MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 17 November 2019 12:42
Polisi Ungkap 7 Kasus Illegal Oil
Grafis Kasus Ilegal Oil

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Sepanjang Mei hingga November 2019, jajaran Polres Berau berhasil mengungkap tujuh kasus tindak pidana illegal oil, dengan 11 tersangka.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasat Reskrim AKP Rengga Puspo Saputro mengungkapkan, dari tujuh kasus itu, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Yakni jenis Premium 1.200 liter, dan Solar 3.780 liter. Pihaknya juga mengamankan BBM jenis Pertalite 1.400 liter, serta 7 unit kendaraan roda empat, dan 3 unit alat pompa lengkap dengan selangnya.

Dari tujuh kasus ini, statusnya sudah P21 di Kejaksaan Negeri Berau. Beberapa kasus lanjutnya, sudah tahap II. “Para tersangka disangkakan Pasal 53 huruf a atau d Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas,” jelas Rengga. Ditegaskan Rengga, BBM yang kerap langka di Kabupaten Berau jadi perhatian kepolisian. Pihaknya tidak akan segan menindak jika ada oknum yang melakukan penimbunan BBM, sehingga mengakibatkan terjadi kelangkaan.

“Kami selalu komitmen untuk melakukan penindakan terhadap pelaku penimbun atau pun pengetap BBM subsidi yang meresahkan masyarakat,” tegas Rengga.

Hal itu dibuktikan dari pengungkapan beberapa kasus illegal oil hingga November tahun ini. Disebutkannya, pengungkapan ini telah melebihi target Polda Kaltim sebanyak empat kasus di wilayah hukum Polres Berau.

“Polres Berau selalu mendukung pemerintah kabupaten dan masyarakat terkait kelancaran distribusi BBM subsidi dan non-subsidi,” katanya.

“Kami juga berterima kasih kepada pemerintah kabupaten sudah membantu dalam mendukung adanya pembentukan Satgas Penindakan dan Pengawasan BBM wilayah Berau,” lanjutnya.

Terkait kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari terakhir, juga telah ditindaklanjuti. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak Jobber di Maluang. Disebutnya, saat itu memang ada keterlambatan pengiriman stok bahan bakar dari Pertamina sehingga terjadi kekosongan. Hal ini sekaligus menanggapi adanya keluhan masyarakat soal kelangkaan BBM.

Saat ini kepolisian juga melakukan pengawasan distribusi di beberapa SPBU. Rengga mengimbau para pengetap untuk mencari mata pencaharian yang lain. Karena menurutnya, pengetap BBM itu mengganggu distribusi khususnya bagi masyarakat luas. (mar/har)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:18

Karena Hal Ini, Nelayan Rugi Miliaran

Dugaan pencemaran yang terjadi di Sungai Segah, tidak sekadar menyebabkan…

Selasa, 10 Desember 2019 10:32

Bentuk Tim Independen

TANJUNG REDEB – Masalah perubahan warna air Sungai Segah beberapa…

Senin, 09 Desember 2019 14:53

The Best Airport 5 Kali Beruntun, Bandara Kalimarau Terbaik di Kelasnya

TANJUNG REDEB – Di penghujung tahun 2019, Unit Pengelola Bandar…

Senin, 09 Desember 2019 11:03

Rekomendasi Terbit, Golkar Sebut Hoaks

TANJUNG REDEB – Proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil…

Senin, 09 Desember 2019 11:02

Dianggarkan di APBD Perubahan 2020

MARATUA – Bupati Berau, Muharram, meresmikan SD Negeri 001 Teluk…

Senin, 09 Desember 2019 11:00

Pelabuhan Maratua Belum Dioperasikan, Ini Alasannya

TANJUNG REDEB – Pelabuhan Maratua yang dibangun tahun 2015 hingga…

Senin, 09 Desember 2019 10:59

Dua Kandidat Fokus Pariwisata dan Pendidikan

TANJUNG REDEB – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Berau…

Minggu, 08 Desember 2019 15:40

“Masyarakat Berau Itu Ramah”

TANJUNG REDEB – Tongkat komando Polres Berau yang sudah dua…

Minggu, 08 Desember 2019 15:38

Sidang Tertunda Enam Kali

TANJUNG REDEB – Sidang pembacaan tuntutan terhadap tiga terdakwa perkara…

Minggu, 08 Desember 2019 15:34

Investor Sudah Koordinasi dengan RT

TANJUNG REDEB – Bangunan eks Hotel Cantika Swara, dilirik investor.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.