MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 30 September 2019 10:35
Kemasukan Air Laut, 2 Boiler Tak Berguna

Warga ‘Dipaksa’ Gelap-Gelapan Lagi

RUSAK: Dua boiler di PLTU Lati rusak, hal itu membuat suplai listrik ke PLN berkurang yang dampaknya pada pemadaman bergilir di permukiman warga.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Persoalan suplai listrik di Kabupaten Berau tak kunjung tuntas, setelah akhir tahun 2017 masyarakat dibuat geram dengan pemadaman bergilir yang cukup panjang, pemadaman bergilir kembali ‘menghantui’ warga.

Bahkan, sejak Sabtu (28/9) listrik di sejumlah wilayah khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb sudah mulai padam. Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Redeb, Hendra menyebut, pemadaman terjadi karena kurangnya suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati. Sebagaimana diketahui, PLTU merupakan satu-satunya penyuplai listrik ke PLN Berau.

Kurangnya daya dari PLTU Lati disebutnya, karena boiler di PLTU yang dikelola oleh PT Indo Pusaka Berau (IPB) itu rusak. Pihaknya bersama PT IPB diklaimnya saat ini tengah berupaya membenahi gangguan yang ada, namun tidak ditampiknya ada kesulitan yang membuat perbaikan tidak dapat diprediksi bisa rampung dalam beberapa hari ke depan.

“Tapi untuk pemadaman sendiri, kami berusaha semaksimal mungkin agar sistem kelistrikan Berau segera pulih,” katanya saat diwawancara Berau Post, Minggu (29/9).

Terpisah, Direktur PT IPB, Najemuddin membenarkan kalau saat ini ada dua boler di PLTU Lati yang rusak. Kerusakan dijelaskannya, terjadi karena pipa pada boiler mereka rusak akibat kadar garam yang tinggi dari air laut.

Apalagi diakuinya juga, masuknya air laut ke dalam boiler sudah berlangsung selama satu minggu. “Air sungai yang kita pakai untuk menghasilkan uap itu tercampur air laut. Jadi kalau dipaksakan terus kemungkinan bisa ketiga boiler yang rusak. Kalau sudah begitu akan membuat pemadaman berlangsung semakin lama,” katanya.

Hingga kini tak ditampik Najemuddin juga, pihaknya belum dapat memperkirakan waktu perbaikan pada boiler. “Tim kami sudah mengupayakan agar hal tersebut bisa segera diatasi. Estimasi waktu perbaikan, kami belum bisa memastikan karena kondisi kemarau juga masih berlangsung. Sudah dua bulan ini, belum ada turun hujan di kawasan sana,” singkatnya. (*/hmd/sam)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 10:52

Kerap Jadi Penyebab

TANJUNG REDEB – Meminimalkan terjadinya gangguan listrik akibat faktor alam,…

Selasa, 12 November 2019 10:51

Bocah-Bocah Labil Makin Bandel, Balap Liar Makin Menjadi-Jadi

TELUK BAYUR – Aksi balap liar di wilayah Kecamatan Teluk…

Selasa, 12 November 2019 10:37

Sungai Makasang dan Kalibasau Mestinya Dikeruk

GUNUNG TABUR – Lurah Gunung Tabur, Lutfi Hidayat berharap pemerintah…

Selasa, 12 November 2019 10:35

Usulkan Pemekaran Kecamatan Merancang

GUNUNG TABUR – Ingin pengembangan kampung bisa berjalan lebih cepat,…

Senin, 11 November 2019 10:05

Manfaatkan Posyandu untuk Kesehatan Masyarakat

SAMBALIUNG – Camat Sambaliung, Nazaruddin minta masyarakat khususnya yang memiliki…

Senin, 11 November 2019 09:47

DLHK Janji Bantu Kecamatan

TELUK BAYUR - Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Pengendalian…

Senin, 11 November 2019 09:46

Bentuk Transparansi, Ini yang Dilakukan Kepala Kampung

GUNUNG TABUR – Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakatnya. Kepala Kampung…

Senin, 11 November 2019 09:45

Minim Anggaran, Pemasangan PJU Urung Dilakukan

TELUK BAYUR– Dinas Perhubungan (Dishub) Berau kini tengah dilema. Pasalnya,…

Senin, 11 November 2019 09:43

UMK Dipredisi Naik Tinggi

TANJUNG REDEB – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau mengklaim Upah Minimum…

Senin, 11 November 2019 09:42

Murjani II Paling Rawan

TANJUNG REDEB - Walau beberapa kali ditertibkan, aksi kenakalan remaja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*