana penjara dari majelis hakim. Namun, jika akhirnya JPU memutuskan banding, pihaknya juga mengajukan kontra banding. “Sesuai mekanismenya, terdakwa juga berhak ajukan kontra memori banding,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, Andie Wicaksono, mengakui jika pihaknya belum menentukan sikap atas perkara tersebut. Pasalnya, pihaknya juga menunggu pernyataan sikap dari terdakwa. Jika terdakwa tidak menyatakan banding, JPU juga mengambil sikap yang sama. “Putusnya memang masih di atas setengah dari tuntutan ya. Tapi jika (terdakwa) banding, kita akan dikasih surat. Tetapi sampai sekarang belum ada kami terima,” terang Andie.  

Andie menerangkan, sebelum tujuh hari setelah vonis majelis hakim, belum bisa dipastikan sebuah perkara berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Namun jika lewat dari masa tersebut, baru bisa dikatakan inkrah. “Hari ini (kemarin, red) terakhir. Sebelum tujuh hari belum bisa dinyatakan inkrah,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya. 

Diketahui, Wiwik divonis hukuman pidana penjara 7 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Selasa (3/9) lalu. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni satu tahun penjara. 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 11 Agustus 2020 19:54

Jalan Menuju Pesisir Jadi Prioritas

TANJUNG REDEB – Kondisijalan poros menuju pesisir selatan Berau jadi…

Selasa, 11 Agustus 2020 19:53

Polisi Sita 2,6 Ton BBM

TANJUNG REDEB - Petugas Polisi Sektor (Polsek) Kelay, mengamankan seorang…

Selasa, 11 Agustus 2020 19:52

Khawatir Ada Kalster Baru

TANJUNG REDEB - Wacana pembukaan kembali sekolah di tengah pandemi…

Senin, 10 Agustus 2020 19:46

Minta Uang, Seorang Pria Dipukuli

TANJUNG REDEB - Seorang pria berinisial MA (31) dipukuli dua…

Senin, 10 Agustus 2020 19:44

Manusia Perahu Kembali Masuk Berau

TANJUNG REDEB - Keberadaan ‘manusia perahu’ di perairan Berau, hingga…

Senin, 10 Agustus 2020 19:43

BKPP Tetap Usulkan Formasi CPNS

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:50

RSUD Batalkan Pengadaan Alat PCR

TANJUNG REDEB - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:49

Pasien Sembuh Bertambah Tiga Orang

TANJUNG REDEB – Jumlah pasien Covid-19 yang selesai isolasi atau…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:48

Pedagang Belum Disiplin, Protokol Kesehatan Diabaikan

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau telah memberi kelonggaran kepada…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:47

Angkut Sembako dan Elpiji, KM Marsyanda Meledak

TANJUNG REDEB – Satu unit kapal motor meledak di dermaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers