MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 07 Oktober 2019 12:54
Setengah Saja

PROKAL.CO, ANGKA yang diminta Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi hanya Rp 50 triliun. Untuk mendukung infrastruktur penyangga ibu kota negara (IKN). Angka itu, sama dengan 17 tahun nilai APBD Kabupaten Berau bila berada pada angka Rp 3 triliun.

Pak wali cukup realistis. Sebab biaya yang diminta itu, untuk membiayai megaproyek dalam mendukung IKN. Disebutkan, menambah panjang landasan pacu bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

Juga merencanakan menuntaskan jalan tol dari Balikpapan arah Samarinda dan menuju bandara. Termasuk rencananya, membangun sebuah perguruan tinggi di bidang teknik. Dan, banyak lagi yang memerlukan biaya. Rencana yang banyak itu, butuh biaya Rp 50 triliun. Dan, banyak lagi yang ia rencanakan.

Bagaimana dengan Berau. Walaupun jaraknya IKN tidak sedekat Balikpapan, Berau juga harus siap menjadi kabupaten penyangga. Berau masih banyak kekurangan infrastruktur. Masih memerlukan biaya yang juga tidak sedikit.

APBD tidak sebanding dengan apa yang direncanakan pemkab setiap tahunnya. Banyak rencana yang harus ditunda. Mendahulukan skala prioritas. Di tengah jalan, yang diprioritaskan itupun bisa kekurangan biaya.

Berau memang jauh dari pusat IKN. Berdekatan dengan Provinsi Kaltara. Berbatasan dengan Malaysia dan Filipina. Juga butuh persiapan besar.

Ketika IKN ditetapkan dan mulai dilakukan pembangunan infrastruktur, pada saat yang sama Berau juga harus bergerak. Berau juga butuh jalan bebas hambatan, yang mengarah ke IKN melewati Bontang dan Kutai Timur. Juga butuh jalan cepat menuju Kalimantan Utara dan di dalam daerah sendiri.

Sama dengan apa yang diusulkan wali kota Balikpapan, Berau juga perlu meningkatkan landasan pacu bandaranya. Agar bisa didarati pesawat berbadan besar. Berjaga-jaga, bila ada kunjungan presiden.  Bandara Kalimarau perlu dipersiapkan menjadi embarkasi haji.

Berau juga harus meningkatkan hasil pertanian. Diperlukan biaya untuk melakukan percetakan sawah baru. Membuka lahan yang tidak dimanfaatkan, untuk menjadi kawasan persawahan. Juga kawasan perkebunan.

Berau juga memerlukan perguruan tinggi, untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang punya nilai saing yang tinggi. Termasuk meningkatkan SDM pemuda yang tinggal di daerah pedalaman.

Daerah juga butuh pembangkit listrik skala besar. Mampu melayani semua kecamatan. Termasuk pembangkit yang akan menerangi pulau yang berpenghuni.

Berau butuh biaya untuk segera mengirimkan tenaga-tenaga muda untuk belajar berbagai disiplin ilmu di luar negeri. Termasuk para tenaga dokter, ditingkatkan menjadi dokter spesialis.

Ketika IKN ditetapkan, maka pengembangan pariwisata dan budaya akan menjadi perhatian serius. Kalau sekarang Maratua sebagai pulau terluar di Kaltim.  Di saat IKN nanti, akan menjadi pulau terdepan di IKN.

Jangan terkejut nanti, bila gelombang warga dari daerah lain datang dan menetap di Berau. Mereka melihat, ketika IKN maka peluang untuk mendapatkan pekerjaan semakin terbuka. Bisa jadi, akan membuka lahan yang menurut mereka tak punya pemilik.

Untuk membiayai semua itu, Berau butuh berapa banyak biaya. Harusnya sudah ada yang ditugaskan untuk membuat sebuah perencanaan. Perencanaan menghadapi IKN. Di mana Berau juga menjadi daerah harapan. Daerah penyangga.

Berkelakar saya tanyakan pada Pak Agus Tantomo, wakil bupati Berau. Kira-kira Berau butuh berapa di tahap awal. “Separonya dari apa yang diusulkan Pak Rizal, sudah cukup,” kata Pak Agus tersenyum. (*/udi)


BACA JUGA

Selasa, 05 November 2019 18:23

Geisha

SAYA tahunya Geisha itu salah satu kelompok musik asal Pekanbaru.…

Senin, 04 November 2019 19:12

Sakura dalam Pelukan

   “JANGAN lupa kunjungi Ginza.” Itu pesan teman saya sebelum…

Minggu, 03 November 2019 10:42

Joker, Keyakinan dan Radikalisme

Oleh: Endro S Efendi   Selama ini, ilmu mengenai pikiran…

Minggu, 27 Oktober 2019 01:11

Stres? Saatnya Relaksasi

MENDENGAR kata ini, yang terbayang biasanya orang duduk bersila seperti…

Sabtu, 26 Oktober 2019 14:39

Mappanre(ri)tasi

SAYA tidak punya catatan, sejak kapan acara Buang Nahas mulai…

Jumat, 25 Oktober 2019 18:17

Tangisan Bu Susi

WANITA kuat dan pemberani itu menangis. Pada acara pisah sambut…

Rabu, 23 Oktober 2019 14:18

Ada yang Gelisah

SAYA tidak mengikuti penuh pidato Pak Joko Widodo, usai dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 12:47

Titik Nol

SAMPAI sekarang, saya belum tahu di mana lokasi titik nol…

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*