MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 11 November 2019 09:43
UMK Dipredisi Naik Tinggi

Bakal Berimbas terhadap Keberlangsungan Pengusaha

Al Hamid

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau mengklaim Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau pada 2020 mendatang bakal menjadi yang tertinggi di Provinsi Kaltim. Hal itu diutarakan Ketua Apindo Berau Al Hamid, kemarin (10/11).

Dijelaskannya, mengacu pada formula perhitungan upah UMK di Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2018. Maka dapat diprediksi Berau akan mengalami kenaikan UMK pada 2020 cukup besar dan tertinggi di Provinsi Kaltim.

Apalagi itu dipengaruhi adanya penetapan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2020 sebesar 8,51 persen oleh Kementerian Ketenagakerjaan. “Berau ini bisa disebut paling tertinggi kenaikkan UMK-nya. Apalagi dilihat pada 2018 UMK di Berau mencapai Rp 2,8 juta. Kemudian tahun ini menjadi Rp 3,1 juta,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar semua pihak, khususnya pekerja tidak semata melihat satu sisi dan beranggapan pihak perusahaan tidak menginginkan kesejahteraan pekerja. Melainkan harus berpikiran pada kesinambungan perusahaan.

“Terpenting itu adalah panjang pendeknya kontrak perusahaan terhadap daerah itu sendiri. Karena akan berdampak pada APBD. Itu yang mesti harus dipikirkan juga,” terangnya.

Menurut Hamid, ketika angka kenaikkan UMK yang diajukan tidak relevan. Maka imbasnya pada operasional perusahaan secara keseluruhan. Sebab, komponen pendapatan tidak hanya diperuntukkan untuk gaji pokok semata. Melainkan ada juga untuk tunjangan yang barometernya pada Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pada perusahaan di bidang pertambangan.

Karenanya, ketika angka kenaikkan UMK tidak relevan, dampaknya akan terasa di hak-hak pekerja. “UMSK akan lebih tinggi lagi nanti, karena acuannya pada UMK. Makanya sebelum itu akan dirundingkan antara pengusaha yang diwakili APINDO dengan serikat pekerja,”  tuturnya.

Lanjutnya, pihaknya menginginkan pekerja maupun pemerintah memahami kondisi saat ini. Sehingga saat perundingan nanti, semua pihak memiliki pemikiran yang sama.

“Karena yang jelas ada beberapa hal yang mestinya logis dipertimbangkan untuk menentukan UMSK 2020 nanti. Sebab dampaknya ke depan pada keberlangsungan para pengusaha juga,” katanya. (mar/adv/arp)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers