MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 09 Oktober 2019 12:08
9 di Korea, 1 di Berau

PROKAL.CO, GILIRAN saya yang harus banyak bertanya dengan anak saya. Terutama soal makanan khas Korea. Saya belum pernah ke Korea, tapi anak saya pernah menikmati liburan ke Negeri Ginseng itu.

Meskipun singkat, sepulangnya dari Korea ada saja yang ia pertontonkan. Saya melihat telur ayam dimasukkan dalam freezer lemari es. Tak lama setelah beku, telur itu dilumuri tepung dan digoreng. Saya tanyakan nama masakan apa. Anak saya dengan lugunya menjawab “lupa namanya”.

Kesempatan lain anak saya membuat telur dadar. Saya pikir sama kalau saya buat telur dadar yang kering. Ternyata berbeda. Telur dadar versi anak saya setelah melewati proses goreng, lalu ditempatkan di atas nasi. Di situlah sensasinya, telur terbelah dan lumer.

Ada 10 makanan Korea yang nikmat untuk dicicipi. Yakni Bibimbap, Kimchi, Sannakji, JajangMyeon, Kimbap, Tteokbokki, Beondegi, Yangyeon, Tongdak, Miyeokguk dan Bulgogi.

Saya baru tahu, setelah pulang ke rumah. Ternyata dari 10 jenis makanan Korea itu, salah satunya sudah ada di Berau. Mungkin juga lebih, tapi saya tidak tahu di mana rumah makan yang menawarkan itu.

Sebetulnya saat itu saya tengah asyik menikmati Sarabba di warung Pak Ilyas di kawasan Jalan Pemuda, Tanjung Redeb. Tiba-tiba ada telepon dari Pak Wawan, mengabarkan ada undangan makan. Lokasinya di Jalan Kapten Tendean. Dalam hati saya  bertanya, warung mana yang masih buka di atas jam 21.00 Wita.

Saya masuk ke warung Pak Bos. Saya pikir tempat ini yang dimaksud. Ternyata Pak Wawan tidak ada. Yang ada justru Pak Firman, Direktur Berau Post, yang sedang makan bersama tim yang menangani mesin cetak.

Salah masuk rupanya. Warung yang dimaksud Pak Wawan adalah rumah makan yang baru buka. Aduh, rupanya saya ketinggalan informasi. Namanya rumah makan ‘Ory Food Lovers’. Baru saja tutup, tapi ‘dipaksa’ untuk buka kembali. Khusus melayani yang sedang kelaparan di tengah malam. Termasuk saya yang juga pengidap Night Eating Syndrome (NES).

Rumah makan Ory Food Lovers, menyediakan menu Korea. Ada daging irisan tipis yang sudah berbumbu. Manis rasanya. Ada taburan wijen. Ada dua jenis sambal. Ada bawang putih cincang dan mentega. Irisan daging itu di goreng. Ada juga jagung dan jamur putih.

Enak rasanya. Saya ingat teman saya pernah mengajak saya ke salah satu restoran Jepang di sekitar Jalan Thamrin, Jakarta. Warung Jepang. Bukan rumah makan Korea. Dagingnya dibakar. Sang koki melakukan atraksi terlebih dahulu sebelum memulai memasak.

Kalau diurut usia, kelompok Berau Jurnalis Divers (Berjudi) saya yang paling tua. Lalu Pak Agus Tantomo, Wakil Bupati Berau. Menyusul anggota lainnya yang masih muda belia. Usia yang tidak memilih-milih jenis masakan. Makanya Pak Wawan badannya sekarang tumbuh tak terkontrol.

Tidak terasa, sudah tiga mangkuk kecil irisan daging habis. Saya tidak tahu sudah berapa iris yang saya nikmati. Dalam hati terus bertanya-tanya, “enggak apa-apa kah ya?”. Kan saya yang paling tua.

Saya memang belum pernah mendapat nasihat dokter soal makanan yang boleh dan harus dikurangi. Saya hanya menjadi dokter pada diri sendiri.

Usai kumpul dan membahas rencana penyelaman di Pulau Maratua, sambil menikmati daging dan Jamur goreng, saya masih penasaran. Mengapa rumah makan ini buka saya tidak tahu. Rupanya saya mulai minim informasi. Diam-diam saya minta nomor telepon. Siapa tahu kesempatan lain saya datang bersama anak dan istri saya.

Tiba di rumah saya masih penasaran. Apa nama masakan yang tadi saya nikmati itu. Daging tipis yang enak dan dinikmati selagi panas.

Saya temukan juga. Namanya Bulgogi. Itu setelah saya cocokkan antara foto di Google dengan yang saya cicipi di rumah makan tadi. Olahan daging asal Korea. Arti Bulgogi adalah api dan daging. Daging yang digunakan jenis Sirloin atau bagian daging sapi yang bagus.

Kenikmatannya sudah terkenal ke mana-mana. Daging sapi yang diiris tipis-tipis lalu dipanggang atau digoreng dibumbui dengan minyak wijen, bawang putih, lada, kecap serta bumbu-bumbu lainnya membuat rasa Bulgogi tak tertandingi.

Ada sepuluh jenis makanan Korea yang enak. Ternyata salah satunya sudah tersedia di Berau, yakni Bulgogi. Saya masih harus berburu lagi. Siapa tahu di tempat lain juga ada yang jualan menu ala Korea. Sehingga tidak hanya 1 jenis. Lama-lama 10 jenis itu juga ada di Berau. (*/har)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 12:47

Titik Nol

SAMPAI sekarang, saya belum tahu di mana lokasi titik nol…

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:20

Bangku Taman

Oleh: ENDRO S EFENDI SELAMA ini, ilmu mengenai pikiran yang…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:14

OTT

MENUNGGU dari tadi, tak muncul juga. Teh susu buatan Bu…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:53

Tuha Sudah Wal

USIA tak bisa disembunyikan. Jalan kaki sebentar, lalu nafas terengal-engal,…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:07

Tak Ada “Lawang”

“KALAU di Makassar, tidak ada lawang na,” kata teman saya asal…

Senin, 14 Oktober 2019 18:13

Bujurankah?

“Bujurankah?” tanya teman saya lewat pesan singkat. “Apanya nang bujur,”…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:52

Nasib Pelayanan Kesehatan di Balik PMK NO.30/2019

TERBITNYA Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 30 Tahun 2019 menggantikan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:17

Hiu dan Hui

"SAYA Kecolongan,” kata Pak Agus Tantomo, Wakil Bupati Berau. Responsnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*