MANAGED BY:
SENIN
13 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Selasa, 12 November 2019 10:47
Ini Masalah Serius

Kembali Berubahnya Warna Air Sungai Segah

Sujarwo Arif

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Kembali terjadinya perbuahan warna air Sungai Segah, harus ditanggapi serius pemerintah. Pasalnya, menurut anggota DPRD Berau dari Fraksi NasDem Sujarwo Arif, perubahan warna air tersebut bukanlah hal baru di Bumi Batiwakkal. “Ini sudah pernah terjadi. Makanya pemerintah harus serius menangani masalah ini. Karena ini memang masalah serius, karena sumber air minum kita dari situ,” katanya kepada Berau Post kemarin (11/11).

Menurutnya, langkah konkret yang harus dilakukan pemerintah, adalah menguji kandungan air sungai tersebut. Bukan sekadar menguji pH dan kader besinya saja, tapi harus lebih mendalam. Sebab di sepanjang Sungai Segah, banyak sekali aktivitas masyarakat dan industri. Seperti perkebunan pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, hingga permukiman masyarakat. “Yang bahaya kalau ada kandungan sulfur dan radioaktifnya seperti di batu bara. Itu yang perlu diteliti mendalam. Harus dilakukan kajian benar-benar oleh tim independen, karena kita memang tidak tahu apa penyebabnya ini. Undanglah akademisi, undanglah ahli air untuk menelitinya,” terang pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Berau tersebut.

Dengan dilakukannya penelitian, maka bisa memberikan sedikit ketenangan kepada masyarakat. “Karena kita juga nggak tau dampaknya jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Itu baru dari sisi manusianya. Belum secara keseluruhan, kerugian secara ekonomi, di mana sungai ini mengalir dari hulu ke hilir. Berapa banyak biota di sungai, ikannya mati, banyaklah yang cukup membahayakan,” terang dia.

Untuk itu, selain mendorong pemerintah agar melakukan penelitian mendalam, Sujarwo juga akan mengusulkan ke Komisi II DPRD Berau untuk mengagendakan secara khusus mengenai fenomena perubahan warna air sungai ini. “Saya akan ajukan ke komisi, selanjutnya ke Banmus (Badan Musyawarah), supaya bisa (pihak-pihak terkait) dipanggil khusus. Untuk hal seperti ini, kita tidak bisa menduga-duga, harus hasil penelitian yang bisa menjelaskannya,” pungkasnya. (adv/udi)


BACA JUGA

Jumat, 10 Juli 2020 20:15

“Kesannya Hanya Mengejar Untung”

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan kebijakan…

Jumat, 10 Juli 2020 20:14

Guru Swasta Layak Terima BLT

TANJUNG REDEB - Beberapa bulan terakhir, kegiatan belajar mengajar (KBM)…

Kamis, 09 Juli 2020 20:30

Bentuk Tim Bantu RT

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Berau, Subroto, minta…

Kamis, 09 Juli 2020 20:30

Evaluasi Penerima BLT Tahap III

TANJUNG REDEB – Jika penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) tahap…

Rabu, 08 Juli 2020 21:32

DPRD Terima LKPj APBD 2019

TANJUNG REDEB - DPRD Berau kembali menggelar Rapat Paripurna terkait…

Rabu, 08 Juli 2020 21:29

RSUD Harus Berpihak ke Rakyat Kecil

TANJUNG REDEB - Wakil Ketua I DPRD Berau, Ahmad Rifai,…

Selasa, 07 Juli 2020 19:28

Keluarga Terencana Lebih Baik

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, sebut…

Selasa, 07 Juli 2020 19:28

Tim Gugus Jangan Sampai Lengah

TANJUNG REDEB - Penerapan new normal diberbagai sektor tetap dalam…

Kamis, 02 Juli 2020 19:20

Sediakan Jalur Khusus Sepeda

TANJUNG REDEB – Meningkatnya animo masyarakat menggunakan sepeda di Kabupaten…

Kamis, 02 Juli 2020 19:19

Dewan Segera Panggil Disdik

TANJUNG REDEB - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers