MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 22 Oktober 2019 09:35
Goyangan Maut
TAK LUPA: Penulis bersama Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK. Usai meninjau Jembatan Kelay, dilanjutkan mengunjungi Coto Fatimah kesukaan Makmur.

PROKAL.CO, “SEJAK kapan kejadiannya,” kata teman saya. “Sudah lama, tapi goyangnya tak sehebat sekarang,” jawab saya santai.

Yang dibahas memang soal goyangan. Goyangan dengan irama yang sama. Ke kiri dan ke kanan. Juga sebaliknya, ke kanan dan ke kiri. Awalnya dianggap biasa saja. Belakangan lumayan menyeramkan juga.

Ingat peristiwa jalan layang yang ambruk di Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, Kamis (10/10) sore, waktu setempat. Sedikitnya tiga mobil tertimpa reruntuhan jalan layang itu. Juga beberapa korban jiwa.

Ingat jembatan Gerbang Dayaku di Kutai Kartanegara yang rubuh pada 26 November 2011. Belasan korban jiwa juga luka-luka. Peristiwa yang menggemparkan kita semua.

Peristiwa itu yang membuat siapapun yang lewat di Jembatan Kelay, menjadi khawatir. Sangat terasa goyangannya. Saya pernah berjalan kaki di jembatan itu. Saat itu melintas kendaraan besar bermuatan minyak sawit. Harus berpegangan di sisi jembatan. Jika tidak, bisa oleng.

Kondisi jembatan ini yang jadi perhatian. Bila terjadi hal-hal di luar dugaan, akan jadi masalah besar. Hubungan darat dari Kabupaten Berau menuju Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Samarinda menjadi terputus. Juga hubungan Kaltim dan Kaltara, akan lumpuh.

Setahu saya, inilah jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian. Setiap hari, puluhan bahkan ratusan iring-iringan kendaraan besar bermuatan minyak sawit dari Kutai Timur, diangkut menuju tempat penampungannya di Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, Berau. Juga truk angkutan yang membawa berbagai keperluan untuk warga Berau dan provinsi tetangga, Kalimantan Utara. Kendaraan yang mengakut kargo juga demikian. Bila terjadi masalah, sektor ekonomi akan lumpuh.

Sepintas, tak terlalu jadi soal. Secara teknis, setiap hari akan ada terjadi perubahan struktur jembatan itu. Bayangkan, jembatan itu terus bergoyang sejak pagi hingga pagi kembali. Tak pernah berhenti. Sementara dibawa jembatan, mengalir air yang deras.

Jembatan ini memang di bawah pengawasan provinsi. Karena masuk dalam wilayah Berau, kantor teknis harus terlibat dalam memberikan perhatian. Mengatur kendaraan yang lewat, agar goyangan bisa berkurang.

Atau menyelisik konstruksi agar jembatan itu berhenti bergoyang secara total. Goyangan inilah, yang sampai ke gedung DPRD di Karang Paci. Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK yang berasal daerah pemilihan Bontang, Kutim dan Berau, dibuat terkejut. Jembatan ini juga sering dilalui saat Pak Makmur masih menjabat Bupati Berau.

Waktu itu, goyangannya belum terlalu hebat. Sekarang, harus dikurangi goyangan itu. Pak Makmur pun mengunjunginya. Juga mengunjungi beberapa jembatan yang ada di Kecamatan Sambaliung. Juga sempat menikmati ‘goyangan maut’ Jembatan Kelay.

Jembatan yang rata-rata usianya sudah tua. Perlu dilakukan ‘general chek up’. Jembatan Sambaliung yang beberapa kali dihantam kapal, ada bagian yang sudah mulai rusak. Juga butuh perhatian. Jembatan Sambaliung juga sudah bergoyang.

“Tapi kada telalu, goyangannya” ujar Wawan, teman saya yang asal Banjarmasin itu.

Kayaknya, Pak Makmur banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Pekerjaan yang ada di Berau. Yang ada di Sangata dan Bontang. Selaku Ketua DPRD, wilayah yang dipikirkan semua kabupaten di Kalimantan Timur.

Usai meninjau goyangan Jembatan Kelay dan Jembatan Sambaliung. Tak lupa ia mengunjungi ‘goyangan’ Coto Makassar Fatimah di Jalan AKB Sanipah, Tanjung Redeb. Tempat ini menjadi langganan Pak Makmur. Saya juga diajak goyang lidah. Ada Pak Abdurahman, Kadis Perhubungan Berau. Ada Pak Aliang, teman lama Pak Makmur.

Asyiklah, mengevaluasi hasil kunjungan, sekaligus menikmati Coto Fatimah. (*/har)


BACA JUGA

Minggu, 15 Desember 2019 11:57

Empat Kandidat Belum Kembalikan Formulir

PENGEMBALIAN formulir penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di…

Minggu, 15 Desember 2019 11:56

Siap Jadi B1 atau B2

TANJUNG REDEB – Setelah mengambil formulir penjaringan bakal calon bupati…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:24

Serius Ingin Berkoalisi

TANJUNG REDEB – Pengembalian formulir penjaringan bakal calon bupati dan…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:21

Pasang Indihome, Karyawan Telkom Tersetrum Listrik

TANJUNG REDEB - Seorang Karyawan Telkom Berau mengalami luka bakar akibat…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:19

Atlet Berau Sumbang Perunggu di SEA Games 2019

TANJUNG REDEB – Prestasi membanggakan kembali diukir atlet Berau di…

Jumat, 13 Desember 2019 11:15

Tersisa Tiga Nama

TANJUNG REDEB – Tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP)…

Jumat, 13 Desember 2019 11:10

Tiga Terdakwa Dituntut Seumur Hidup

TANJUNG REDEB – Tiga terdakwa perkara sabu-sabu 3 kilogram dan…

Kamis, 12 Desember 2019 13:55

Penyebar Isu Penculikan Anak Minta Maaf

TANJUNG REDEB- Aparat kepolisian mengamankan Widia (26) serta Betha (30),…

Kamis, 12 Desember 2019 13:48

Rencana Pembangunan Stadion Mini Terancam Dipindah, Dikepung Lahan Warga

TELUK BAYUR- Rencana pembangunan stadion mini di Kecamatan Teluk Bayur,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:41

Marawiyah Cari Pendamping Pria

TANJUNG REDEB – Tim penjaringan bakal calon (balon) bupati dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.