MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31
‘Kuch Kuch Hota Hai’

PROKAL.CO, “Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman saya lewat telepon. Teman saya tersenyum, kok saya yang merasa bersalah.

Seharusnya pertanyaan seperti itu tidak pernah terucap dari siapa pun. Dan untuk urusan apapun. Saya lalu bertanya dalam hati. Ini salah siapa?

Teman saya itu akan menggelar satu kegiatan yang lokasinya di Pulau Maratua. Pesertanya banyak. Datang dari berbagai daerah. Setiap hari dia harus mengonfirmasi kepastian ikut atau tidak dalam acara yang ia gelar.

Harus diberikan petunjuk bagaimana memilih penerbangan agar tersambung di hari yang sama dan jam yang lebih awal. Keberangkatan dari Jakarta, beda dengan keberangkatan dari Surabaya. Tiba di Bandara Kalimarau pastilah tidak akan bersamaan. Sebagai penyelenggara, inilah yang diatur teman saya. Akan nyaman bila pesertanya tiba bersamaan. Bisa diangkut  bersamaan. Tiba di Maratua sama-sama. Juga sama-sama capeknya. Pasti sama-sama laparnya.

Dalam mengatur jadwal itulah muncul pertanyaan dari salah seorang peserta. Tanjung Redeb itu di mana ya? Teman saya tertawa. Tapi wajahnya cemberut. Yang ditelepon tidak tahu Tanjung Redeb, tapi berulang kali menyebut nama Berau dan Pulau Maratua.

Ini salah satu akibat lebih seringnya menyebut nama Berau dibanding Tanjung Redeb. Di banyak tulisan, yang ada ‘Berau Kota Sanggam’. Padahal maksudnya, Tanjung Redeb lah yang Kota Sanggam.

Hal itu dipertegas lagi dengan tulisan di salah satu sudut lapangan. Memang yang tertulis ‘Berau Sanggam’. Dalam proses penciptaan Sanggam untuk sebutan kota Tanjung Redeb. Bukan Berau yang notabene kabupatennya.

Saya juga pernah merasakan. Entah peta edisi kapan, tidak tampak nama Tanjung Redeb dalam peta itu. “Jadi kau tinggal di mana?” kata teman saya. “Di sini nah, Kota Tanjung Redeb,”sambil menunjuk-nunjuk satu titik posisi Kota Tanjung Redeb.

Peta edisi berikutnya, sudah tertulis nama Tanjung Redeb. Juga beberapa nama kecamatan. Saya tak perlu lagi menunjuk-nunjuk.

Nanti kalau orang yang bertanya Tanjung Redeb itu di mana, secara khusus saya mau temui. Saya mau jelaskan sambil membawa peta. Peta yang jelas tertulis nama Tanjung Redeb sebagai Ibu Kota Kabupaten Berau.

Bila perlu saya akan temani dia hingga ke Pulau Maratua. Saya juga akan jelaskan apa saja yang ada di pulau wisata itu. Nanti ada apa di dasar laut, biar teman saya yang jelaskan, ia sering melakukan penyelaman. Hehe, saya hanya sering dengar cerita soal keindahannya.

Dibanding yang bertanya di mana itu Tanjung Redeb, lebih hebat Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat. Tiba Kamis (17/10) di Bandara Kalimarau, disambut dengan protokoler yang sederhana.

Pak Dubes juga tiba dengan santai. Beliau hanya ingin ke Pulau Maratua bersama istri. Juga menumpang pesawat reguler. Ke Maratua menumpang speedboat reguler.

Dalam perjalanan dari tangga pesawat menuju ruang VIP bandara, Dubes India didampingi Wakil Bupati Berau Agus Tantomo. Kalau dengan Pak Agus, informasinya akan lengkap didapatkan. Apalagi informasi soal obyek wisata yang ada di Berau.

Ada tawaran kerja sama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya aparat kampung yang mau ikut pelatihan di India.

Tawaran yang menarik. Saya juga mau ikut bila ditawarkan. Dari dulu ingin sekali melihat bagaimana seniman India memproduksi film yang setiap bulan kabarnya belasan judul bisa selesai. Juga ingin berfoto di tempat-tempat terkenal.

Saya membayangkan bila nanti kembali ke Jakarta, Pak Dubes menyampaikan informasi, bahwa di Pulau Maratua banyak obyek menarik, untuk dijadikan salah satu lokasi pengambilan gambar film Bollywood. Akan semakin terkenallah Maratua.

Mungkin saja Pak Dubes terinspirasi dan mengusulkan untuk membuat film ‘Kuch Kuch Hota Hai’ versi baru di Maratua. Yang dibintangi Shah Rukh Khan dan Kajol. Salah satu film India yang tidak membosankan. Siapa tahu. (*/har)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 12:39

Musik Tradisi atau Musik Etnis

Menjelang perhelatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 15:45

Corona Konro

HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat…

Senin, 17 Februari 2020 11:30

Rawan Listrik

KABAR gembira. Pak Makmur yang pernah memimpin Berau dua periode…

Sabtu, 15 Februari 2020 16:40

Segah 119 Tahun Silam

SEPERTI apa suasana Sungai Segah dan Gunung Tabur 119 tahun…

Jumat, 14 Februari 2020 15:48

Paris Van Berau

SEJAK  kapan operasional tambang batu bara di Teluk Bayur dimulai?…

Kamis, 13 Februari 2020 15:11

Sungai Ketujuh

PERNAH berkunjung ke pasar terapung Sungai Martapura Lok Baintan? Konvoi…

Rabu, 12 Februari 2020 08:29

ODT Merasa

ODT itu apa Pak Daeng? Pak Yafet Tingai, Kepala Kampung…

Selasa, 11 Februari 2020 13:33

Kampus Hercules

LUASNYA 1,5 hektare. Lokasinya di tengah sungai. Di tengah arus…

Senin, 10 Februari 2020 15:00

Napas Level 3

JADI, kita harus mendaki gunung itu? Tak ada sejarah dalam…

Minggu, 09 Februari 2020 15:24

Menguak Akar LGBT dari Sudut Pandang Hipnoterapis

MUNCULNYA kasus Reynhard Sinaga benar-benar menjadi tamparan keras bagi bangsa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers