MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Kamis, 03 Oktober 2019 13:53
Warga Sudah Tahu
JALUR HIJAU: Penulis berada pada bangunan terakhir di tepi Sungai Kelay. Rencananya, bangunan tepi sungai ini akan dilakukan penataan.

PROKAL.CO,

SUDAH jadi topik pembicaraan di warung kopi. Rencana penataan bangunan yang berdiri di tepi sungai Kelay di Jalan P Diguna dan Jalan Yos Sudarso. Padahal, bangunannya sudah banyak sekali. Ratusan jumlahnya.  Termasuk rumah ibadah.

Inginnya naik perahu Ketinting, agar bisa mengabadikan lebih banyak bangunan di tepi sungai itu. Tapi panasnya minta ampun. Apalagi, baju batik –kan kemarin hari Batik Nasional - tambah panas rasanya.

Sudahlah, saya putuskan saja foto pada bangunan terakhir yang berdiri di atas sungai. Bangunan yang cukup dikenal warga. Kan masih terlihat juga beberapa bangunan yang ada di belakang saya. Toilet apung, juga masih nampak.

Sebutan jalur hijau sudah ada sejak lama. Awalnya jumlah bangunan tak sebanyak sekarang. Hanya ada bangunan tepat di sisi jalan. Semua rumah panggung, karena memang lokasinya di tepi sungai.

Tahun ke tahun, jumlahnya bertambah. Pemilik bangunan utama di bagian depan, menambah bangunan hingga beberapa meter ke belakang. Itu tidak lain, untuk memenuhi permintaan akan tempat tinggal. Di atas sungaipun, tak masalah.

Mengapa memilih tinggal di atas sungai? Bisa jadi karena kawasan itu berdekatan dengan pusat kegiatan perekonomian. Yakni, Pasar Gayam. Sepanjang jalan P Diguna, juga menjadi kawasan bisnis, hingga ke Jalan Yos Sudarso.

Saya belum mendapatkan data, berapa Rukun Tetangga (RT) juga berapa rumah yang ada di sepanjang jalan itu. Kalau melihat dari udara, banyak sekali. Ratusan jumlahnya. Juga tentu, ratusan penghuninya.

Sudah berlapis-lapis bangunan ke arah sungai. Ada yang tetap mempertahankan bangunannya. Lebih banyak lagi yang sudah mengubah menjadi bangunan baru. Bahkan, bangunan permanen. Kata warga, perizinannya lengkap.

Memang wajah kota akan menjadi lebih cantik, bila turap dari Jalan Ahmad Yani, berlanjut hingga ke Jalan Yos Sudarso. Warga di jalan itu, bisa saling lambai dengan warga Sambaliung yang terlihat dari seberang sungai. Juga bisa menyaksikan, ramainya angkutan sungai.

Muncullah gagasan yang sebetulnya sudah ada sejak lama. Bukan sekarang saja keinginan itu. Keinginan melakukan penataan di bantaran sungai. Tapi setiap keinginan itu muncul, perlahan menjadi redup. Tak ada kelanjutannya.

Saya membayangkan, cantiknya kota Tanjung Redeb bila rencana itu bisa terwujud. Tepian yang tidak perlu diisi dengan kegiatan kuliner. Ruang terbuka yang bisa dijadikan warga untuk datang bermain bersama keluarga.

Saya juga membayangkan, bagaimana resahnya warga bila proyek itu benar-benar dilaksanakan. Mereka akan kehilangan tempat tinggal. Mereka juga kehilangan rumah sewa yang relatif tarifnya tidak mahal.

Saya merasa sangat optimistis, rencana itu bisa berjalan lancar. Harus ada tim resmi yang melakukan sosialisasi. Bagaimana rencana besar, dalam menata kampung yang punya nilai sejarah sejak lama.

Kalau ada wacana tidak diberikan penggantian, rasanya inilah tantangan yang paling besar. Saya pernah jumpa dengan salah seorang pemilik rumah. Kata dia, sangat setuju. Tapi, harus ada pergantian lahan dan bangunan. Sebab, ia memiliki surat dan akta resmi.

Ini memang pekerjaan besar dengan risiko sosial yang juga besar. Pekerjaan besar dengan risiko politik yang  besar lagi. Pekerjaan yang biayanya tidak sedikit.

Memang harus dimulai. Tak perlu lagi bisik-bisik.  Warga sepanjang bantaran sungai sudah mendengar cerita itu. Karena belum memulai, warga juga memilih diam. Cukup hanya bahan diskusi di warung kopi.

Tahun depan, adalah tahun penuh warna. Tahun politik. Mungkinkah ini juga akan dijadikan bagian dari wahana perpolitikan. Warga juga mulai meraba-raba. (*/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 02 Mei 2020 02:38

Mengikuti Mas Agus Bagi Ayam Goreng dan Takjil

JARUM jam baru menunjukkan pukul 15.00 Wita. Tapi halaman rumah…

Sabtu, 25 April 2020 12:34

Kuatkan Diri di Bulan Suci Menghadapi Pandemi

TIDAK terasa kita sudah memasuki bulan yang istimewa bagi umat…

Jumat, 17 April 2020 13:28

Sebagian Dana Desa untuk BLT

SEBAGAI salah satu daerah terdampak Covid-19, setidaknya 18.260 keluarga di…

Sabtu, 11 April 2020 00:30

Virus Ini Lebih Berbahaya Dibanding Corona

SAAT ini, secara garis besar ada tiga virus yang berbahaya.…

Sabtu, 04 April 2020 19:31

Kisah Sampar dan Covid-19

PANDEMI Covid-19 mengingatkan kita pada ulasan Albert Camus dalam novelnya…

Kamis, 12 Maret 2020 21:37

Soundscape Bandara Kalimarau

(do mi sol do) “Perhatian-perhatian, panggilan kepada penumpang pesawat udara…

Rabu, 19 Februari 2020 12:39

Musik Tradisi atau Musik Etnis

Menjelang perhelatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 15:45

Corona Konro

HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat…

Senin, 17 Februari 2020 11:30

Rawan Listrik

KABAR gembira. Pak Makmur yang pernah memimpin Berau dua periode…

Sabtu, 15 Februari 2020 16:40

Segah 119 Tahun Silam

SEPERTI apa suasana Sungai Segah dan Gunung Tabur 119 tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers