MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 09 Oktober 2019 12:13
Kok tidak mengalir
Saipul Rahman

PROKAL.CO, "TOLONG Pak, air di tempat kami sudah dua hari mati". Berbagai keluhan disampaikan oleh warga dalam berbagai kesempatan seperti di warung kopi, obrolan tetangga, atau sekadar pembuka pembicaraan ketika seorang bertemu dengan sahabatnya.

Keluhan beragam ada yang sifatnya memaklumi dan memberi semangat, tapi ada juga yang mengkritik bahkan mencaci. Tidak sedikit memilih untuk mengumumkannya kepada dunia melalu media sosial, yang tentu bisa diakses secara online dari berbagai penjuru dunia. Pendek kata, tema air macet menjadi tranding topic di dunia maya, dan dunia nyata beberapa hari di Kota Tanjung Redeb.

Apa sebabnya air PDAM tidak mengalir beberapa waktu terakhir? Secara sederhana, hanya dua sebabnya yaitu padamnya listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan bocornya pipa PDAM akibat banyak proyek drainase di mana-mana.

Inilah yang dijelaskan oleh Direktur PDAM Tirta Segah, ketika diwawancarai oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau sebagai faktor eksternal. Lalu apakah lantas PDAM kemudian ‘cuci tangan’ dengan kondisi ini dan mengkambinghitamkan pihak eksternal? Jawabannya tentu tidak. Bagaimana penjelasannya?

Tanggal 1 Oktober 2019 lalu, Pak Hendra Manager PLN Berau datang bersilaturahmi dengan PDAM Berau. "Saya ke sini bersama teman-teman karena ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan PDAM yang mengirim air bersih ke Pembangkit listrik di Lati,” ucap Pak Hendra ketika itu. Gara-gara intrusi air laut ke Lati memang sempat mengganggu produksi listrik untuk sebagian wilayah Berau.

"Saya juga terima kasih atas suplai listrik PLN selama ini. Untuk kiriman air ke Lati memang sudah kewajiban saya agar kita saling membantu karena saya percaya kita hidup dalam sebuah sistem, di mana kita saling ketergantungan dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya," jawabku.

Ya memang betul, jika saya tidak bantu maka krisis listrik akan berkepanjangan, juga akan berpengaruh pada operasional PDAM. Saya teringat ketika mengikuti training management di San Fransisco tahun lalu.

David Stroh yang terkenal sebagai salah satu trainer System Thinking mengingatkan. "Anda tidak akan pernah mampu menyelesaikan persoalan jika anda tidak merasa bagian dari persoalan tersebut," ucap David.

Hal ini sembari menunjukkan sebuah gambar perahu berpenumpang empat orang yang akan tenggelam akibat perahu bocor. Jadi saya merasa, bahwa persoalan yang dihadapi PLN adalah bagian dari persoalan saya juga. Maka saya akan berupaya untuk berkontribusi mencari solusi terbaik bagi PLN.

Kembali ke soal keluhan pelanggan di atas, saya berharap demikian juga cara masyarakat berpikir. Jika demikian, maka saya bisa gunakan sebagian dari tunggakan piutang Rp 18 miliar yang heboh beberapa waktu lalu untuk membeli generator set (Genset) mobile.

Menurut info Pak Hendra, untuk kapasitas 250 KVA tidak sampai Rp 1 miliar dan bisa dipindahkan di IPA mana yang sedang gangguan aliran PLN. Saya juga membayangkan jika PDAM Berau bisa alokasikan valve management sekitar Rp 5 miliar agar jika ada kebocoran, tinggal tutup valve secara otomatis seperti yang saya lihat di Palyja, Jakarta sehingga bisa meminimalkan area terdampak.

Wajar saja mereka punya sistem yang canggih, karena total pendapatan air mereka sudah di atas Rp 1 triliun per tahun. Intinya saya hanya ingin sampaikan bahwa percuma kalau hanya mencaci kinerja PDAM, tapi tidak pernah mendukung penuntasan piutang pelanggan dan menghilangkan kebiasaan menunggak di tengah masyarakat.

Jika pendapatan PDAM meningkat, manfaatnya juga kembali ke masyarakat. Lalu bagaimana peran pelanggan di Berau? Alhamdulillah masih ada sekitar 65 persen pelanggan yang rajin bayar tepat waktu.

Mereka inilah yang selalu berkontribusi aktif mempertahankan PDAM bisa berjuang hingga saat ini, karena saat ini PDAM Berau sama sekali tidak mendapat uang cash subsidi Pemkab seperti yang diduga sebagian orang.

Yang 35 persen? Tentu mereka tidak berani bersuara nyaring menuntut hak mereka, karena belum bayar kewajibannya. Jika pun berani, maka itu yang dibilang Bang Rhoma sebagai ‘terlalu’.

Saya tidak ingin mencari kambing hitam lainnya tapi jika pelanggan mau membayar tepat waktu, dan melunasi piutang maka saya yakin kondisinya bisa lebih baik dari sekarang.

Tentu ini juga harus diimbangi dengan semangat kerja ikhlas-cerdas-keras-tuntas PDAM Berau. Tanpa hal ini, ibarat bertepuk sebelah tangan, tidak akan menghasilkan apapun kecuali kehampaan.

Akhirnya, saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah harapan, semoga semua pelanggan PDAM Berau memiliki semangat kontribusi yang tinggi untuk perbaikan kualitas pelayanan PDAM dan demikian juga staf PDAM akan mengimbangi semangat pelanggan ini dengan kerja ikhlas-cerdas-keras-tuntas.

*) Direktur PDAM Berau


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:20

Bangku Taman

Oleh: ENDRO S EFENDI SELAMA ini, ilmu mengenai pikiran yang…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:14

OTT

MENUNGGU dari tadi, tak muncul juga. Teh susu buatan Bu…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:53

Tuha Sudah Wal

USIA tak bisa disembunyikan. Jalan kaki sebentar, lalu nafas terengal-engal,…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:07

Tak Ada “Lawang”

“KALAU di Makassar, tidak ada lawang na,” kata teman saya asal…

Senin, 14 Oktober 2019 18:13

Bujurankah?

“Bujurankah?” tanya teman saya lewat pesan singkat. “Apanya nang bujur,”…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:52

Nasib Pelayanan Kesehatan di Balik PMK NO.30/2019

TERBITNYA Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 30 Tahun 2019 menggantikan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:17

Hiu dan Hui

"SAYA Kecolongan,” kata Pak Agus Tantomo, Wakil Bupati Berau. Responsnya…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:46

Ronal vs Oetomo

UNTUNG saya tiba di ‘kantor’ Hoky lebih awal. Jika tidak,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*