MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 20 November 2019 14:55
Masih Kategori Layak Konsumsi

PROKAL.CO,

MESKI air Sungai Segah yang menjadi bahan baku Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Segah mengalami penurunan potensi hidrogen (pH), namun menurut Direktur PDAM Tirta Segah, Saipul Rahman, kondisi itu masih bisa diatasi. Bahkan ia memastikan, air yang diproduksi PDAM dan disalurkan ke masyarakat, pH-nya sudah sesuai standar.

“Dari hasil uji sampel, beberapa parameter kami laporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Menurut mereka (Dinkes), kondisi ini masih bisa ditolerir. Tapi kami tetap memantau perkembangan air,” kata Saipul, kepada Berau Post, Selasa (19/11).

Saipul menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 Tahun 2010, terdapat beberapa parameter yang perlu dipenuhi. Meliputi delapan parameter kimia, dua parameter mikrobiologi, dan 6 parameter fisik. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lengkap, harus menunggu waktu 3 minggu melalui uji sampel.

Sementara tindakan cepat yang bisa dilakukan, pihaknya hanya bisa mengambil satu parameter, yakni pH air. Tapi dengan mengetahui pH air, kata dia, sudah bisa mengetahui parameter lainnya. “Alat yang kita punya hanya untuk mengukur pH. Tapi kami juga sudah menyerahkan sampel ke laboratorium di Samarinda,” jelasnya.

Berdasarkan hasil uji sampel air baku di perairan Teluk Bayur, menunjukkan pH 3,9. Dengan pH di bawah 4, lanjut Saipul, sebenarnya tidak direkomendasikan untuk pompa  PDAM. “Tapi ketika kami olah, masih dapat pH 7,” ujarnya.

Artinya, untuk pH air baku 3,9, namun untuk air yang diolah dan diproduksi sudah sesuai standar, yakni pH 7. “Dengan pH yang kita uji sebenarnya sudah cukup. Dan itu juga masih diterima selama (pH) di atas 6,5,” paparnya.

 

Meski dari sisi Ph aman, tetapi pihaknya juga belum mengetahui pasti apakah  dari konteks bahan-bahan kimia lainnya bisa dikatakan aman. Karena itu pihaknya menunggu hasil final uji sampel air secara keseluruhan. “Air ini juga kebutuhan masyarakat banyak, jadi tidak boleh berhenti,” pungkasnya. (*/oke)

Masih Kategori Layak Konsumsi

 


BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 11:04

Lagi, Penimbunan BBM Subsidi Terungkap

TANJUNG REDEB – Penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jadi…

Jumat, 24 Januari 2020 10:56

Target 2020 Seluruh Kampung Teraliri Listrik

TANJUNG REDEB - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Berau, menargetkan…

Jumat, 24 Januari 2020 10:52

Dinkes Klaim Angka Kematian Ibu Menurun

TANJUNG REDEB – Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Berau…

Kamis, 23 Januari 2020 16:19

Virus Corona Mendekat, Perketat Pengawasan Laut dan Udara

TANJUNG REDEB – Wabah Koronavirus 2019-nCoV, yang dikenal dengan nama…

Selasa, 21 Januari 2020 14:51

Konsisten dalam Kegiatan Konservasi, Wakil Bupati Diganjar Ini....

TANJUNG REDEB- Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menerima trofi penghargaan…

Selasa, 21 Januari 2020 14:49

Muharram Klaim sudah Punya Perahu

TANJUNG REDEB – Dua kandidat bakal calon bupati, Muharram dan…

Selasa, 21 Januari 2020 14:45

Istri Tewas di Tangan Suami dengan 14 Tusukan

TANJUNG REDEB - Nawir (63) warga Jalan Long Pikat RT…

Selasa, 21 Januari 2020 10:23

Bersihkan Lumpur di Drainase

Genangan air yang menutup sebagian ruas jalan perkotaan pada Sabtu…

Selasa, 21 Januari 2020 10:23

Dewan Segera Panggil DPUPR

TANJUNG REDEB – Banjir yang menggenangi beberapa ruas jalan hingga…

Selasa, 21 Januari 2020 10:21

ASTAGA..!! Sungai Segah Berubah Warna Lagi, Polisi Tunggu Hasil Penelitian IPB

TANJUNG REDEB - Setelah diguyur hujan deras pada Sabtu (18/1),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers