MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 11 Oktober 2019 18:51
Picu Kanker Hingga Radang Tenggorokan

Konsumsi Makanan dari Minyak Curah

BAHAYA BAGI TUBUH: Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan minyak curah, karena berbahaya bagi kesehatan tubuh.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Rencana pemerintah untuk melarang perdagangan minyak curah turut didukung Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau. Pasalnya, penggunaan minyak curah disebut tidak terjamin higienis atau kebersihannya.

Diketahui, awal 2020 mendatang, pemerintah berencana akan melarang segala bentuk perdagangan minyak curah di seluruh pasar di Indonesia. Kekhawatiran terhadap kontaminasi saat proses pengemasan hingga bekas pakai, dianggap dapat mengancam kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Totoh Hermanto menjelaskan bahwa minyak curah tidak aman untuk dikonsumsi. Sebab, minyak bekas pakai itu sudah mengalami beberapa kali pemanasan dan memunculkan zat karsinogen yang dapat memicu kanker.

“Pemanasan berulang dapat mengubah komposisi minyak. Jika dipanaskan berkali-kali, minyak melepaskan zat kimia yang berpotensi bersifat karsinogenik atau memicu kanker,” jelasnya, Kamis (10/10).

Dampak itu dikatakannya belum termaksud kemasan yang jauh dari standar higienis. Karena memunculkan zat-zat bebas yang berhaya bagi manusia. “Minyak bekas juga mengandung kolesterol tinggi dan menimbulkan berbagai penyakit. Misalnya risiko penyakit jantung, alzheimer, parkinson dan radang tenggorokan,” terangnya.

Karena itu, Totoh menyarankan, agar masyarakat tidak menggunakan minyak curah untuk proses memasak. Dan mengganti dengan minyak baru yang telah dijamin kualitasnya oleh pihak produsen. “Sebelum membeli,  periksa warna dan ketebalan setiap kali akan menggunakan minyak bekas pakai. Jika warna telah berubah gelap, artinya minyak tak bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Wiyati dukung sikap Kementerian Perdagangan yang melarang penjualan minyak goreng curah.

Karena hal itu akan melindungi masyarakat, mengingat minyak curah adalah minyak bekas sehingga tidak lagi terjamin kualitas, kehigenisan dan kehalalannya. Bisa saja, minyak goreng bekas itu digunakan untuk memasak makanan yang secara syariah dilarang untuk dikonsumsi oleh masyarakat muslim.

“Tujuannya adalah melindungi konsumen, karena kalau barang sudah dibuka dari kemasannya, apalagi sudah digunakan menurut BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sudah terkontaminasi. Jadi produk yang dikemas ulang itu dilarang,” kata Wiyati ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/10) lalu.

Jangankan produk bekas yang dikemas ulang, menurut Wiyati, produk makanan dan minuman yang kemasannya sudah rusak pun sebenarnya sudah dilarang untuk dijual. “Seperti minuman atau makanan kaleng itu, kalau penyok sedikit saja sudah tidak boleh dijual. Karena kalau kemasan yang terbuat dari kaleng itu penyok, dikhawatirkan lapisan pelindung karat akan rusak dan mengontaminasi produk,” jelasnya. (*/aky/arp)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 10:52

Kerap Jadi Penyebab

TANJUNG REDEB – Meminimalkan terjadinya gangguan listrik akibat faktor alam,…

Selasa, 12 November 2019 10:51

Rutinkan Patroli, Tindak Pelaku Balap Liar

TELUK BAYUR – Aksi balap liar di wilayah Kecamatan Teluk…

Selasa, 12 November 2019 10:37

Usulkan Pengerukan Sungai Makasang dan Kalibasau

GUNUNG TABUR – Lurah Gunung Tabur, Lutfi Hidayat berharap pemerintah…

Selasa, 12 November 2019 10:35

Usulkan Pemekaran Kecamatan Merancang

GUNUNG TABUR – Ingin pengembangan kampung bisa berjalan lebih cepat,…

Senin, 11 November 2019 10:05

Manfaatkan Posyandu untuk Kesehatan Masyarakat

SAMBALIUNG – Camat Sambaliung, Nazaruddin minta masyarakat khususnya yang memiliki…

Senin, 11 November 2019 09:47

DLHK Janji Bantu Kecamatan

TELUK BAYUR - Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Pengendalian…

Senin, 11 November 2019 09:46

Bentuk Transparansi, Ini yang Dilakukan Kepala Kampung

GUNUNG TABUR – Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakatnya. Kepala Kampung…

Senin, 11 November 2019 09:45

Minim Anggaran, Pemasangan PJU Urung Dilakukan

TELUK BAYUR– Dinas Perhubungan (Dishub) Berau kini tengah dilema. Pasalnya,…

Senin, 11 November 2019 09:43

UMK Dipredisi Naik Tinggi

TANJUNG REDEB – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau mengklaim Upah Minimum…

Senin, 11 November 2019 09:42

Murjani II Paling Rawan

TANJUNG REDEB - Walau beberapa kali ditertibkan, aksi kenakalan remaja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*