MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 15 November 2019 11:07
BBM Langka, SPBU Akui Kekurangan Suplai

Pertamina Pastikan Penyaluran Aman

DISERBU: Baru buka pelayanan, ratusan kendaraan langsung menyerbu salah satu SPBU di kawasan Rinding, kemarin (14/11).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau kembali langka. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sempat tidak melayani pengisian alias tutup. Begitu pun pedagang BBM eceran yang berjejer di pinggir-pinggir jalan, kompak tidak menjual BBM.

Warga pun mulai resah karena sulit mendapatkan BBM khususnya premium. Kalaupun ada, harganya mencapai Rp 15 ribu per botol di tingkat pengecer.

Seperti yang dialami Rahmadana, warga Jalan Manunggal, Tanjung Redeb. Ia mengaku kesulitan mendapatkan bensin sejak Rabu (13/11) malam. Bahkan hingga Kamis (kemarin), kata dia, bensin di eceran juga sudah tidak tersedia.

“Kalau hari ini (kemarin, Red) tidak dapat (bensin), besok sudah tidak bisa ke mana-mana. Padahal kami ini harus antar-jemput anak sekolah,” katanya, kemarin (14/11).

Ia mengakui, sempat melihat pedagang eceran di kawasan Jalan H Isa I menjual premium. Namun, dalam waktu sekejap habis karena diserbu pengendara sepeda motor.  “Saya enggak sempat dapat. Karena langsung habis. Harganya Rp 13 ribu per botol. Kalau Pertalite Rp 15 ribu per botol,” ujarnya.

Ia pun berharap kelangkaan BBM ini segera berahir. Karena kondisi ini cukup meresahkan masyarakat.

Pengawas SPBU Bujangga, Sauri menuturkan, terbatasnya suplai BBM dari Jobber Pertamina ke SPBU membuat pihaknya tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal. “Untuk hari ini (kemarin) premium dan solar yang masuk 10 ton. Pertalite-nya tidak ada,” katanya, kemarin.

Menurutnya, untuk normalnya, biasanya dalam sehari pihaknya menerima suplai premium, pertalite, dan solar masing-masing 20 ton. “Sebenarnya walaupun tanpa pengetap jika kondisi stoknya kurang, pasti antrean akan membeludak,” ujarnya.

Diakuinya, BBM yang masuk rata-rata 10 ton, hanya mampu bertahan 3 sampai 4 jam saja. Hal tersebut menjadi kendala dalam pelayanan ke masyarakat. Melihat kondisi ini, pihaknya pun melakukan pembatasan pengisian BBM. Untuk kendaraan roda empat, pengisian premium dibatasi Rp 200 ribu, dan roda dua Rp 50 ribu.

Informasi yang diterimanya, kelangkaan BBM ini terjadi karena keterlambatan kapal pengakut BBM menyuplai ke Jobber Pertamina. Sehingga Jobber juga terlambat menyuplai ke SPBU.

Sementara itu, Pertamina memastikan penyaluran BBM di Berau tetap berjalan, meski jadwal kapal pengangkut BBM mengalami kemunduran.

Manager Communication Relation and CSR PT Pertamina Kalimantan, Heppy Wulansari menyampaikan, suplai untuk Jobber Pertamina di Berau yang harusnya tiba pada Kamis (14/11) mengalami kemunduran dan dijadwalkan tiba besok pagi (hari ini, Red). Hal ini disebabkan karena antrean kapal di dermaga Kilang Balikpapan.

“Suplai untuk Jobber Berau dikirim dari Kilang Balikpapan. Besok pagi kapal akan tiba di Berau dengan muatan Premium 1,5 juta liter, Solar 3 juta liter, dan Pertamax 450 ribu liter,” jelas Heppy

Sementara penyaluran dari Jobber tetap berjalan ke SPBU sebesar 71.000 liter Premium, 20.000 liter Pertamax, dan 108.000 liter Solar. Sedangkan Pertalite dibantu penyaluran dari Terminal BBM Samarinda dengan total volume 32.000 liter.

“Untuk mengamankan stok di SPBU sembari menunggu kapal tiba, Pertamina meminta SPBU untuk tidak melayani pembelian pengecer. Pelayanan diutamakan ke konsumen kendaraan bermotor, agar stok di SPBU mencukupi,” jalas Heppy.

Pertamina juga mengimbau masyarakat tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan di SPBU dan bukan di pengecer. “Sebaiknya membeli di SPBU, jangan di pengecer karena SPBU kami minta melayani pembelian konsumen bermotor, bukan ke pengecer," tegasnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi pelayanan di SPBU. Jika ada pelayanan yang kurang baik, masyarakat dapat menginformasikan melalui call centre Pertamina di nomor 135. Selain itu jika ada indikasi penyimpangan di SPBU oleh oknum pengetap, masyarakat dapat melaporkan ke aparat. (*/oke/*/hmd/har)


BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 13:48

Rencana Pembangunan Stadion Mini Terancam Dipindah, Dikepung Lahan Warga

TELUK BAYUR- Rencana pembangunan stadion mini di Kecamatan Teluk Bayur,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:41

Marawiyah Cari Pendamping Pria

TANJUNG REDEB – Tim penjaringan bakal calon (balon) bupati dan…

Rabu, 11 Desember 2019 14:34
0

Warga Berau Jadi DPO Polres Gresik

TANJUNG REDEB- Aparat Satreskrim Polres Berau berhasil meringkus pelaku pembunuhan…

Rabu, 11 Desember 2019 14:29

Berau Pertahankan Penghargaan Peduli HAM

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menerima penghargaan…

Rabu, 11 Desember 2019 14:21

Warga Siduung Indah Tuntut Ganti Rugi

TANJUNG REDEB- Puluhan massa dari Kampung Siduung Indah, Kecamatan Segah,…

Selasa, 10 Desember 2019 11:18

Karena Hal Ini, Nelayan Rugi Miliaran

Dugaan pencemaran yang terjadi di Sungai Segah, tidak sekadar menyebabkan…

Selasa, 10 Desember 2019 10:32

Bentuk Tim Independen

TANJUNG REDEB – Masalah perubahan warna air Sungai Segah beberapa…

Senin, 09 Desember 2019 14:53

The Best Airport 5 Kali Beruntun, Bandara Kalimarau Terbaik di Kelasnya

TANJUNG REDEB – Di penghujung tahun 2019, Unit Pengelola Bandar…

Senin, 09 Desember 2019 11:03

Rekomendasi Terbit, Golkar Sebut Hoaks

TANJUNG REDEB – Proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil…

Senin, 09 Desember 2019 11:02

Dianggarkan di APBD Perubahan 2020

MARATUA – Bupati Berau, Muharram, meresmikan SD Negeri 001 Teluk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.