MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 15 Oktober 2019 10:07
Tak Ada “Lawang”

PROKAL.CO, “KALAU di Makassar, tidak ada lawang na,” kata teman saya asal Makassar, pada satu acara kumpul-kumpul. Yang dibahas soal sebuah bangunan besar yang ada di salah satu tempat di Makassar.

“Lho, bagai mana caranya masuk, kalau tidak ada lawangnya,” kata teman saya yang lain, menyela.

Sampai kapan pun, pembicaraan ini tidak akan jumpa titik temu. Satu menyebut lawan, karena aksen dari Makassar bertambahlah huruf ‘g’. Artinya jadi lain.

Sedangkan teman saya yang lainnya, mengartikan sebenarnya dalam bahasa Banjar, berarti pintu. Karena disebut, bangunan tidak ada Lawangnya, maka seperti itulah respons teman saya.

Banyak lagi bahan diskusi atau sekadar ngobrol lucu-lucuan yang sering tercipta bila sedang berkumpul.

Catatan saya hari ini, bercerita “lawang” dalam bahasa Banjar. Bukan lawang, bahasa teman-teman saya. Termasuk bahasa saya juga.

Beberapa hari lalu, pak bupati menyebut soal satu pintu. Ini perlu dimaknai luas. Bahwa terkait dengan kebijakan, maka benarlah hanya bupati yang punya wewenang itu. Tapi, bupati bisa saja melimpahkan kepada yang lainnya.

Sebutan satu pintu, kita sering melihat pada sebuah pemberitaan lokal maupun nasional. Seperti ada satu judul berita ‘Dibuat Satu Pintu, Hanya Wiranto yang Boleh Bicara Soal Papua’.  Itu judul sebuah berita media online yang saya baca. Kita semua tentu bisa mengartikan.

Atau, pak bupati bisa juga memberikan kewenangan kepada yang lain, terkait satu pintu. Misalnya, ‘Dibuat Satu Pintu, Hanya Direktur PDAM yang Bisa Bicara Soal Kebocoran Pipa di KM 5‘. Yang menjadi kewenangan satu pintu oleh bupati, bisa saja diserahkan ke yang lainnya.

Jadi, apa yang ditegaskan bupati soal ‘satu pintu’ itu, tak perlu dipermasalahkan. Memang menjadi kewenangannya. Hal biasa saja.

Akan beda, dengan ‘satu pintu’, seperti yang disampaikan Atilagarnadi, Ketua Komisi II DPRD Berau, yang membidangi pariwisata. Ia menyebutkan, perlu dibuat kebijakan satu pintu, masuknya wisatawan ke Kabupaten Berau, khususnya yang berada di pulau-pulau.

Saya sangat tertarik dengan hasrat Pak Atilagarnadi. Akan banyak kemudahan yang bisa diperoleh. Kemudahan melakukan pungutan, dan kemudahan dalam melakukan penghitungan jumlah wisatawan yang datang.

Kalau yang tiba dengan menggunakan pesawat dari Bandara Kalimarau sangat mudah. Akan terpantau di Pelabuhan Tanjung Batu dan Pelabuhan Wisata Gayam. Yang datang lewat Kota Tarakan (Kalimantan Utara) atau jalur darat dari Kota Samarinda yang langsung ke Bidukbiduk, ini yang perlu dibicarakan.

Pak Atilagarnadi sudah memberikan isyarat. Dewan sudah punya konsep. Dewan tentu akan siap memberikan dukungan finansial. Tinggal cari waktu, bahas bersama-sama.

Kayaknya, Pemkab Berau juga sudah membentuk UPTD Pariwisata. Tahap awal, khusus UPTD Wisata Pulau Derawan.  Menyusul UPTD Wisata Pulau Maratua. Dan mungkin UPTD Wisata Wilayah Pesisir. Perangkat birokratnya sudah dipersiapkan.

Bagaimana dengan Tarakan yang ikut “menjual” wisata di wilayah Berau. Tak masalah, kata Atilagarnadi, sepanjang mau mengikuti aturan main yang diterapkan di Kabupaten Berau.

Termasuk menyampaikan rencana satu pintu itu. Dan harus dipatuhi. Di mana titik satu pintu yang ditetapkan, Pemkot Tarakan (Dinas Pariwisata) dan Pemkab Berau harus membuat kesepakatan bersama. Termasuk Dinas Perhubungan.

Soal pintu, kalau di rumah saya tak ada kebijakan ‘satu pintu’. Sebab, setiap pagi, koran yang datang duluan diantar lewat pintu depan. Sementara yang datang sesudahnya, diantar lewat pintu samping.

Yang mengantar Laundry, juga sudah paham. Kalau pintu depan terkunci, mereka beralih ke pintu samping. Beda kalau yang antar undangan pesta pernikahan. Tak perlu repot, cukup diselipkan di bawah pintu pagar.

Ada juga teman saya yang kadang-kadang bingung mencari ‘lawang’ (pintu). Di depan atau di samping, ada ‘lawangna’. Dua-duanya terkunci. (*/har)


BACA JUGA

Selasa, 05 November 2019 18:23

Geisha

SAYA tahunya Geisha itu salah satu kelompok musik asal Pekanbaru.…

Senin, 04 November 2019 19:12

Sakura dalam Pelukan

   “JANGAN lupa kunjungi Ginza.” Itu pesan teman saya sebelum…

Minggu, 03 November 2019 10:42

Joker, Keyakinan dan Radikalisme

Oleh: Endro S Efendi   Selama ini, ilmu mengenai pikiran…

Minggu, 27 Oktober 2019 01:11

Stres? Saatnya Relaksasi

MENDENGAR kata ini, yang terbayang biasanya orang duduk bersila seperti…

Sabtu, 26 Oktober 2019 14:39

Mappanre(ri)tasi

SAYA tidak punya catatan, sejak kapan acara Buang Nahas mulai…

Jumat, 25 Oktober 2019 18:17

Tangisan Bu Susi

WANITA kuat dan pemberani itu menangis. Pada acara pisah sambut…

Rabu, 23 Oktober 2019 14:18

Ada yang Gelisah

SAYA tidak mengikuti penuh pidato Pak Joko Widodo, usai dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 12:47

Titik Nol

SAMPAI sekarang, saya belum tahu di mana lokasi titik nol…

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*