MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 30 September 2019 10:35
Kemasukan Air Laut, 2 Boiler Tak Berguna

Warga ‘Dipaksa’ Gelap-Gelapan Lagi

RUSAK: Dua boiler di PLTU Lati rusak, hal itu membuat suplai listrik ke PLN berkurang yang dampaknya pada pemadaman bergilir di permukiman warga.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Persoalan suplai listrik di Kabupaten Berau tak kunjung tuntas, setelah akhir tahun 2017 masyarakat dibuat geram dengan pemadaman bergilir yang cukup panjang, pemadaman bergilir kembali ‘menghantui’ warga.

Bahkan, sejak Sabtu (28/9) listrik di sejumlah wilayah khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb sudah mulai padam. Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Redeb, Hendra menyebut, pemadaman terjadi karena kurangnya suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati. Sebagaimana diketahui, PLTU merupakan satu-satunya penyuplai listrik ke PLN Berau.

Kurangnya daya dari PLTU Lati disebutnya, karena boiler di PLTU yang dikelola oleh PT Indo Pusaka Berau (IPB) itu rusak. Pihaknya bersama PT IPB diklaimnya saat ini tengah berupaya membenahi gangguan yang ada, namun tidak ditampiknya ada kesulitan yang membuat perbaikan tidak dapat diprediksi bisa rampung dalam beberapa hari ke depan.

“Tapi untuk pemadaman sendiri, kami berusaha semaksimal mungkin agar sistem kelistrikan Berau segera pulih,” katanya saat diwawancara Berau Post, Minggu (29/9).

Terpisah, Direktur PT IPB, Najemuddin membenarkan kalau saat ini ada dua boler di PLTU Lati yang rusak. Kerusakan dijelaskannya, terjadi karena pipa pada boiler mereka rusak akibat kadar garam yang tinggi dari air laut.

Apalagi diakuinya juga, masuknya air laut ke dalam boiler sudah berlangsung selama satu minggu. “Air sungai yang kita pakai untuk menghasilkan uap itu tercampur air laut. Jadi kalau dipaksakan terus kemungkinan bisa ketiga boiler yang rusak. Kalau sudah begitu akan membuat pemadaman berlangsung semakin lama,” katanya.

Hingga kini tak ditampik Najemuddin juga, pihaknya belum dapat memperkirakan waktu perbaikan pada boiler. “Tim kami sudah mengupayakan agar hal tersebut bisa segera diatasi. Estimasi waktu perbaikan, kami belum bisa memastikan karena kondisi kemarau juga masih berlangsung. Sudah dua bulan ini, belum ada turun hujan di kawasan sana,” singkatnya. (*/hmd/sam)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers