MANAGED BY:
MINGGU
17 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 03 Oktober 2019 13:56
Berkarya, Jangan Hanya untuk Kenaikan Pangkat Semata

Guru-Guru Berau yang Menerima Penghargaan dari Kemendikbud: Yanti Dwi Damayanti (1)

BAWA NAMA DAERAH: Yanti Dwi Damayanti, mewakili Kaltim sebagai finalis pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.

PROKAL.CO, class="p1">Berawal dari dorongan sang suami, Yanti Dwi Damayanti akhirnya turut mengharumkan nama Bumi Batiwakkal. Dia terpilih menjadi finalis guru berprestasi tingkat nasional tahun ini.

 

ARI PUTRA, Teluk Bayur

 

SEMBILAN hari lagi, Yanti akan genap berusia 36 tahun. Menyambut momen pertambahan usia itu, Yanti sudah memiliki kado spesial bagi dirinya sendiri. Yakni keberhasilannya menjadi finalis guru berprestasi tingkat nasional. Apalagi, penghargaan untuk guru berprestasi di seluruh Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut, bukan hanya turut mengharumkan nama Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – tapi juga Provinsi Kaltim. Lebih spesial lagi, Yanti menjadi satu-satunya wakil Kaltim untuk guru jenjang SMP, yang mendapat penghargaan tersebut. 

Pada pemilihan guru berprestasi tersebut, Yanti bersaing dengan 694 guru dan tenaga kependidikan dari seluruh provinsi di Indonesia. 

Mengikuti pemilihan guru berprestasi juga menjadi pengalaman pertama baginya. Perempuan yang mengajar di SMP 2 Teluk Bayur ini mengatakan, keikutsertaannya awalnya justru karena dorongan sang suami. Serta rekan-rekannya di sekolah. “Pertamanya karena didorong oleh orang sekitar. Tapi pada dasarnya saya ingin memotivasi dan menjadi inspirasi bagi anak didik saya,” katanya kepada Berau Post, Rabu (2/10).

Setelah memastikan ambil bagian. Yanti pun mulai melakukan persiapan, seperti menyiapkan portofolio, karya tulis ilmiah, hingga video pembelajaran. Khusus untuk karya tulis ilmiah, dirinya membuat sebuah penelitian tindakan kelas. Dengan memanfaatkan minyak jelantah untuk membuat sabun dan bahan bakar kompor. 

Butuh waktu satu bulan untuk dirinya melakukan penelitian itu. Kemudian dituangkannya dalam bentuk karya tulis ilmiah, hingga satu pekan lamanya. Setelah merasa mantap. Ia pun mulai menyerahkannya ke panitia lomba di tingkat kabupaten.

Rasa minder pun masih menyelimuti pikiran Yanti. Karena saingan yang harus dihadapinya merupakan guru-guru yang mempunyai latar belakang mumpuni. “Banyak yang lulusan S2 dari universitas ternama. Bahkan ada yang sudah ikut berkali-kali,” terangnya. 

Meski begitu, rasa khawatir itu coba dihilangkannya. Sampai akhirnya masa pengumuman tiba. Namanya bercokol di daftar paling atas untuk pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten. Rasa senang dan bangga pun tak bisa disembunyikan wanita yang mengajar mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) ini.

Namun, petualangannya belum selesai. Bebannya pun kian berat setelah itu. Karena harus membawa nama Berau di tingkat provinsi. Sebagai hadiah atas keberhasilannya meraih juara pertama untuk guru SMP di tingkat kabupaten.

Kali ini, guru-guru yang dihadapinya pun bukan lagi guru-guru lokal Berau. Melainkan guru-guru berprestasi lainnya di Kalimantan Timur. Dengan bermodalkan persiapannya saat di tingkat kabupaten dan bahan-bahan sebelumnya, dia pun terus melangkah. Hingga akhirnya kembali berhasil menjadi juara pertama.

Capaian tersebut sudah melebihi ekspektasinya. Berhasil di tingkat kabupaten hingga provinsi. Ia pun melenggang ke tingkat nasional. Dengan status sebagai finalis, karena merupakan guru berprestasi terbaik dari provinsi. Yanti pun melihat keunggulannya dibandingkan guru lainnya adalah karya tulis dan presentasinya. “Karena ini karya saya, jadi pastinya saya yang lebih paham. Dan menurut saya, karya saya cukup unik dan menarik,” terangnya.

Meski tak berhasil lolos hingga tiga besar di tingkat nasional. Menjadi finalis pun patut disyukurinya. Ia pun mengaku berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantunya. Terutama sang suami yang membantunya dalam hal menyusun berkas, menjilid dan sebagainya. “Alhamdulillah dukungannya baik sekali,” tutur perempuan berhijab ini.

Atas prestasinya yang masuk jajaran finalis. Yanti dan guru-guru lainnya pun diajak untuk menyaksikan langsung, rapat paripurna di DPR RI pada 16 Agustus lalu. Sebuah pengalaman berharga yang ia dapatkan.

Karena itu, perempuan yang telah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sejak 2009 ini, berharap guru-guru di Berau harus mempunyai motivasi untuk berkarya. Menurutnya, jangan hanya berharap untuk naik pangkat semata, baru mau berkarya. 

Pasalnya, belajar dari guru yang menjadi juara tingkat nasional tahun ini, memang telah banyak membuat buku. Ada yang telah membuat 11 buku dan mempunyai hak atas 50 karya lainnya. “Padahal sederhana saja (buku yang dibuat), berupa LKS (lembar kerja siswa) atau LKPD (lembar kerja peserta didik). Tapi karena beliau tekun dan rajin berkarya, beliau jadi juaranya,” katanya.

“Maka tidak menutup kemungkinan untuk rekan-rekan guru di Berau, asalkan tekun, sabar dan rajin berkarya, bisa jadi juara guru berprestasi ke depannya,” sambungnya.

Tak hanya itu, perempuan yang juga pernah menjadi juara dua inovasi pembelajaran (Inobel) Kemendikbud 2015 lalu, memiliki harapan besar terhadap Pemkab Berau dan perusahaan sekitar. Ia menginginkan adanya kontribusi dari dua pihak tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Berau. 

Dalam hal memberikan motivasi terhadap guru yang berprestasi di Berau. Misalnya memberikan penghargaan. Baik guru yang membawa nama Berau hingga tingkat nasional sampai regional ASEAN. “Sebagai gambaran saja, guru berprestasi Bontang mendapat hadiah umrah walaupun tidak lolos ke nasional,” ungkapnya. (*/bersambung/udi)


BACA JUGA

Minggu, 17 November 2019 12:42

Polisi Ungkap 7 Kasus Illegal Oil

TANJUNG REDEB - Sepanjang Mei hingga November 2019, jajaran Polres…

Sabtu, 16 November 2019 12:31

Jual Aksesori Sisik Penyu, IRT Diringkus

TANJUNG REDEB - Seorang warga Kecamatan Pulau Derawan berinisal MW…

Sabtu, 16 November 2019 12:27

Baru Buka, SPBU Diserbu

TANJUNG REDEB – Bahan bakar minyak (BBM) yang sempat langka…

Sabtu, 16 November 2019 12:26

Di Kabupaten Ini, Jabatan Kadispora Paling Diminati

TANJUNG REDEB – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk…

Sabtu, 16 November 2019 12:25

UMK Naik, Dilema Pengusaha

TANJUNG REDEB - Wakil Ketua Bidang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)…

Jumat, 15 November 2019 11:15

NGOBRAS

WAKIL Bupati Berau Agus Tantomo menyambangi warga yang sedang bersantai…

Jumat, 15 November 2019 11:10

BBM Langka, Bupati Menduga Ada Penimbunan

MENANGGAPI kelangkaan BBM yang kembali terjadi, Bupati Berau Muharram menduga…

Jumat, 15 November 2019 11:10

Bupati Menduga Ada Penimbunan

MENANGGAPI kelangkaan BBM yang kembali terjadi, Bupati Berau Muharram menduga…

Jumat, 15 November 2019 11:07

BBM Langka, SPBU Akui Kekurangan Suplai

TANJUNG REDEB – Bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau…

Jumat, 15 November 2019 11:06

Mantan Dirut IPB Divonis 8 Tahun Penjara

SAMARINDA - Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*