MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 16 Oktober 2019 11:53
Tuha Sudah Wal
KENANGAN: Penulis berpose di atas motor Honda 70 yang terparkir di Warung Kopi Hokky, kemarin (15/10).

PROKAL.CO, USIA tak bisa disembunyikan. Jalan kaki sebentar, lalu nafas terengal-engal, itu salah satu tanda. Kalau sudah begitu, teman saya pasti bilang “tuha sudah wal (wal singkatan kawal, yang artinya kawan)”.

Bila mengendarai kendaraan yang sering ditunggangi anak muda, yang lain pasti komentar “tuha sudah wal”.

Tapi, ketika ada berita pengantin pria berusia 71 tahun yang menikahi perempuan belasan tahun. Bukan komentar seperti itu yang terlontar. Kira-kira seperti apa komentarnya. Yang saya pernah dengar, komentarnya “orang tuha hebat,”. Ada juga yang bilang “sayang tempatnya jauh, kalau dekat ia mau berguru,”.

Di warung Hokky, kemarin (15/10) ada tamu yang mampir mengendarai motor Honda keluaran tahun 70. Ustaz Dasat Latif menyebutnya ’Honri’ alias Honda Riolo (dulu). Kalau di Jember, kata teman saya namanya Motor Ulung.

Di kampus dulu, saya mengendarai motor ini. Makanya, ketika melihat saya lalu teringat. Warnanya sama. Juga merah. Masih utuh, kecuali dudukannya yang berubah.

Motor saya dulu dipakai bertiga, jadi kurang perawatan. Saya pernah mencoba jadi jalan yang posisi mendaki. Persis di depan Hotel Mesra. Tiba-tiba terdengar ada suara ledakan.  Saya kira ban motor yang melintas dekat saya yang bermasalah. Ternyata, busi motor yang saya tunggangi melacung (lepas) dari tempatnya.

Saya tertawa, sambil mencari-cari di mana jatuhnya. Teman-teman saya juga tertawa, menceritakan kejadian itu. Akhirnya motor saya, diberi nama ‘Si Melacung’.

Motor itu terbawa pulang ke Makassar. Entah bangkainya ada di mana. Katanya tidak jalan lagi. Motor itu berjasa besar, saya tumpangi menuju Stadion Segiri pada acara  wisuda.

Urusan tuha, bukan saja usia saya dan Honda 70 yang dipakai tamu yang datang ke warung Hokky. Sebutan tuha, juga berlaku pada mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati.

Ramai diperbincangkan, akibat seringnya dilakukan pemadaman listrik ke rumah warga bergantian. Ada yang perbincangkan, berapa kekuatan listrik yang masuk ke pusat distribusi milik PLN di Sambaliung. Dibandingkan dengan pemakaian listrik ketika beban puncak berlangsung. Jawabannya defisit.

Defisit karena pasokan yang diterima lebih sedikit dengan beban listrik yang disalurkan. Kalau pasokan hanya 21 Mega Watt, sedangkan beban puncak 26 Mega Watt. Selisih itulah defisitnya.

Saya lalu berpikir. Ada dua pembangkit di PLTU masuk kategori generasi pertama. Walaupun hitungannya 2x7 MW, mesin itu tidak sanggup lagi memproduksi 14 MW. Ditambah 1x7 MW juga, tetap pasokannya tidak sebanyak yang diperlukan.

PLTU juga memakai sendiri. Dalam perjalanan ke Sambaliung, juga ada setrum yang terbuang. Tidak tahu, berapa persen yang terbuang dalam perjalanannya.

Lupakanlah sejenak. Walaupun masih ada 1x7 MW PLTU di Teluk Bayur. Generasi pertama yang ada di Lati, sudah masuk kelompok mesin ‘tuha’. Tidak bisa lagi di gas pol, untuk menghasilkan 14 MW. Namanya mesin tuha, harus dijaga ‘perasaannya’.

Kalau dua mesin tuha itu ‘ngambek’. Dampaknya akan terasa pada ribuan pelanggan PLN. Juga dampaknya ke rumah saya, yang sangat bergantung dengan listrik. Terhenti beberapa jam, ratusan ikan Koi saya terancam jiwanya.

Seperti apa kesimpulan pembicaraan antara pengelola PLTU dengan Komisi II DPRD. Saya tidak ikut mendengarkan. Semoga saja diakui, kalau dua mesin pertama itu umurnya masuk usia ‘puber’ pertama, alias lebih dari 17 Tahun. Atau ada saran, membangun pembangkit yang baru lagi.

Saya tersenyum bila ingat Honda 70 si Melacung itu. Tapi, sedih, bila ingat dua mesin PLTU yang sudah tuha. Semoga saja, sebutan ‘tuha sudah wal’, hanya untuk motor Honda dan mesin PLTU. Hehe, bukan untuk saya. (*/har)

 


BACA JUGA

Selasa, 05 November 2019 18:23

Geisha

SAYA tahunya Geisha itu salah satu kelompok musik asal Pekanbaru.…

Senin, 04 November 2019 19:12

Sakura dalam Pelukan

   “JANGAN lupa kunjungi Ginza.” Itu pesan teman saya sebelum…

Minggu, 03 November 2019 10:42

Joker, Keyakinan dan Radikalisme

Oleh: Endro S Efendi   Selama ini, ilmu mengenai pikiran…

Minggu, 27 Oktober 2019 01:11

Stres? Saatnya Relaksasi

MENDENGAR kata ini, yang terbayang biasanya orang duduk bersila seperti…

Sabtu, 26 Oktober 2019 14:39

Mappanre(ri)tasi

SAYA tidak punya catatan, sejak kapan acara Buang Nahas mulai…

Jumat, 25 Oktober 2019 18:17

Tangisan Bu Susi

WANITA kuat dan pemberani itu menangis. Pada acara pisah sambut…

Rabu, 23 Oktober 2019 14:18

Ada yang Gelisah

SAYA tidak mengikuti penuh pidato Pak Joko Widodo, usai dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 12:47

Titik Nol

SAMPAI sekarang, saya belum tahu di mana lokasi titik nol…

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*