MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 11 September 2019 19:02
Harga Lada Masih Anjlok

Disbun Sebut Imbas Pasar Dunia

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Harga komoditi lada di Kabupaten Berau dua tahun terakhir mengalami penurunan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dan keluhan petani lada di Berau.

Menurut Kepala Bidang Produksi, Dinas Perkebunan Berau, Iwan, anjloknya harga lada ini imbas dari pasar dunia. Dalam hal ini, Vietnam disebut-sebut sebagai negara yang mengontrol harga lada kelas dunia.

Hasil pantauan harga jual lada per September 2019 yang dilakukan Dinas Perkebunan, berkisar Rp 48.000 per kilogram.

Dikatakan Iwan, beberapa tahun terakhir ini, produksi lada Vietnam memang cukup besar. Dan menjualnya ke seluruh dunia dengan harga yang cukup murah. Karena itu, mau tidak mau petani lada di Indonesia pada umumnya, Berau khususnya harus mengikuti.

"Soalnya kita menjual produk yang sama. Kalau kita paksakan menjual di atas harga yang sudah mereka patok, jelas kita kalah dan sudah pasti tidak ada yang mau beli," jelas Iwan, Selasa (10/9).

Menurutnya, penurunan harga lada ini masalahnya bukan pada kualitas. “Kalau kualitas, lada hasil petani kita cukup bagus kok," ujarnya.

Sekretaris Disbun, Amran, membenarkan jika kualitas produk lada petani di Berau sudah cukup bagus. Hanya saja, adanya persaingan seperti saat ini, petani kembali diminta untuk meningkatkan kualitas lada. Berikut dengan besaran produksi dan pengolahan lada pasca-panen. Melalui upaya tersebut, diharapkan hasil produksi jauh lebih baik. Entah dari besaran produksinya ataupun kualitas lada.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Berau, pada 2019 perkebunan lada di Berau terdata seluas 2.543 hektare dengan jumlah produksi mencapai 942.701 kilogram. Sementara jumlah petani lada sampai saat ini sebanyak 2.618 orang.

Terkait pasar, diakui Amran hingga kini pemasaran lada dilakukan secara mandiri oleh petani. Sehingga harga lada hanya mengikuti hukum pasar.

“Harga lada ditentukan oleh pasar. Kami tidak bisa menentukan dalam lingkungan kabupaten. Karena ini pasar bebas. Tidak ada penekanan maupun intervensi dan ini masalah pasar dan kualitas,” tuturnya.

Menurutnya, jika harga turun, pemerintah tidak berhenti melakukan pengembangan. Harga yang fluktuatif ujarnya wajar. Dia berharap, produksi lada Berau mampu menembus persaingan pasar dengan jumlah lebih banyak. (*/plp/har)

 


BACA JUGA

Rabu, 11 September 2019 19:02

Harga Lada Masih Anjlok

TANJUNG REDEB – Harga komoditi lada di Kabupaten Berau dua…

Selasa, 10 September 2019 15:56

Sebut Izin Galian C ‘Penghambat’ Investasi

TANJUNG REDEB - Pengurusan izin galian C yang harus dilakukan di…

Sabtu, 07 September 2019 18:05

Akar Bajakah Ramai Dijual, Ngakunya Dapat dari Kalteng

TANJUNG REDEB – Tumbuhan Bajakah yang dikatakan memiliki khasiat menyembuhkan…

Minggu, 01 September 2019 20:39

Harganya Sih Udah Turun, Warga Kok Tetap Mengeluh, Ternyata...

TANJUNG REDEB – Jika harga cabai pekan lalu di Pasar…

Kamis, 29 Agustus 2019 09:59

Hidupkan Lagi Budidaya Rumput Laut

TANJUNG REDEB – Walau memiliki laut yang luas, tak membuat…

Selasa, 27 Agustus 2019 12:53

Bumbu Dapur Mahal, Warga ‘Dipaksa’ Berhemat

TANJUNG REDEB – Sejumlah kebutuhan bumbu dapur di Pasar Sanggam…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:09

Diserang Hama, Produksi Jagung Diperkirakan Menurun

TANJUNG REDEB- Persoalan kekeringan akibat musim kemarau, sudah membuat pusing…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:48

PSAD Semakin Sepi

TANJUNG REDEB - Kondisi Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) semakin…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:46

Dermaga Speedboat Tanjung Redeb Segera Beroperasi, Yakin Sama-Sama Untung

TANJUNG REDEB – Selama ini Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:48

Kembangkan Wisata Maratua

TANJUNG REDEB – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*