MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 16 September 2019 17:58
Sekolah Diliburkan Tiga Hari

Asap Makin Pekat, Penderita ISPA Meningkat

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB- Kabut asap yang semakin pekat, membuat Wakil Bupati Berau Agus Tantomo memanggil Kepada Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, sekitar pukul 15.00 Wita, Minggu (15/9).

Pertemuan yang digelar di rumah dinas wakil bupati tersebut, khusus untuk membahas kondisi udara Berau yang sudah beberapa hari terpapar kabut asap pekat. Sehingga, wabup meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan, untuk memerintahkan seluruh sekolah meliburkan aktivitas belajar-mengajar selama tiga hari, terhitung sejak hari ini (16/9) hingga Rabu (18/9).

“Iya benar. Diliburkan 3 hari,” ujar Agus kepada Berau Post kemarin.

Meliburkan para pelajar selama tiga hari masih bisa diperpanjang, jika kondisi asap yang menyelimuti Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – justru semakin pekat. “Bisa saja bertambah. Kita lihat kondisi dulu seperti apa,” ucapnya.

Kebijakan tersebut, lanjut wabup, harus diambil karena kabut asap pekat sudah membuat udara Berau tidak sehat. “Saya tidak ingin anak-anak sekolah mengalami sakit,” katanya.

Kebijakan untuk meliburkan seluruh pelajar di Berau, juga untuk mengantisipasi peningkatan penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), khususnya dari kalangan pelajar. Pasalnya, dikatakan Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Erva Anggriana, pasien dengan keluhan penyakit ISPA memang mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. "Saya belum lihat angka pastinya. Yang jelas, selama kabut asap ini, penyakit terbanyak diderita pasien di RSUD adalah ISPA," ujarnya saat ditemui Berau Post, kemarin (15/9).

Dijelaskan Erva, asap yang diduga dari aktivitas pembakaran hutan dan lahan, mengandung gas dan partikel kimia lainnya, yang sangat mengganggu saluran pernapasan. Seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), formaldehid, akrelein, benzen, nitrogen oksida (NOx) dan ozon (O3). Material tersebut memicu dampak buruk yang nyata pada manula, anak-anak atau bayi, dan pengidap penyakit paru.

Sehingga, kabut asap yang saat ini merajalela membawa partikel berukuran kecil yang masuk melalui saluran pernapasan. "Mereka yang mengidap asma, terutama anak-anak, adalah kelompok paling rentan terhadap ancaman kabut asap," katanya Erva.

GARUDA BATALKAN 6 PENERBANGAN

Asap pekat yang sudah membuat aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau lumpuh selama tiga hari, sudah membuat maskapai Garuda Indonesia membatalkan 6 jadwal penerbangannya.

Dikatakan Branch Manager Garuda Indonesia Cabang Berau Radityo Putranto mengatakan, kondisi asap yang mengurangi jarak pandang sudah merugikan banyak pihak. Khususnya penumpang dan pihak maskapai tentunya. "Akhirnya juga, terjadi penumpukan penumpang. Dan tak sedikit calon penumpang yang tidak bisa terbang, memilih menempuh jalur darat dari Balikpapan untuk ke Berau atau sebaliknya,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartato, pada Minggu (15/9) kemarin, kembali tidak ada aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau. “Sama seperti kemarin (Sabtu, red), belum ada penerbangan,” singkatnya.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau Thamrin mengatakan, sudah ada beberapa titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditangani pihaknya. Seperti di Tabalar, Tumbit Dayak, hingga di kilometer 13 poros Labanan-Kelay.

"Jadi sudah ditangani oleh patroli terpadu di sana,” katanya.

Thamrin menjelaskan, titik-titik karhutla yang ada di Berau sudah mampu diatasi pihaknya. Namun asap pekat tak kunjung hilang. “Karena sumber asap ini ada dua. Ada yang dari Berau, ada juga kiriman. Dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah," jelasnya. (*/hmd/mar/*/oke/udi)

 

DLHK Tak Bisa Ukur Kualitas Udara

Kondisi udara Berau yang terpapar asap pekat, belum bisa membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, memastikan tingkat pencemarannya.

Dikatakan Kepala DLHK Berau Sujadi, pihaknya belum bisa mengukur tingkat pencemaran udara di Berau, karena belum memiliki alat pengukur kualitas udara. Walau secara kasat mata, kondisi udara di Berau saat ini sudah terpapar asap pekat.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan udara di Bumi Batiwakkal, DLHK Berau justru mengharapkan pemantauan kualitas udara dari provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Memang ada alat yang dipasangkan beberapa hari ini, tapi sudah dicopot. Itu alat pendeteksi kualitas udara milik provinsi," katanya kepada Berau Post, Minggu (15/9).

Dikatakan, usulan pengadaan alat pengukur kualitas udara sudah beberapa kali diajukan pihaknya. Namun belum terealisasi, karena membutuhkan anggaran cukup besar. "Sehingga dianggap belum menjadi prioritas," tambahnya.

Untuk itu, dirinya hanya bisa mengimbau masyarakat untuk selalu melindungi diri dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Serta turut menjaga, jika pemerintah sudah mengadakan alat pengukur kualitas udara nantinya. (*/oke/udi)

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 16:22

Satu Peserta Dicoret

TANJUNG REDEB     - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau…

Selasa, 28 Januari 2020 16:17

267 Pekerja Sudah Terima Kompensasi PHK

TANJUNG REDEB – Manajemen PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…

Senin, 27 Januari 2020 16:35

Sejak SD Jadi Korban Pencabulan

GUNUNG TABUR – Belum hilang rasa trauma setelah menjadi korban…

Senin, 27 Januari 2020 16:20

Laka Tunggal, Mandor Ditemukan Meninggal

KELAY - Kecelakaan kerja terjadi di lingkungan salah satu perusahaan…

Jumat, 24 Januari 2020 15:38

Jangan Ada Perda Mandul

TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Muharram menegaskan, pembentukan peraturan daerah…

Jumat, 24 Januari 2020 11:04

Lagi, Penimbunan BBM Subsidi Terungkap

TANJUNG REDEB – Penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jadi…

Jumat, 24 Januari 2020 10:56

Target 2020 Seluruh Kampung Teraliri Listrik

TANJUNG REDEB - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Berau, menargetkan…

Jumat, 24 Januari 2020 10:52

Dinkes Klaim Angka Kematian Ibu Menurun

TANJUNG REDEB – Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Berau…

Kamis, 23 Januari 2020 16:19

Virus Corona Mendekat, Perketat Pengawasan Laut dan Udara

TANJUNG REDEB – Wabah Koronavirus 2019-nCoV, yang dikenal dengan nama…

Selasa, 21 Januari 2020 14:51

Konsisten dalam Kegiatan Konservasi, Wakil Bupati Diganjar Ini....

TANJUNG REDEB- Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menerima trofi penghargaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers