MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 28 September 2019 09:38
P2TP2A Berikan Pendampingan

Fokus Penyembuhan Trauma Korban Pencabulan

PERILAKU MENYIMPANG: Korban pencabulan yang dilakukan Edy Nirwansyah mendapat pendampingan dari P2TP2A. Sementara Edy mendekam di balik jeruji besi setelah diamankan Polres Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Berau, terus memantau perkembangan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan Edy Nirwansyah (52).

Sekretaris P2TP2A Berau, Noor Indah mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pendampingan terhadap para korban.

Pendampingan yang dilakukan terhadap 9 korban, dengan memberikan konseling psikologis oleh tim psikososial, kemudian melakukan assesmen. “Kami  fokus pada penyembuhan trauma korban,” katanya kepada Berau Post, Jumat (27/9).

Dia mengaku, dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan adanya korban lain. Pihaknya pun tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian mengenai tindak lanjut kasus tersebut. “Artinya kami tetap mensupport kepolisian mengembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan ada bukti baru atau korban baru,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petualangan seks menyimpang yang dilakoni Edy Nirwansyah (52) sejak tahun 2016, berakhir di kantor polisi, sekitar pukul 18.00 Wita, Rabu (25/9) lalu.

Selama tiga tahun, kuli bangunan tersebut mengaku telah memangsa 9 anak perempuan yang berusia antara 7 hingga 10 tahun.

Aksi bejatnya akhirnya terbongkar, setelah salah satu orangtua korban, melihat pelaku tengah membonceng korbannya menggunakan sepeda motor di kawasan Sambaliung, sekitar pukul 20.00 Wita, Sabtu (21/9) lalu.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kasat Reskrim AKP Rengga Puspo Saputro, menerangkan, pengungkapan ini bermula dari salah satu orangtua korban memang mencari keberadaan korban. Sebab, korban yang pergi mengaji sejak petang, tak kunjung pulang ke rumah hingga pukul 20.00 Wita.

Orangtua korban pun menghubungi keluarganya yang lain, menanyakan keberadaan korban. Namun tak satupun keluarga dan kerabat yang mengetahui keberadaan korban.

Akhirnya, orangtua korban memutuskan untuk mencari korban menggunakan sepeda motor. Saat melakukan pencarian di luar itulah, orangtua korban melihat korban dibonceng pelaku menggunakan sepeda motor.

Melihat anaknya dibonceng orang tak dikenal, orangtua korban lantas mengejar dan menabrak motor pelaku, untuk menghentikannya.

Namun saat hendak ditangkap, pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi KT 2947 GI.

Walau berhasil menemukan anaknya, orangtua korban tetap melaporkan pelaku ke kantor polisi. Polisi yang mendapatkan gambaran ciri-ciri pelaku dan sepeda motor yang ditunggangi pelaku, berhasil melacak kediaman pelaku.

“Kami melakukan pengintaian di rumah pelaku, namun pelaku tidak pulang-pulang. Sejak Sabtu, baru hari Rabu kami melihat pelaku pulang ke rumahnya. Langsung kami amankan,” jelas Rengga.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengaku, begitu berahinya naik, maka langsung melakukan perburuan anak-anak yang berada di luar rumah. Kebanyakan, pelaku memang mengincar anak-anak perempuan yang pulang mengaji sendirian.

“Pelaku tidak saling kenal dengan korban. Ia memang berkeliling naik motor. Begitu melihat ada calon korban, langsung dibujuk dan diberi uang antara Rp 20 hingga Rp 50 ribu supaya mau ikut dengan pelaku,” ujar perwira balok tiga ini.

Lebih lanjut, mantan Kapolsek Gunung Tabur tersebut menuturkan, ketika melakukan aksinya, pelaku mengaku hanya menggesek-gesekkan ‘kejantanannya’ di kemaluan korban. Namun pelaku juga mengakui mengoleskan handbody di kemaluan korban. “Selesai melampiaskan nafsu bejatnya. Kemudian pelaku mengantar korbannya pulang,” ucap Rengga kepada Berau Post.

Pelaku memang sudah hafal di mana saja bangunan kosong di beberapa wilayah, yang jarang dikunjungi orang. Bangunan-bangunan kosong tersebut yang dijadikan tempat untuk ‘menggagahi’ mangsanya.

“Kami masih dalami, apakah ada kemungkinan korban lain. Untuk tahun 2019 ini, pelaku mengaku ada 3 orang yang menjadi korbannya,” tambahnya.

Edy yang telah ditetapkan sebagai tersangka, diancam dengan Pasal 81 ayat (1) atau (2) dan pasal 82 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya (penjara) di atas 10 tahun. (*/oke/har)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 09:57

Polres Sudah Amankan 10 Pelaku Karhutla

TANJUNG REDEB – Sepanjang tahun 2019 ini, Satreskrim Polres Berau…

Selasa, 12 November 2019 09:49

Air Sungai Segah Kembali Berubah Warna

TANJUNG REDEB – Fenomena berubahnya warna air Sungai Segah tahun…

Selasa, 12 November 2019 09:46

Massa Tuntut Pengelolaan Gua Tilayak Dikembalikan

TANJUNG REDEB – Sekelompok massa yang mengatasnamakan Lembaga Pemangku Adat…

Senin, 11 November 2019 09:35

Gejala DBD yang Perlu Diwaspadai

  1.Demam mendadak tinggi. 2.Sakit kepala parah (terutama di dahi).…

Senin, 11 November 2019 09:34

KFC Akan Dibuka 29 November

TANJUNG REDEB – Setelah penantian yang cukup panjang, restoran cepat…

Senin, 11 November 2019 09:31

Musim Hujan, DBD Mengancam

TANJUNG REDEB – Musim hujan datang, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes)…

Senin, 11 November 2019 09:26

PT PAMA Gelar Khitan Massal

TELUKBAYUR- PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik BRCB bersama PT Berau…

Minggu, 10 November 2019 19:19

Jabatan Eselon Dipangkas, Tunjangan Menyesuaikan

TANJUNG REDEB – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau, mendukung…

Minggu, 10 November 2019 19:17

Maksimalkan Anggaran sesuai Tahapan

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau menerima dana…

Minggu, 10 November 2019 19:14

Hujan Semalam, Sejumlah Jalan Tergenang

TANJUNG REDEB - Hujan yang mengguyur Tanjung Redeb dan sekitarnya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*