MANAGED BY:
MINGGU
17 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51
Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

Lanjutkan Proyek Infrastruktur, Sederhanakan Birokrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan pelayanan dengan baik. Dia pun berjanji akan menyusun dua undang-undang (UU) baru, dan merevisi UU yang dianggap menghambat investasi. Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga akan memangkas hierarki birokrasi.

Janji dan komitmen Jokowi itu disampaikan dalam pelantikannya sebagai presiden periode kedua di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan kemarin (20/10). Jokowi menyampaikan lima agenda besar yang akan dia lakukan pada kepemimpinan keduanya lima tahun mendatang.

Pertama, dia akan membangun sumber daya manusia (SDM). “Pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kami,” terang dia. Menurut dia, membangun SDM yang berkarakter pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Selain itu, pihaknya akan mengundang talenta-talenta global untuk menjalin kerja sama. Menurut dia, hal itu tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, tapi harus dengan cara-cara baru. Dalam mengembangkan SDM, kata dia, memerlukan endowment fund, dana abadi yang besar. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan serta penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri.

Selain pengembangan SDM, pemerintah akan melanjutkan pembangunan infrastruktur. Yaitu, infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata. “Yang bisa mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat,” terang mantan wali kota Solo itu.

Tidak hanya itu, Jokowi akan memangkas regulasi yang menghambat. Regulasi harus disederhanakan, sehingga tidak menjadi penghambat. “Harus kita pangkas, kita potong,” ungkap dia. Menurut dia, pemerintah akan mengajak DPR untuk membuat dua UU besar. Yaitu, Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja dan Undang-Undang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ayah tiga anak itu menerangkan, dua UU itu akan menjadi omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. “Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM akan langsung direvisi,” tegas dia.

Program keempat adalah melakukan penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran. Prosedur dan birokrasi yang panjang harus dipangkas. Menurut dia, investasi untuk menciptakan lapangan kerja harus diprioritaskan.

Jokowi menerangkan, eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, dan eselon IV akan disederhanakan menjadi dua level. Selanjutnya akan diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan menghargai kompetensi.

Dia juga meminta kepada para menteri, para pejabat, dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. “Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot,” tegas suami Iriana itu.

Selanjutnya program kelima adalah transformasi ekonomi. Menurut dia, harus dilakukan transformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jokowi menyatakan, pada 2045, yaitu pada satu abad Indonesia merdeka, Indonesia akan keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan, menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan. “Itulah target kita. Target kita bersama,” papar dia.

Produk domestik bruto Indonesia mencapai USD 7 triliun. Indonesia sudah masuk lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. Pihaknya sudah menghitung dan mengkalkulasi. Target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk dicapai. Namun, semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras dan kerja yang produktif.

Sementara itu, pelantikan presiden dan wakil presiden kemarin berlangsung cukup meriah dan lancar. Jokowi bersama istrinya datang di gedung DPR sekitar pukul 14.47 WIB. Sekitar pukul 15.30 WIB, proses pelantikan dimulai. Rapat paripurna pelantikan dipimpin Ketua MPR Bambang Soesatyo. Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, mengawali acara itu dengan penyampaian pidato.

Selanjutnya dilakukan pengambilan sumpah. Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bergantian menyampaikan sumpah dan janji. Setelah itu, Ma'ruf dan Jusuf Kalla bertukar kursi, sebagai tanda pergantian posisi dan penyerahan jabatan wakil presiden. Jokowi dan Ma'ruf kemudian menandatangani berita acara pelantikan, diikuti pimpinan MPR.

Dalam acara tersebut, hadir Presiden kelima Megawati Soekarnoputri yang juga ketua umum (ketum) PDI Perjuangan, dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum Partai Demokrat.

Para ketum partai yang lain juga turut hadir. Di antaranya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Hanura Osman Sapta Oedang.

Para kepala negara sahabat juga hadir. Di antaranya, Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, PM Singapura Lee Hsien Loong, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, dan utusan khusus kepala negara lainnya.

Bamsoet mengatakan, dengan dilantiknya Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden, keduanya bukan lagi pemimpin satu golongan tertentu saja, akan tetapi telah menjadi milik dan pemimpin seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, pekerjaan besar bangsa Indonesia ke depan adalah tanggung jawab semua pihak. Dalam lima tahun mendatang, Indonesia akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Dinamika lingkungan strategis global diwarnai kompetisi dan perebutan pengaruh negara-negara besar yang telah menempatkan Indonesia pada pusat kepentingan global.

“Jika tidak siap dan waspada, Indonesia dapat tergilas dalam kompetisi global yang tidak mengenal batas dan waktu,” ungkapnya. Berbaurnya ancaman militer dan nonmiliter mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global yang sulit diprediksi dan diantisipasi.

Namun, seberat apapun tantangan yang akan dihadapi, akan terasa ringan jika dipikul bersama. Semua pihak harus memiliki optimisme yang tinggi, memiliki kesadaran dan komitmen seluruh komponen bangsa untuk memantapkan persatuan dan kesatuan nasional, bahu-membahu, bergotong royong, berat sama dipikul-ringan sama dijinjing.

JAJAKI KERJA SAMA

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tak mau berlama-lama merayakan pelantikan. Begitu selesai dilantik, mereka langsung tancap gas. Sejumlah program kerja mereka jalankan. Salah satunya, menjalin kerja sama bisnis dengan luar negeri.

Momentum tersebut tampak dalam acara courtesy call atau kunjungan kehormatan antara Jokowi dan sejumlah kepala negara sahabat. Courtesy call dilakukan dengan 13 kepala negara dan utusan yang ditemui secara khusus. Lima kepala negara ditemui sebelum pelantikan. Mereka adalah Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Kamboja Hun Sen, dan Raja Eswatini (Swaziland) Mswati III.

Kemudian, tiga wakil presiden dan lima utusan negara diterima setelah pelantikan. Yakni, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, Wakil Presiden Vietnam Dang Thi Ngoc Thinh, Wakil dan Presiden Myanmar Henry Van Thio. Berikutnya, utusan presiden Republik Korea Noh Young-min, utusan presiden Filipina Theodoro Locsin, utusan PM Jepang Nakayama Norihiro, utusan presiden Uni Emirat Arab Syekh Nahyan Mabarak Al Nahyan, dan utusan presiden Amerika Serikat Hon Elaine L Chao.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, kunjungan pemimpin negara sahabat memang dimaksudkan untuk menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi. ”Beliau semuanya yakin bahwa presiden dan wakil presiden dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Retno di Istana Merdeka.

Namun, di luar itu, pembicaraan soal peningkatan kerja sama bilateral, terutama di bidang ekonomi, juga disampaikan. ”Ke depan Indonesia terus memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara tersebut,” sambung Retno.

Sejumlah tawaran proyek kerja sama bahkan disampaikan. Salah satunya, menawarkan produk-produk strategis kepada PM Kamboja. ”Termasuk dari PT Inka,” tuturnya. Kereta produk Indonesia diharapkan dapat mendukung sarana transportasi di Kamboja.

Tawaran juga disampaikan Jokowi saat bertemu Raja Eswatini. Presiden menawarkan agar BUMN konstruksi Indonesia bisa menggarap proyek pembangunan di negara berbentuk kerajaan itu.

Apalagi, Eswatini sedang gencar membangun infrastruktur. ”Presiden mengatakan, kita tertarik untuk berpartisipasi di dalam pembangunan infrastruktur,” tuturnya. Hal itu sejalan dengan fokus politik perdagangan luar negeri Indonesia yang ingin menggarap Afrika sebagai pasar baru. ”Saat ini sedang dilakukan pembicaraan antara Eswatini dan PT Peruri untuk pencetakan terkait dokumen-dokumen negara,” jelasnya. (lum/mar/JPG/rom/k16/kpg/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 16 November 2019 12:27

Baru Buka, SPBU Diserbu

TANJUNG REDEB – Bahan bakar minyak (BBM) yang sempat langka…

Sabtu, 16 November 2019 12:26

Di Kabupaten Ini, Jabatan Kadispora Paling Diminati

TANJUNG REDEB – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk…

Sabtu, 16 November 2019 12:25

UMK Naik, Dilema Pengusaha

TANJUNG REDEB - Wakil Ketua Bidang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)…

Jumat, 15 November 2019 11:15

NGOBRAS

WAKIL Bupati Berau Agus Tantomo menyambangi warga yang sedang bersantai…

Jumat, 15 November 2019 11:10

BBM Langka, Bupati Menduga Ada Penimbunan

MENANGGAPI kelangkaan BBM yang kembali terjadi, Bupati Berau Muharram menduga…

Jumat, 15 November 2019 11:10

Bupati Menduga Ada Penimbunan

MENANGGAPI kelangkaan BBM yang kembali terjadi, Bupati Berau Muharram menduga…

Jumat, 15 November 2019 11:07

BBM Langka, SPBU Akui Kekurangan Suplai

TANJUNG REDEB – Bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau…

Jumat, 15 November 2019 11:06

Mantan Dirut IPB Divonis 8 Tahun Penjara

SAMARINDA - Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan…

Jumat, 15 November 2019 11:04

Gedung SKB Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG REDEB – Salah satu gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)…

Kamis, 14 November 2019 11:24

Ada Lahan Gratis untuk Rumah Sakit, Kenapa Cari yang Bayar? Mencurigakan..!!

SAMBALIUNG - Ancaman tertundanya kembali rencana pembangunan rumah sakit tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*