MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 28 Oktober 2019 18:25
Produksi Garam Lokal Tak Masuk Prioritas KKP

Berau Baru Mampu Produksi 100 Kg Garam

MASIH RENDAH: Produksi garam lokal masih kecil, sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Berau harus disuplai dari Nusa Tenggara Barat.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Produksi garam di Berau tergolong masih rendah. Baru mencapai rata-rata 100 Kilogram (Kg) satu bulannya. Hal ini disampaikan Penyuluh Perikanan Bantu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk wilayah Kecamatan Pulau Derawan dan Gunung Tabur, Slamet Hariyadi.

Dikatakannya, budidaya garam di Berau baru dilakukan pada akhir tahun 2018 lalu hingga sekarang. Dan saat ini telah terbentuk kelompok usaha garam. Meskipun masih banyak masyarakat yang tidak menekuni pembudidayaan ini.

“Jadi mulai dari produksi awal Maret hingga September lalu, rata-rata masih 100 Kg. Itupun hanya ada satu orang yang masih melakukan budidaya garam,” katanya.

Minimnya jumlah pembudidaya garam ini menurutnya menjadi penyebab rendahnya produksi garam di Berau. Sementara di satu sisi pihaknya diberi target Dinas Perikanan Berau mampu memproduksi 200 Kg setiap bulannya. “Target itu belum tercapai, karena kendala lainnya adalah peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Ramli menyebut kualitas air laut Berau menjadi penyebab rendahnya produksi garam di Bumi Batiwakkal –sebutan Berau-. Karena sanitasi airnya belum mencukupi.

“Minimal (sanitasi air, red) di atas 40 part per million (PPM). Sedangkan di Berau hanya sekitar 25 sampai 35 PPM,” tuturnya. Karena itu, dirinya mengatakan untuk produksi garam secara besar-besaran sulit dilakukan.

Lanjut Ramli, KKP memiliki program garam rakyat yang tujuannya memberikan permodalan pada masyarakat. Namun, kabupaten paling utara Kaltim ini belum masuk dalam prioritas program tersebut. “Makanya kebutuhan garam di Berau ini disuplai dari luar daerah yaitu Nusa Tenggara Barat. (*sgp/arp)


BACA JUGA

Senin, 17 Februari 2020 11:44

Madu Hutan Sumber Pendapatan Warga di Sini, Bisa Dapat 5 Ton

GUNUNG TABUR – Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kilometer…

Senin, 17 Februari 2020 11:43

Saring Usaha Mikro dan Warga Miskin

TANJUNG REDEB – Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Kabupaten (Setkab)…

Minggu, 16 Februari 2020 15:07

Lima Kecamatan Rawan Pangan

TANJUNG REDEB – Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dinas…

Rabu, 12 Februari 2020 08:42

Harga Bawang Naik Signifikan

TANJUNG REDEB - Memasuki pekan kedua Februari 2020, harga bumbu…

Senin, 10 Februari 2020 15:10

Harga Masker Naik Hingga 500 Persen

TANJUNG REDEB – Penjualan masker di Berau kian diminati masyarakat,…

Sabtu, 30 November 2019 19:21

Kelompok Batik Terkendala Pemasaran

GUNUNG TABUR – Meningkatkan pendapatan masyarakat dari kerajinan tangan. Kampung…

Selasa, 19 November 2019 19:20

Bertekad Jadi Pusat Wisata Palawija

TELUK BAYUR – Selain berfokus pada masalah kebersihan, Ketua RT…

Senin, 04 November 2019 19:02

Harga Bahan Pokok Masih Fluktuasi

TELUK BAYUR– Harga berbagai bahan pokok terus menunjukkan fluktuasi. Seperti…

Senin, 28 Oktober 2019 18:25

Produksi Garam Lokal Tak Masuk Prioritas KKP

TANJUNG REDEB – Produksi garam di Berau tergolong masih rendah.…

Senin, 28 Oktober 2019 18:24

4 Komoditas Andalan Berau Ini Harus Tembus Pasar Ekspor

TANJUNG REDEB – Berbagai komoditas perkebunan di Berau bakal diorientasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers