MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 22 September 2019 07:31
WADUH NGERINYA..!! Buaya Sering Lepas, Pemilik Mulai ‘Angkat Tangan’

Berharap Pemerintah Segera Merelokasi

BUAYA SERING LEPAS: Kandang buaya yang berada di Gang Buaya Badas, Jalan Raja Alam I, Sambaling. Pemilik buaya, mengaku sudah tak sanggup lagi mengurus buaya-buaya yang sudah bertahun-tahun dipeliharanya.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Buaya milik Muhammad Irsani, kembali berkeliaran di permukiman masyarakat. Buaya yang dipelihara dalam sebuah kandang di Gang Buaya Badas, Jalan Raja Alam I, Sambaling, kembali menebar teror setelah terlepas dari kandangnya.

Irsani yang dikonfirmasi kemarin (21/9), juga membenarkannya. Dikatakan, salah satu buaya miliknya, berhasil meloloskan diri dari kandang yang berada di tengah-tengah permukiman warga tersebut. Buaya yang lepas dan berkeliaran di lingkungan permukiman warga, diduga lepas melalui sela-sela kayu yang keropos pada pembatas kandang.

“Tadi, sekitar jam 12.00 Wita lepasnya. Tapi sudah saya tangkap lagi,” kata Irsani saat ditemui di kediamannya, Sabtu (21/9).

Dikatakan, buaya yang ada di penangkarannya sudah mencapai 30 ekor. Kondisi kandang tempat penangkaran buatannya juga mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Kondisi itu memaksanya untuk rutin mengalirkan air ke kandang buaya, guna menjaga kelembapan kandang.

Makin banyaknya persoalan yang muncul, kini membuat dirinya resah. Karena tak kuat lagi mengurusi buaya-buaya yang sudah bertahun-tahun dipeliharanya. “Jujur, saya sebenarnya sudah lelah mengurusi buaya itu, apalagi sudah sering terjadi buaya yang lepas dan meresahkan warga. Itu menjadi beban saya selaku pemilik,” katanya.

Bahkan menurutnya, buaya yang ada di dalam penangkaran tersebut sudah tidak terlalu terawat. Pasalnya, biaya perawatan buaya tidaklah sedikit. Untuk memberi makan saja, sudah merogoh koceknya dalam-dalam. Untuk membeli puluhan kilogram daging ayam segar setiap hari.

“Makanya saya sudah mulai tidak sanggup, karena pemasukan saya juga saat ini sudah berkurang,” ujar pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.

Satu-satunya harapannya, hanya kepada Pemkab Berau. Agar bersedia merelokasi buaya-buaya miliknya, dan memberikan biaya ganti rugi yang dipatoknya sebesar Rp 350 juta.

“Saya sudah berpuluh-puluh kami menyurati pemerintah daerah agar bisa merelokasi semua buaya yang saya miliki ini,” terangnya.

Untungnya lanjut dia, buaya peliharaannya yang beberapa kali lepas dari penangkarannya, bukanlah buaya dewasa. Dan sampai saat ini, selalu bisa ditanganinya dengan cepat, sehingga tidak memakan korban. 

“Saya harap pemerintah bisa cepat merealisasikan, karena saya takutnya nanti buaya tersebut memakan korban,” sambungnya.

Ditambahkan Isnaniah, salah satu warga setempat mengatakan, dirinya bersama warga lain selalu waswas jika ada buaya milik Irsani yang lepas.

“Sudah sering buaya itu lepas, bukan kali ini saja. Saya berharap kepada instansi yang menangani ini, agar bisa memindahkan buaya itu dari tengah-tengah permukiman warga ini,” singkatnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Mahdi Hasan mengatakan, keberadaan penangkaran buaya di tengah permukiman warga memang sangat riskan. “Sebenarnya hal itu sangatlah bahaya, baik untuk pemilik dan warga sekitar,” terangnya.

Diakuinya, pemilik buaya sudah pernah menawarkan agar Pemkab Berau yang melanjutkan pemeliharaan buaya miliknya. Sekaligus merelokasinya ke tempat penangkaran buaya di Mayang Mangurai, Teluk Bayur.

“Saya sudah pernah mendengar bahwa pemilik penangkaran itu sudah ingin memberikan penangkarannya kepada pemerintah, dengan persyaratan mengganti rugi,” terangnya.

Namun dirinya tidak mengetahui pasti, proses negosiasi antara pemilik buaya dengan pemerintah. Yang jelas, dirinya berharap persoalan buaya yang berada di permukiman warga, bisa segera ditemukan solusinya. (*/aky/udi)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 19:19

Amankan Burung Enggang dari Warga

TELUK BAYUR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:18

Kepala Mes Berau Didemo Mahasiswa

TANJUNG REDEB - Puluhan penghuni Asrama Putra 1 Berau di…

Jumat, 21 Februari 2020 15:30

Prioritaskan Jalan Usaha Tani dan Air Bersih

SAMBALIUNG – Peningkatan jalan usaha tani hingga keberadaan air bersih…

Jumat, 21 Februari 2020 15:26

10 Tahun Tunggu Air Bersih

GUNUNG TABUR – Sebagian Warga Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung…

Kamis, 20 Februari 2020 06:10

Promosikan Ekowisata Mangrove Teluk Semanting

TANJUNG REDEB – Kedatangan Wakil Duta Besar (Dubes) Jerman, Hendrik…

Kamis, 20 Februari 2020 06:08

SKD CPNS Selesai, 95 Peserta Langsung Gugur

TANJUNG REDEB – Tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai…

Kamis, 20 Februari 2020 06:03

Butuh Perbaikan Akses Menuju Air Terjun

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, bersama Wakil…

Kamis, 20 Februari 2020 05:56

Kurir Sabu Divonis Seumur Hidup

TANJUNG REDEB - Lima terdakwa perkara penyalahgunaan sabu-sabu 6 kilogram…

Rabu, 19 Februari 2020 12:30

Duit Negara Rp 11,9 Miliar Dijejer, Hasil Sitaan Kasus Ini...

TANJUNG REDEB - Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, mengeksekusi uang pengganti…

Rabu, 19 Februari 2020 12:30

Penyerahan Syarat Dukungan Calon Perseorangan Dibuka

TANJUNG REDEB – Penyerahan syarat dukungan untuk pasangan calon perseorangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers