MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 20 Oktober 2019 10:54
KUMAT..!! Antrean di SPBU Kembali Panjang, Seperti Biasa Pengetap yang Mendominasi
MENJULUR: Antrean di salah satu SPBU di Jalan Marsma Iswahyudi menjulur, yang diduga dikuasai para pengetap.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Untuk beberapa saat, upaya Pemerintah Kabupaten Berau mengatasi panjangnya antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang diduga ‘dikuasai’ para pengetap cukup berhasil.

Sayangnya, keluhan yang sama kembali dirasakan masyarakat, khususnya yang hendak melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU di Jalan Marsma Iswahyudi, Kecamatan Teluk Bayur.

Menurut pantauan Berau Post pukul 02.00 Wita, Sabtu (19/10) antrean yang terjadi memang cukup panjang bahkan hingga menjulur ke luar halaman SPBU untuk kendaraan roda empat. Sedangkan kendaraan roda dua didominasi dengan kendaraan yang menggunakan penampungan besar.

Kondisi itu pun membuat salah seorang warga yang juga ikut mengantre, Dini resah. Kondisi itu disebutnya sangat mengganggu masyarakat lain. Kondisi itu disebutnya sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

“Seharusnya hal seperti ini ditertibkan, boleh saja mengisi tapi jangan juga sampai berulang-ulang. Itu membuat kami yang hanya mengisi sedikit saja harus mengantre lama,” katanya diwawancara usai melakukan pengisian.

Keluhan yang sama juga diutarakan warga lainnya, Darmawan. Bahkan katanya, hampir semua SPBU di Kabupaten Berau ini selalu dipenuhi oleh para pengetap.

“Saya bingung juga mengapa hal seperti ini dibiarkan saja, saya salah satu masyarakat merasa dirugikan dengan banyaknya pengetap ini, masa iya kita harus membeli bensin eceran terus,” keluhnya.

Untuk itu, dirinya berharap Pemerintah Daerah (Pemda) menangani persoalan tersebut, karena hal ini menurutnya bisa menyusahkan masyarakat juga.

“Memang beberapa waktu lalu saya sering melihat ada pengawasan dari Anggota Kepolisian, Satpol PP dan Dishub, tapi sudah beberapa hari ini sepertinya pengawasan itu sudah tidak ada lagi,” pungkasnya. (*/aky/sam)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 11:56

Petani Keramba Mulai Waswas

KEMBALI terjadinya perbuahan warna air Sungai Segah membuat para petani…

Rabu, 13 November 2019 11:54

Delapan Kandidat Daftar di Demokrat

TANJUNG REDEB – Rusianto menunjukkan keseriusannya maju pada pemilihan kepala…

Rabu, 13 November 2019 11:50

Warna Air Sungai Berubah, Warga Diserang Gatal-Gatal, Ikan pun Mati

DAMPAK perubahan warna air Sungai Segah juga mulai dirasakan warga…

Rabu, 13 November 2019 11:48

Air Sungai Berubah Warna, Ikan Mati, Ini yang Dilakukan Pemkab Berau

TANJUNG REDEB – Fenomena berubahnya warna air Sungai Segah yang…

Selasa, 12 November 2019 10:14

Akhirnya Segini Nih UMK di Kabupaten Berau....

TANJUNG REDEB – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau tahun 2020…

Selasa, 12 November 2019 09:57

Polres Sudah Amankan 10 Pelaku Karhutla

TANJUNG REDEB – Sepanjang tahun 2019 ini, Satreskrim Polres Berau…

Selasa, 12 November 2019 09:49

Air Sungai Segah Kembali Berubah Warna

TANJUNG REDEB – Fenomena berubahnya warna air Sungai Segah tahun…

Selasa, 12 November 2019 09:46

Massa Tuntut Pengelolaan Gua Tilayak Dikembalikan

TANJUNG REDEB – Sekelompok massa yang mengatasnamakan Lembaga Pemangku Adat…

Senin, 11 November 2019 09:35

Gejala DBD yang Perlu Diwaspadai

  1.Demam mendadak tinggi. 2.Sakit kepala parah (terutama di dahi).…

Senin, 11 November 2019 09:34

KFC Akan Dibuka 29 November

TANJUNG REDEB – Setelah penantian yang cukup panjang, restoran cepat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*