MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:15
Perda Pengelolaan Sampah Lemah

Sosialisasi Tak Merata, DLHK Belum Terapkan Sanksi

DIBERSIHAKAN: Petugas kebersihan dari DLHK membersihkan sampah yang ada di sungai.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Sampah masih menjadi persoalan di Kabupaten Berau. Persoalan itu muncul karena masih ada masyarakat yang ‘hobi’ membuang sampah sembarangan.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab Berau sebenarnya sudah memiliki peraturan daerah (perda) untuk mengatur pengelolaan sampah. Namun sayangnya, Perda Berau Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengolahan Sampah, hingga sekarang tidak berjalan maksimal.

Bahkan sebagian besar masyarakat belum mengetahui adanya perda tersebut. Sebab, sosialisasi yang dilakukan pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau belum merata. Hal ini diakui Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Limbah B3, DLHK Berau, Junaidi.

dia menuturkan, untuk sosialisasi perda, pihaknya masih terkendala anggaran. Anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk menjangkau semua wilayah Kabupaten Berau. Karena belum tersosialisasikan, sehingga masih ada warga yang suka membuang sampah sembarangan, seperti di sungai.

“Untuk membentuk tim pemantau juga belum ada anggarannya,” kata Junaidi, ketika dikonfirmasi, kemarin (18/10).

Untuk menyikapi masyarakat yang membuang sampah di sungai, pihaknya juga belum bisa menerapkan sanksi terhadap pelaku. “Paling tidak setahun setelah sosialisasi baru bisa diterapkan. Sembari menunggu terbentuknya tim yustisi, ujarnya.

“Kami sudah mengusulkan anggaran. Semoga di 2020 bisa disetujui,” sambungnya.

 

Ia pun meminta kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Pasalnya, pihaknya telah mempermudah masyarakat dengan menyiapkan bak sampah maupun amroll di beberapa titik. Fasilitas ini seharusnya bisa dimanfaatkan warga agar tidak ada lagi sampah dibuang sembarangan.

Terkait petugas kebersihan, baik penyapu jalan dan petugas drainase hanya berjumlah 120. Tentu jumlah ini menurut Junaidi masih kurang. “Ya, karena tadi itu. Selain untuk sosialisasi perda, kami juga terkendala anggaran untuk menabah personel. (*/hmd/har)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 13:17

Pemkab Diminta Realisasikan Pencetakan Sawah

Belum maksimalnya fungsi bendungan dan saluran irigasi yang berada di…

Selasa, 19 November 2019 13:16

Irigasi Masih Buat Petani Gigit Jari

TANJUNG REDEB – Pembangunan bendungan dan saluran irigasi di Kampung…

Senin, 18 November 2019 15:15

Antrean Panjang, Harga BBM Eceran Naik

TANJUNG REDEB  – Warga di wilayah Tanjung Redeb masih kesulitan…

Senin, 18 November 2019 15:11

Kelas Terbakar, Murid Ngungsi Belajar

TANJUNG REDEB – Kegiatan belajar mengajar di SDN 009 Tanjung…

Senin, 18 November 2019 15:10

Curah Hujan Meningkat hingga Januari

TANJUNG REDEB - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau,…

Minggu, 17 November 2019 12:44

Kebakaran Landa SDN 009

TANJUNG REDEB – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Berau.…

Minggu, 17 November 2019 12:42

Polisi Ungkap 7 Kasus Illegal Oil

TANJUNG REDEB - Sepanjang Mei hingga November 2019, jajaran Polres…

Sabtu, 16 November 2019 12:31

Jual Aksesori Sisik Penyu, IRT Diringkus

TANJUNG REDEB - Seorang warga Kecamatan Pulau Derawan berinisal MW…

Sabtu, 16 November 2019 12:27

Baru Buka, SPBU Diserbu

TANJUNG REDEB – Bahan bakar minyak (BBM) yang sempat langka…

Sabtu, 16 November 2019 12:26

Di Kabupaten Ini, Jabatan Kadispora Paling Diminati

TANJUNG REDEB – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*