MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 05 Oktober 2019 11:15
Perkebunan Kakao Banyak Diserang Hama

Disbun Sebut Masih Bisa Diatasi Petani

TERANCAM MENURUN: Serangan hama berupa tikus dan tupai di perkebunan kakao dikhawatirkan Disbun Berau mengurangi produksi kakao tahun ini.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Produksi perkebunan kakao di Berau masih tinggi hingga saat ini. Bahkan, salah satu yang tertinggi di Kaltim. Sayangnya, tingkat produksi kakao tahun ini tengah terancam, setelah terjadi serangan hama di beberapa perkebunan kakao di Berau.

Kasi Rehabilitasi dan Peremajaan Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Joko Suhartono mengatakan, Berau memiliki luasan kebun kakao rakyat seluas 2,043 Hektare (ha). Dengan tingkat produksi 500 sampai 600 Kilogram (kg) per hektare setahunnya.

Hama yang kerap menyerang perkebunan kakao disebutnya adalah tikus dan tupai. Namun, dirinya melihat hingga saat ini masih bisa dikendalikan oleh petani. “Dibutuhkan upaya lebih supaya hama itu tidak menganggu hasil produk kakao,” katanya kepada awak media ini, Jumat (4/9).

Dijelaskannya ada banyak serangan hama yang bisa menggangu para petani kakao, seperti organisme pengganggu tanaman (OPT). Yang di antaranya hama penggerek buah, hama pengisap buah, penyakit busuk buah, hingga hama tupai. Apabila terjadi maka akan bisa menurunkan produksi 20 sampai 80 persen.

“Setiap jenis tanaman pasti ada hama yang mengganggu para petani, baik itu karet, jagung, padi dan juga kakao. namun semua hama tanaman pasti ada cara untuk mengatasinya,” ujarnya.

Joko pun menyampaikan beberapa cara mengendalikan hama kakao. Baik itu fungisida maupaun secara tradisional. Dan cara-cara tersebut diterangkannya bisa dilakukan para petani secara mandiri. “Jadi para petani juga harus bisa bekerja sama melakukan pengendalian pemberantasan hama ini,”ucapnya.

“Karena itu kami berharap hama-hama penggangu bisa segera teratasi. Sehingga para petani tidak mengalami kesulitan dalam menghasilkan buah kakao,” pungkasnya. (*plp/arp)


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 18:24

Batu Bara Lesu, Penjualan Roda Dua Turun 30 Persen

TANJUNG REDEB – Turunnya harga batu bara turut berimbas terhadap…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:42

Tingkatkan Produktivitas Kakao, 163 Hektare Lahan Petani Direhabilitasi

TANJUNG REDEB – Bantu meningkatkan produktivitas maupun produksi kakao dan…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:20

Tingkatkan Produksi Sapi

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau optimis…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:17

Petani Diminta Hindari Bibit Abnormal

TANJUNG REDEB - Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Amran imbau…

Senin, 07 Oktober 2019 13:09

Jaga Harga Cabai Tetap Normal

TANJUNG REDEB – Untuk menekan tingginya harga cabai di pasaran,…

Minggu, 06 Oktober 2019 12:27

Siap-Siap..!! Akhir Bulan Masuk Musim Tanam Padi

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau,…

Sabtu, 05 Oktober 2019 11:15

Perkebunan Kakao Banyak Diserang Hama

TANJUNG REDEB – Produksi perkebunan kakao di Berau masih tinggi…

Selasa, 01 Oktober 2019 15:18

INGAT..!! Pelaku Usaha Jangan Sediakan Kantung Plastik

TANJUNG REDEB – Upaya mengurangi penggunaan plastik terus digalakkan Pemerintah…

Minggu, 29 September 2019 08:52

Registrasi Apindo Jadi Kewajiban

TANJUNG REDEB- Gubernur Kaltim Isran Noor, telah menerbitkan edaran Nomor…

Sabtu, 28 September 2019 09:47

Kemarau ..!!! Sudah Asap, Air Susah, Ehhh... Harga Sayur Naik

TANJUNG REDEB – Musim kemarau disebut sebagai biang keladi naiknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*