MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 07 November 2019 18:17
Temukan 1.672 Pelanggaran
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Operasi Zebra Mahakam 2019 yang digelar sejak 23 Oktober telah berakhir Selasa 5 November lalu. Sejak digelar selama dua pekan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Berau menemukan sebanyak 1.672 pelanggar.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kasat Lantas AKP Angga Indarta menyebutkan, pelanggar terbanyak didominasi oleh pengendara anak di bawah umur yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI) dan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

“Pelanggaran tidak menggunakan helm dan mengantongi SIM yakni 25 persen. Pengendara mobil tidak menggunakan sabuk pengaman juga cukup tinggi mencapai 25 persen. Sisanya ada yang melawan arus, dan tidak melengkapi surat dan kelengkapan kendaraan,” jelas Angga, yang dikonfirmasi, Rabu (6/11) kemarin.

Dikatakannya, operasi ini digelar di beberapa titik yang dianggap zona merah atau daerah rawan pelanggaran lalu lintas. Selain melakukan razia, pihaknya juga memasang spanduk di lebih 100 tempat. Baik di dalam kota maupun di luar kota.

“Selain melakukan penindakan tegas, kami juga memberikan teguran kepada pengendara lainnya. Yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kami lakukan tindakan tilang di tempat,” katanya.

Menurutnya, masih banyaknya pelanggar yang tidak memiliki SIM dan menggunakan helm standar membuktikan rendahnya kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara. Ia juga berharap bagi pengendara di bawah umur tidak berkendara seorang diri. Bagi orang tua, diingatkan agar tidak membiarkan anak-anaknya berkendara sendiri.

Larangan anak di bawah umur berkendara seorang diri bukan tanpa alasan. Menurut Angga, psikis anak di bawah umur mudah berubah-ubah. Ia mencontohkan, jika si anak melihat ada teman sebayanya yang mengebut, tentu jiwanya juga mendorong untuk tancap gas. Ini tentunya berbahaya bagi diri sendiri dan pengendara lainnya. Bisa saja menyebabkan kecelakaan.

“Emosi mereka masih labil. Apakah orangtua tega jika melihat anaknya mengalami kecelakaan. Inilah saya minta kepada orangtua agar tidak melepaskan anaknya berkendara sendiri. Sesibuk apapun orang tua. Sempatkan waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah ataupun pergi bermain,” pungkas perwira balok tiga ini. (*/hmd/har)


BACA JUGA

Minggu, 15 Desember 2019 11:56

Siap Jadi B1 atau B2

TANJUNG REDEB – Setelah mengambil formulir penjaringan bakal calon bupati…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:24

Serius Ingin Berkoalisi

TANJUNG REDEB – Pengembalian formulir penjaringan bakal calon bupati dan…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:21

Pasang Indihome, Karyawan Telkom Tersetrum Listrik

TANJUNG REDEB - Seorang Karyawan Telkom Berau mengalami luka bakar akibat…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:19

Atlet Berau Sumbang Perunggu di SEA Games 2019

TANJUNG REDEB – Prestasi membanggakan kembali diukir atlet Berau di…

Jumat, 13 Desember 2019 11:15

Tersisa Tiga Nama

TANJUNG REDEB – Tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP)…

Jumat, 13 Desember 2019 11:10

Tiga Terdakwa Dituntut Seumur Hidup

TANJUNG REDEB – Tiga terdakwa perkara sabu-sabu 3 kilogram dan…

Kamis, 12 Desember 2019 13:55

Penyebar Isu Penculikan Anak Minta Maaf

TANJUNG REDEB- Aparat kepolisian mengamankan Widia (26) serta Betha (30),…

Kamis, 12 Desember 2019 13:48

Rencana Pembangunan Stadion Mini Terancam Dipindah, Dikepung Lahan Warga

TELUK BAYUR- Rencana pembangunan stadion mini di Kecamatan Teluk Bayur,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:41

Marawiyah Cari Pendamping Pria

TANJUNG REDEB – Tim penjaringan bakal calon (balon) bupati dan…

Rabu, 11 Desember 2019 14:34
0

Warga Berau Jadi DPO Polres Gresik

TANJUNG REDEB- Aparat Satreskrim Polres Berau berhasil meringkus pelaku pembunuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.