MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 25 Oktober 2019 18:16
KUPP Sering Ingatkan soal Safety
Petugas mengevakuasi korban.

PROKAL.CO, KECELAKAAN speedboat yang mengakibatkan korban jiwa jadi perhatian Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb.

Staf Kesyabandaran KUPP Tanjung Redeb, Fatah K Anam mengakui, selama ini pihaknya telah memberikan sosialisasi mengenai safety kepada pemilik kapal. Ia menegaskan bahwa saat beraktivitas nakhoda kapal maupun motoris speedboat dan penumpang hendaknya menggunakan life jacket.

“Bukan hanya speedboat saja, kapal-kapal lain seperti tagboat, ketinting, dan lain-lain kami juga terus berikan peringatan terkait safety,” ujarnya kepada Berau Post. Sebelumnya pihaknya juga sempat melakukan pengukuran kemudian membagi life jacket, seperti di Bidukbiduk, Maratua dan Tanjung Batu sambil memberikan arahan keselamatan pelayaran.

“Sudah kita arahkan semua. Kami juga tidak terlalu paham kenapa masih ada yang lalai,” katanya. Pihaknya juga selalu mengingatkan mengenai kapasitas angkutan, baik barang maupun penumpang. Terkait insiden terbaliknya speedboat di sekitar Dermaga KP3, kata Fatah, memang tidak diperbolehkan menyimpan muatan di atas.

“Apabila di bawah kosong, kemudian ada beban di atas, secara otomatis ketika manuver, membuat mesin kapal 1 mati. Kondisi ini membuat kapal oleng,” tambahnya.

Disinggung soal sertifikasi motoris speedboat, diakuinya sempat ditertibkan. Masyarakat di daerah yang cakap membawa speedboat dibuatkan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) dari pusat.

“Jujur untuk pembuatan SKK dari kami belum bisa. Soalnya kami belum ada rekomendasi dari pusat,” katanya. Untuk saat ini, yang bisa menerbit SKK yakni Samarinda, Balikpapan dan Tarakan. Jika warga Berau ingin mengurus SKK, itu harus ke Tarakan karena dianggap jalur terdekat. Dengan persyaratan membawa ijazah terakhir.

Ia mencontohkan, ada yang ingin menjadi motoris speedboat, ada dua rekomendasi. Yakni 30 mil dan 60 mil. “Jadi nggak bisa diuruskan, harus mengurus sendiri. Karena ada seleksi. Tidak boleh buta warna, paling tidak bisa membaca,” katanya.

“Kalau dalam aturan, tidak ada SKK, kemudian berlayar, itu tidak boleh. Minimal nakhoda speedboat itu harus mengantongi SKK,” tegasnya. Ditanya mengenai pengawasan nakhoda kapal yang tak memiliki SKK, Fatah mengakui pihaknya sudah sering melakukan pemantauan. (*/oke/har)

 


BACA JUGA

Minggu, 15 Desember 2019 11:56

Siap Jadi B1 atau B2

TANJUNG REDEB – Setelah mengambil formulir penjaringan bakal calon bupati…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:24

Serius Ingin Berkoalisi

TANJUNG REDEB – Pengembalian formulir penjaringan bakal calon bupati dan…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:21

Pasang Indihome, Karyawan Telkom Tersetrum Listrik

TANJUNG REDEB - Seorang Karyawan Telkom Berau mengalami luka bakar akibat…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:19

Atlet Berau Sumbang Perunggu di SEA Games 2019

TANJUNG REDEB – Prestasi membanggakan kembali diukir atlet Berau di…

Jumat, 13 Desember 2019 11:15

Tersisa Tiga Nama

TANJUNG REDEB – Tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP)…

Jumat, 13 Desember 2019 11:10

Tiga Terdakwa Dituntut Seumur Hidup

TANJUNG REDEB – Tiga terdakwa perkara sabu-sabu 3 kilogram dan…

Kamis, 12 Desember 2019 13:55

Penyebar Isu Penculikan Anak Minta Maaf

TANJUNG REDEB- Aparat kepolisian mengamankan Widia (26) serta Betha (30),…

Kamis, 12 Desember 2019 13:48

Rencana Pembangunan Stadion Mini Terancam Dipindah, Dikepung Lahan Warga

TELUK BAYUR- Rencana pembangunan stadion mini di Kecamatan Teluk Bayur,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:41

Marawiyah Cari Pendamping Pria

TANJUNG REDEB – Tim penjaringan bakal calon (balon) bupati dan…

Rabu, 11 Desember 2019 14:34
0

Warga Berau Jadi DPO Polres Gresik

TANJUNG REDEB- Aparat Satreskrim Polres Berau berhasil meringkus pelaku pembunuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.