MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 11 November 2019 09:43
UMK Dipredisi Naik Tinggi

Bakal Berimbas terhadap Keberlangsungan Pengusaha

Al Hamid

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau mengklaim Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau pada 2020 mendatang bakal menjadi yang tertinggi di Provinsi Kaltim. Hal itu diutarakan Ketua Apindo Berau Al Hamid, kemarin (10/11).

Dijelaskannya, mengacu pada formula perhitungan upah UMK di Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2018. Maka dapat diprediksi Berau akan mengalami kenaikan UMK pada 2020 cukup besar dan tertinggi di Provinsi Kaltim.

Apalagi itu dipengaruhi adanya penetapan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2020 sebesar 8,51 persen oleh Kementerian Ketenagakerjaan. “Berau ini bisa disebut paling tertinggi kenaikkan UMK-nya. Apalagi dilihat pada 2018 UMK di Berau mencapai Rp 2,8 juta. Kemudian tahun ini menjadi Rp 3,1 juta,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar semua pihak, khususnya pekerja tidak semata melihat satu sisi dan beranggapan pihak perusahaan tidak menginginkan kesejahteraan pekerja. Melainkan harus berpikiran pada kesinambungan perusahaan.

“Terpenting itu adalah panjang pendeknya kontrak perusahaan terhadap daerah itu sendiri. Karena akan berdampak pada APBD. Itu yang mesti harus dipikirkan juga,” terangnya.

Menurut Hamid, ketika angka kenaikkan UMK yang diajukan tidak relevan. Maka imbasnya pada operasional perusahaan secara keseluruhan. Sebab, komponen pendapatan tidak hanya diperuntukkan untuk gaji pokok semata. Melainkan ada juga untuk tunjangan yang barometernya pada Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pada perusahaan di bidang pertambangan.

Karenanya, ketika angka kenaikkan UMK tidak relevan, dampaknya akan terasa di hak-hak pekerja. “UMSK akan lebih tinggi lagi nanti, karena acuannya pada UMK. Makanya sebelum itu akan dirundingkan antara pengusaha yang diwakili APINDO dengan serikat pekerja,”  tuturnya.

Lanjutnya, pihaknya menginginkan pekerja maupun pemerintah memahami kondisi saat ini. Sehingga saat perundingan nanti, semua pihak memiliki pemikiran yang sama.

“Karena yang jelas ada beberapa hal yang mestinya logis dipertimbangkan untuk menentukan UMSK 2020 nanti. Sebab dampaknya ke depan pada keberlangsungan para pengusaha juga,” katanya. (mar/adv/arp)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:42

Hidupkan Budaya Gotong Royong

GUNUNG TABUR- Camat Gunung Tabur Anang, mengajak warga dan seluruh…

Selasa, 10 Desember 2019 11:40

Atasi Persoalan Air Bersih di Maratua, Ini yang Akan Dilakukan

MARATUA- Pendistribusian air bersih di dalam kota belum merata, terlebih…

Selasa, 10 Desember 2019 11:38

Raperda Perubahan Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan kedua…

Selasa, 10 Desember 2019 11:36

Kucurkan Rp 180 Juta

GUNUNG TABUR – Kelurahan Gunung Tabur telah memprogramkan semenisasi di…

Selasa, 10 Desember 2019 11:27

Langsung Ditantang Menulis Berita

TANJUNG REDEB – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Tanjung…

Selasa, 10 Desember 2019 11:25

Optimistis Sistem Laporan Online Diterapkan Tahun 2021

TANJUNG REDEB- Tahun 2021 Bupati Berau Muharram optimistis Pemerintah Kabupaten…

Senin, 09 Desember 2019 15:00

Syarat Lengkap, Berkas Akan Diantar ke Rumah

GUNUNG TABUR- Kelurahan Gunung Tabur terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,…

Senin, 09 Desember 2019 14:58

Jangan semata Pembangunan Fisik

TELUK BAYUR– Program Dana Kelurahan baru dijalankan tahun ini. Pemanfaatannya…

Senin, 09 Desember 2019 14:57

Prioritaskan Sektor Kebersihan dan Keamanan

TANJUNG REDEB – Terpilih sebagai Ketua RT 17 Kelurahan Karang…

Senin, 09 Desember 2019 14:56

Produksi Garam Ditarget 2,4 Ton Per Tahun

TANJUNG REDEB – Memiliki garis Pantai sepanjang 279,91 kilometer persegi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.