MANAGED BY:
KAMIS
28 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 16 Oktober 2019 11:53
Tuha Sudah Wal
KENANGAN: Penulis berpose di atas motor Honda 70 yang terparkir di Warung Kopi Hokky, kemarin (15/10).

PROKAL.CO, USIA tak bisa disembunyikan. Jalan kaki sebentar, lalu nafas terengal-engal, itu salah satu tanda. Kalau sudah begitu, teman saya pasti bilang “tuha sudah wal (wal singkatan kawal, yang artinya kawan)”.

Bila mengendarai kendaraan yang sering ditunggangi anak muda, yang lain pasti komentar “tuha sudah wal”.

Tapi, ketika ada berita pengantin pria berusia 71 tahun yang menikahi perempuan belasan tahun. Bukan komentar seperti itu yang terlontar. Kira-kira seperti apa komentarnya. Yang saya pernah dengar, komentarnya “orang tuha hebat,”. Ada juga yang bilang “sayang tempatnya jauh, kalau dekat ia mau berguru,”.

Di warung Hokky, kemarin (15/10) ada tamu yang mampir mengendarai motor Honda keluaran tahun 70. Ustaz Dasat Latif menyebutnya ’Honri’ alias Honda Riolo (dulu). Kalau di Jember, kata teman saya namanya Motor Ulung.

Di kampus dulu, saya mengendarai motor ini. Makanya, ketika melihat saya lalu teringat. Warnanya sama. Juga merah. Masih utuh, kecuali dudukannya yang berubah.

Motor saya dulu dipakai bertiga, jadi kurang perawatan. Saya pernah mencoba jadi jalan yang posisi mendaki. Persis di depan Hotel Mesra. Tiba-tiba terdengar ada suara ledakan.  Saya kira ban motor yang melintas dekat saya yang bermasalah. Ternyata, busi motor yang saya tunggangi melacung (lepas) dari tempatnya.

Saya tertawa, sambil mencari-cari di mana jatuhnya. Teman-teman saya juga tertawa, menceritakan kejadian itu. Akhirnya motor saya, diberi nama ‘Si Melacung’.

Motor itu terbawa pulang ke Makassar. Entah bangkainya ada di mana. Katanya tidak jalan lagi. Motor itu berjasa besar, saya tumpangi menuju Stadion Segiri pada acara  wisuda.

Urusan tuha, bukan saja usia saya dan Honda 70 yang dipakai tamu yang datang ke warung Hokky. Sebutan tuha, juga berlaku pada mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati.

Ramai diperbincangkan, akibat seringnya dilakukan pemadaman listrik ke rumah warga bergantian. Ada yang perbincangkan, berapa kekuatan listrik yang masuk ke pusat distribusi milik PLN di Sambaliung. Dibandingkan dengan pemakaian listrik ketika beban puncak berlangsung. Jawabannya defisit.

Defisit karena pasokan yang diterima lebih sedikit dengan beban listrik yang disalurkan. Kalau pasokan hanya 21 Mega Watt, sedangkan beban puncak 26 Mega Watt. Selisih itulah defisitnya.

Saya lalu berpikir. Ada dua pembangkit di PLTU masuk kategori generasi pertama. Walaupun hitungannya 2x7 MW, mesin itu tidak sanggup lagi memproduksi 14 MW. Ditambah 1x7 MW juga, tetap pasokannya tidak sebanyak yang diperlukan.

PLTU juga memakai sendiri. Dalam perjalanan ke Sambaliung, juga ada setrum yang terbuang. Tidak tahu, berapa persen yang terbuang dalam perjalanannya.

Lupakanlah sejenak. Walaupun masih ada 1x7 MW PLTU di Teluk Bayur. Generasi pertama yang ada di Lati, sudah masuk kelompok mesin ‘tuha’. Tidak bisa lagi di gas pol, untuk menghasilkan 14 MW. Namanya mesin tuha, harus dijaga ‘perasaannya’.

Kalau dua mesin tuha itu ‘ngambek’. Dampaknya akan terasa pada ribuan pelanggan PLN. Juga dampaknya ke rumah saya, yang sangat bergantung dengan listrik. Terhenti beberapa jam, ratusan ikan Koi saya terancam jiwanya.

Seperti apa kesimpulan pembicaraan antara pengelola PLTU dengan Komisi II DPRD. Saya tidak ikut mendengarkan. Semoga saja diakui, kalau dua mesin pertama itu umurnya masuk usia ‘puber’ pertama, alias lebih dari 17 Tahun. Atau ada saran, membangun pembangkit yang baru lagi.

Saya tersenyum bila ingat Honda 70 si Melacung itu. Tapi, sedih, bila ingat dua mesin PLTU yang sudah tuha. Semoga saja, sebutan ‘tuha sudah wal’, hanya untuk motor Honda dan mesin PLTU. Hehe, bukan untuk saya. (*/har)

 


BACA JUGA

Sabtu, 02 Mei 2020 02:38

Mengikuti Mas Agus Bagi Ayam Goreng dan Takjil

JARUM jam baru menunjukkan pukul 15.00 Wita. Tapi halaman rumah…

Sabtu, 25 April 2020 12:34

Kuatkan Diri di Bulan Suci Menghadapi Pandemi

TIDAK terasa kita sudah memasuki bulan yang istimewa bagi umat…

Jumat, 17 April 2020 13:28

Sebagian Dana Desa untuk BLT

SEBAGAI salah satu daerah terdampak Covid-19, setidaknya 18.260 keluarga di…

Sabtu, 11 April 2020 00:30

Virus Ini Lebih Berbahaya Dibanding Corona

SAAT ini, secara garis besar ada tiga virus yang berbahaya.…

Sabtu, 04 April 2020 19:31

Kisah Sampar dan Covid-19

PANDEMI Covid-19 mengingatkan kita pada ulasan Albert Camus dalam novelnya…

Kamis, 12 Maret 2020 21:37

Soundscape Bandara Kalimarau

(do mi sol do) “Perhatian-perhatian, panggilan kepada penumpang pesawat udara…

Rabu, 19 Februari 2020 12:39

Musik Tradisi atau Musik Etnis

Menjelang perhelatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 15:45

Corona Konro

HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat…

Senin, 17 Februari 2020 11:30

Rawan Listrik

KABAR gembira. Pak Makmur yang pernah memimpin Berau dua periode…

Sabtu, 15 Februari 2020 16:40

Segah 119 Tahun Silam

SEPERTI apa suasana Sungai Segah dan Gunung Tabur 119 tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers