MANAGED BY:
JUMAT
15 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 13 Oktober 2019 18:49
Solar Kosong, Nelayan Tidak Melaut

Pertamina Klaim Pendistribusian ke APMS Lancar

TAK MELAUT: Nelayan di Kampung Kasai tidak bisa melaut karena kesulitan bahan bakar.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Masyarakat nelayan di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, kesulitan memperoleh BBM jenis solar. Kondisi ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. Dampaknya, sejak dua hari ini mereka tidak lagi melaut.

Perwakilan nelayan Kampung Kasai, Andi Samsuddin Mandapih mengakui, hingga kini, nelayan belum bisa melaut karena tidak mendapat bahan bakar. Satu-satunya stasiun pengisian bahan bakar, yakni APMS (agen penyalur minyak solar) Tanjung Batu, beberapa hari ini juga tidak melayani penjualan solar. Padahal, nelayan di Kampung Kasai sangat bergantung dengan APMS Tanjung Batu.

Bahkan, nelayan sudah berusaha mencari ke beberapa tempat untuk keperluan melaut. “Sudah dua hari ini (Jumat-Sabtu) nelayan tidak melaut karena solar lagi kosong. Nelayan bingung mau cari di mana karena tidak ada satu pun yang menjual,” ujarnya.

Disebutkan Andi, selain di APMS, para nelayan biasanya membeli solar dengan bos penampung hasil tangkapan. Solar itu juga diperoleh dari pengecer yang biasa mengantre di APMS Tanjung Batu. Alasannya, untuk mempermudah nelayan memperoleh solar. Karena jarak dari Kampung Kasai ke APMS sekitar 1 jam perjalanan.

“Rata-rata para nelayan di sini (Kasai) sudah terdaftar di Dinas Perikanan. Jadi untuk mengambil BBM di APMS harus membawa surat rekomendasi Dinas Perikanan,” katanya.

Surat rekomendasi dari Dinas Perikanan itu dititipkan ke pengecer untuk mengambil solar di APMS. “Karena jarak tadi itu membuat para nelayan menitipkan surat ke pengecer. Nanti pengumpulnya yang mendistribusikan ke nelayan,” sambungnya.

Sementara, Iwan yang merupakan bos pengumpul hasil tangkapan para nelayan turut membenarkan adanya kelangkaan solar. Kapal nelayan pun terpaksa kandas. Ia menjelaskan niatnya mempermudah para nelayan untuk mendapatkan solar. Sehingga melalui dirinya, rekomendasi Dinas Perikanan untuk nelayan dibawa agar bisa dilayani di APMS setempat.

“Mau beli 5 liter solar saja tidak ada di sini (Kampung Kasai). Sementara informasi dari warga yang sering antre di APMS pun sedang tidak menjual saat ini. Entah belum didistribusikan atau tidak, saya tidak tahu pasti. Yang jelas solar di Kasai sulit didapatkan,” beber Iwan.

“Ada juga sih nelayan yang langsung ke APMS, tetapi selama ini kami bantu untuk mengambilkan saja, jadi para nelayan tidak perlu antre,” sambungnya.

Disebutkannya, rata-rata pemakaian BBM nelayan per bulan mencapai 300 sampai 400 liter. Sementara di Kasai terdapat sekitar 300 nelayan. Sedangkan untuk pengambilan di APMS ada batasannya. “Tentu tidak cukup. Pemakaian dengan yang diberikan tidak sesuai. Jika kehabisan terpaksa mencari di tempat lain,” bebernya.

Pihaknya pun berharap dengan adanya persoalan ini, di Kampung Kasai ada APMS. Paling tidak ada APMS mini. Pertimbangannya jarak tempuh ke APMS Tanjung Batu cukup jauh.

“Khawatirnya terjadi kelangkaan berkepanjangan. Tentu akan merugikan nelayan. Semoga pemerintah dan pihak terkait bisa memberikan solusi terhadap persoalan ini,” harapnya.

Terpisah, Humas PT Pertamina MOR VI Kalimantan, Aris Buana, mengklaim tidak ada kendala distribusi ke APMS Tanjung Batu. Rata-rata realisasi 3 kiloliter per hari. Ia juga menjelaskan, Pertamina hanya melayani kepada konsumen (nelayan) yang memiliki surat rekomendasi dari Dinas Perikanan.

“Untuk pengecer bukan ranah kami, karena bukan lembaga penyalur resmi. Jika nelayan mau, langsung beli di APMS. Tapi terlebih dahulu mendaftar ke Dinas Perikanan,” jelas Aris.

Pihaknya kata dia hanya mendistribusikan BBM ke setiap APMS. Sehingga untuk sosialisasi ke nelayan merupakan ranah pemerintah daerah atau biasanya melalui kepala desa dan camat setempat. “Jika memang sudah mendapatkan surat rekomendasi, silakan ke lembaga penyalur yang  direkomendasikan pemerintah,” pungkasnya. (mar/har)


BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 10:56

Air Sungai Segah Berubah Warna, PDAM Tetap Produksi

TANJUNG REDEB – Kondisi air Sungai Segah yang menjadi bahan…

Kamis, 14 November 2019 10:49

Terdakwa Ajukan Kasasi

TANJUNG REDEB - Penasihat Hukum terdakwa kasus korupsi pengadaan kapal…

Rabu, 13 November 2019 11:56

Air Sungai Segah Berubah, Petani Keramba Mulai Waswas

KEMBALI terjadinya perubahan warna air Sungai Segah membuat para petani…

Rabu, 13 November 2019 11:54

Delapan Kandidat Daftar di Demokrat

TANJUNG REDEB – Rusianto menunjukkan keseriusannya maju pada pemilihan kepala…

Rabu, 13 November 2019 11:50

Warna Air Sungai Berubah, Warga Diserang Gatal-Gatal, Ikan pun Mati

DAMPAK perubahan warna air Sungai Segah juga mulai dirasakan warga…

Rabu, 13 November 2019 11:48

Air Sungai Berubah Warna, Ikan Mati, Ini yang Dilakukan Pemkab Berau

TANJUNG REDEB – Fenomena berubahnya warna air Sungai Segah yang…

Selasa, 12 November 2019 10:14

Akhirnya Segini Nih UMK di Kabupaten Berau....

TANJUNG REDEB – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau tahun 2020…

Selasa, 12 November 2019 09:57

Polres Sudah Amankan 10 Pelaku Karhutla

TANJUNG REDEB – Sepanjang tahun 2019 ini, Satreskrim Polres Berau…

Selasa, 12 November 2019 09:49

Air Sungai Segah Kembali Berubah Warna

TANJUNG REDEB – Fenomena berubahnya warna air Sungai Segah tahun…

Selasa, 12 November 2019 09:46

Massa Tuntut Pengelolaan Gua Tilayak Dikembalikan

TANJUNG REDEB – Sekelompok massa yang mengatasnamakan Lembaga Pemangku Adat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*