MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:15
Perda Pengelolaan Sampah Lemah

Sosialisasi Tak Merata, DLHK Belum Terapkan Sanksi

DIBERSIHAKAN: Petugas kebersihan dari DLHK membersihkan sampah yang ada di sungai.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Sampah masih menjadi persoalan di Kabupaten Berau. Persoalan itu muncul karena masih ada masyarakat yang ‘hobi’ membuang sampah sembarangan.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab Berau sebenarnya sudah memiliki peraturan daerah (perda) untuk mengatur pengelolaan sampah. Namun sayangnya, Perda Berau Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengolahan Sampah, hingga sekarang tidak berjalan maksimal.

Bahkan sebagian besar masyarakat belum mengetahui adanya perda tersebut. Sebab, sosialisasi yang dilakukan pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau belum merata. Hal ini diakui Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Limbah B3, DLHK Berau, Junaidi.

dia menuturkan, untuk sosialisasi perda, pihaknya masih terkendala anggaran. Anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk menjangkau semua wilayah Kabupaten Berau. Karena belum tersosialisasikan, sehingga masih ada warga yang suka membuang sampah sembarangan, seperti di sungai.

“Untuk membentuk tim pemantau juga belum ada anggarannya,” kata Junaidi, ketika dikonfirmasi, kemarin (18/10).

Untuk menyikapi masyarakat yang membuang sampah di sungai, pihaknya juga belum bisa menerapkan sanksi terhadap pelaku. “Paling tidak setahun setelah sosialisasi baru bisa diterapkan. Sembari menunggu terbentuknya tim yustisi, ujarnya.

“Kami sudah mengusulkan anggaran. Semoga di 2020 bisa disetujui,” sambungnya.

 

Ia pun meminta kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Pasalnya, pihaknya telah mempermudah masyarakat dengan menyiapkan bak sampah maupun amroll di beberapa titik. Fasilitas ini seharusnya bisa dimanfaatkan warga agar tidak ada lagi sampah dibuang sembarangan.

Terkait petugas kebersihan, baik penyapu jalan dan petugas drainase hanya berjumlah 120. Tentu jumlah ini menurut Junaidi masih kurang. “Ya, karena tadi itu. Selain untuk sosialisasi perda, kami juga terkendala anggaran untuk menabah personel. (*/hmd/har)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 15:50

Dianggap Sesepuh Dayak, Disebut yang Pertama Kunjungi Pelosok

Bertemu dan menyapa masyarakat di Kecamatan Segah, jadi agenda terakhir…

Selasa, 18 Februari 2020 15:49

Terlambat Dianggap Tidak Hadir

TANJUNG REDEB – Tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai…

Selasa, 18 Februari 2020 15:49

Permudah Akses Internet, Pasang VSAT di 23 Titik

TANJUNG REDEB – Hingga saat ini, masih ada beberapa wilayah…

Selasa, 18 Februari 2020 15:44

Data Penduduk Dianggap Pelengkap Demokrasi

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menegaskan, keakuratan…

Senin, 17 Februari 2020 11:33

Pedalaman Butuh Pemerataan Layanan Listrik dan Air Bersih

Pemenuhan kebutuhan listrik dan air bersih, masih menjadi pekerjaan rumah…

Senin, 17 Februari 2020 11:32

Oknum Kakam Masih Berstatus Saksi

TANJUNG REDEB – Penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret…

Senin, 17 Februari 2020 11:31

Sudah 52 Peserta Gugur

TANJUNG REDEB – Sebanyak 21 peserta, tidak mengikuti tes seleksi…

Minggu, 16 Februari 2020 14:52

Lakalantas Turun, Pelanggaran Meningkat

SELAMA tiga tahun terakhir, angka kecelakaan lalulintas (Lakalantas) mengalami penurunan.…

Minggu, 16 Februari 2020 14:50

Pengendara Motor Seruduk Truk Parkir

TANJUNG REDEB - Seorang pengendara roda dua, M Ali (54),…

Minggu, 16 Februari 2020 14:47

Makmur Minta Pembangkit di Maratua Difungsikan

MARATUA – Kesabaran masyarakat Kecamatan Maratua agar pelayanan listrik bisa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers