MANAGED BY:
JUMAT
03 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Rabu, 13 November 2019 12:02
Komitmen Wujudkan Good Governance
SOSIALISASI: Pemkab Berau menggelar Sosialisasi SPIP dan pelaksanaan penilaian risiko perangkat daerah sebagai perwujudan good governance.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar Sosialisasi Sistem Pengawasan Intern Pemerintah (SPIP) dan pelaksanaan penilaian risiko perangkat daerah. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di ruang rapat Sangalaki kantor bupati Berau, Senin (11/11). Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan OPD.

SPIP merupakan proses integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai, untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Sesuai PP No 60 Tahun 2008, SPIP terdiri dari 5 unsur yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan pengendalian intern. SPIP juga memerlukan fondasi yang berbentuk sumber daya manusia (SDM) dalam organisasi yang membentuk lingkungan pengendalian yang baik, dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai instansi pemerintah.

Sekretaris Kabupaten Berau M Gazali saat membuka sosialisasi mengatakan, SPIP merupakan bagian dalam komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan good governance, clean government, dan open government, dengan membenahi kinerja dan pengelolaan keuangan di lingkungan Pemkab Berau. “Melalui sosialisasi ini saya harapkan ada hasil yang dicapai, salah satunya adalah target untuk membentuk payung hukum berupa peraturan daerah sebagai regulasi turunan untuk penerapan SPIP ini,” jelasnya.

Gazali menyampaikan setelah dilaksanakannya sosialisasi pengelolaan risiko ini, diharapkan masing-masing OPD bisa melakukan identifikasi risiko di instansi masing-masing. Perencanaan pembangunan juga harus paham risiko. Jangan sampai penyelenggara pemerintah tidak mengerti pengelolaan risiko.

“Kita harus mengerti pengelolaan risiko. Pastikan kegiatan harus diidentifikasikan kebutuhannya. Secara detail harus punya database. Apapun itu biasakan perencanaan dimulai dengan database,” terang Gazali.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 02 Juli 2020 19:31

DPMK Sosialisasi Perbup 33/2020

TANJUNG REDEB – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau…

Kamis, 02 Juli 2020 19:30

Bahas Peredaran Jamur Enoki di Berau

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengelar rapat pembahasan…

Kamis, 02 Juli 2020 19:29

Beri Dukungan pada Polri

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengungkapkan rasa terima…

Kamis, 02 Juli 2020 19:28

Maksimalkan Lahan ‘Tidur’ Agar Produktif

TANJUNG REDEB – Peningkatan sektor perkebunan menjadi program pemerintah dalam…

Senin, 29 Juni 2020 18:23

Pembangunan Balai Adat Tepian Buah

TANJUNG REDEB – Pembangunan balai adat di Kampung Tepiah Buah…

Senin, 29 Juni 2020 18:16

WTP Harus Sejalan Dengan Kesejahteraan Masyarakat

TANJUNG REDEB – Kegiatan olahraga rutin yang digelar di halaman…

Senin, 29 Juni 2020 18:14

Bersama Perangi Bahaya Narkoba

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo selaku Ketua…

Jumat, 26 Juni 2020 19:52

Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

  TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar pertemuan…

Jumat, 26 Juni 2020 19:50

Rapat Persiapan HUT ke-75 RI

TANJUNG REDEB - Upacara peringatan HUT ke-75 RI dipastikan bakal…

Kamis, 25 Juni 2020 20:01

Surplus hingga Tiga Bulan

TANJUNG REDEB – Dinas Pangan Kabupaten Berau rutin melakukan pemantauan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers