MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 18 September 2019 17:29
Gelar Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul

Cara Disbudpar Lestarikan Makanan Khas Berau

LESTARIKAN: Bupati Muharram antusias melihat kreasi peserta lomba ancur paddas dan puncak rasul gelaran Disbudpar di Gedung Olahraga (GOR) kemarin (17/9).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Lestarikan makanan khas Kabupaten Berau, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau gelar lomba ancur paddas dan puncak rasul di Gedung Olahraga (GOR) Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (17/9).

Lomba yang turut dalam rangkaian hari jadi ke-66 Kabupaten Berau dan ke-209 Tanjung Redeb, itu berlangsung meriah. Bahkan, Bupati Berau Muharram turut membaur dalam kegiatan tersebut. Mulai dari melihat berbagai kreasi para peserta, hingga sesekali mencicipinya.

“Masakan seperti ini yang harus dilestarikan, ini merupakan kekayaan khas Berau. Ke depan ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Berau,” kata Muharram sambil berkeliling.

Di tempat yang sama, Kepala Disbudpar Berau, Masrani menjelaskan, ancur paddas merupakan makanan yang dibuat rempah-rempah sebagaimana ciri khas makanan tradisional Indonesia. Biasanya, ancur paddas disajikan masyarakat terdahulu dalam sebuah upacara atau selamatan seperti naik ayun dan lainnya.

“Makanan ini sangat nikmat jika disantap dalam keadaan masih panas,” terangnya.

Sedangkan puncak rasul yang berbahan dasar ketan merupakan menu wajib untuk dihidangkan pada berbagai acara keagamaan pada zaman kerajaan dulu. Berbahan dasar ketan menjadikan perbedaan makanan satu ini dengan tupeng yang dibuat beras.

Ciri khas lain pada puncak rasul ialah sebutir telur ayam kampung di atasnya, yang dimaknai sebagai jabatan manusia tertinggi yakni Nabi Muhammad SAW. Sementara warna kuning kue puncak rasul diartikan sebagai simbol keluarga kerajaan Berau. Sedangkan warna merah adalah para pengabdi kerajaan seperti menteri dan pengawal kerajaan yang siap mengayomi masyarakat dan warna putih sebagai simbol kerukunan dalam masyarakat di lingkungan kerajaan.

“Puncak rasul disimbolkan sebagai perekat seluruh filosofi kehidupan tersebut agar warga rukun dalam bermasyarakat dan berkeluarga,” tutupnya. (*/hmd/sam)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:42

Hidupkan Budaya Gotong Royong

GUNUNG TABUR- Camat Gunung Tabur Anang, mengajak warga dan seluruh…

Selasa, 10 Desember 2019 11:40

Atasi Persoalan Air Bersih di Maratua, Ini yang Akan Dilakukan

MARATUA- Pendistribusian air bersih di dalam kota belum merata, terlebih…

Selasa, 10 Desember 2019 11:38

Raperda Perubahan Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan kedua…

Selasa, 10 Desember 2019 11:36

Kucurkan Rp 180 Juta

GUNUNG TABUR – Kelurahan Gunung Tabur telah memprogramkan semenisasi di…

Selasa, 10 Desember 2019 11:27

Langsung Ditantang Menulis Berita

TANJUNG REDEB – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Tanjung…

Selasa, 10 Desember 2019 11:25

Optimistis Sistem Laporan Online Diterapkan Tahun 2021

TANJUNG REDEB- Tahun 2021 Bupati Berau Muharram optimistis Pemerintah Kabupaten…

Senin, 09 Desember 2019 15:00

Syarat Lengkap, Berkas Akan Diantar ke Rumah

GUNUNG TABUR- Kelurahan Gunung Tabur terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,…

Senin, 09 Desember 2019 14:58

Jangan semata Pembangunan Fisik

TELUK BAYUR– Program Dana Kelurahan baru dijalankan tahun ini. Pemanfaatannya…

Senin, 09 Desember 2019 14:57

Prioritaskan Sektor Kebersihan dan Keamanan

TANJUNG REDEB – Terpilih sebagai Ketua RT 17 Kelurahan Karang…

Senin, 09 Desember 2019 14:56

Produksi Garam Ditarget 2,4 Ton Per Tahun

TANJUNG REDEB – Memiliki garis Pantai sepanjang 279,91 kilometer persegi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.