MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 29 November 2019 15:34
Perkara Penari ‘Erotis' Masuk Meja Hijau
BABAK BARU: Tujuh terdakwa kasus tari erotis saat akan digiring ke Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, setelah penyidik melimpahkan ke Kejaksaan Negeri Berau, 4 November lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Perkara tari erotis pada penyelenggaraan Jambore Daerah IX Kaltim-Kaltara, memasuki babak baru. Tujuh orang yang terlibat kini menjadi terdakwa.

Ketujuh terdakwa sudah menjalani sidang dengan agenda mendengarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Berau, pekan lalu.

JPU Kejari Berau, Christian, mengatakan, selain tiga penari, pada perkara ini, ada empat orang tambahan yang ditetapkan penyidik memenuhi syarat melakukan tindak pidana yang mengandung pornografi.

Empat terdakwa lainnya itu yakni dua orang berprofesi sebagai DJ, serta dua pihak dari panitia penyelenggara. “Perkara ini terus berlanjut, dan telah berjalan di meja hijau,” katanya.

Dikatakannya, jika tidak ada kendala, pekan ini masuk agenda persidangan pemeriksaan keterangan saksi-saksi.

Seperti diketahui, perkara ini mencuat setelah video yang memperlihatkan beberapa penari wanita beraksi ketika mengisi acara jambore yang digelar komunitas RX King Berau. Penampilan para penari dinilai terlalu vulgar hingga memicu banyak kecaman dan komentar negatif masyarakat.

Saat video tarian pengisi acara itu tersebar, warga net lantas mempertanyakan perizinan kegiatan itu. Sehingga harus berurusan dengan kepolisian. Sampai akhirnya, penyidik Polres Berau menetapkan 3 penari pada acara tersebut sebagai tersangka Juli lalu. Penetapan itu setelah penyidik menyelesaikan pemeriksaan terhadap tujuh saksi dan tim ahli. 

Dari kesimpulan tim ahli, aksi ketiga penari tersebut sudah mengarah kepada tindakan pornografi. Pelaku diancam Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Dalam pasal tersebut dijelaskan, setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum, yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggaman, atau yang bermuatan pornografi lainnya, dipidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar. (mar/har)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 14:49

Muharram Klaim sudah Punya Perahu

TANJUNG REDEB – Dua kandidat bakal calon bupati, Muharram dan…

Selasa, 21 Januari 2020 14:45

Istri Tewas di Tangan Suami dengan 14 Tusukan

TANJUNG REDEB - Nawir (63) warga Jalan Long Pikat RT…

Selasa, 21 Januari 2020 10:23

Bersihkan Lumpur di Drainase

Genangan air yang menutup sebagian ruas jalan perkotaan pada Sabtu…

Selasa, 21 Januari 2020 10:23

Dewan Segera Panggil DPUPR

TANJUNG REDEB – Banjir yang menggenangi beberapa ruas jalan hingga…

Selasa, 21 Januari 2020 10:21

ASTAGA..!! Sungai Segah Berubah Warna Lagi, Polisi Tunggu Hasil Penelitian IPB

TANJUNG REDEB - Setelah diguyur hujan deras pada Sabtu (18/1),…

Selasa, 21 Januari 2020 10:19

Bocah 10 Tahun Meninggal saat Mencari Ikan

Sambaliung- Seorang anak perempuan berusia 10 tahun berinisial AR, ditemukan…

Minggu, 19 Januari 2020 15:52

Tanah Longsor, 30 Jiwa Akan Diungsikan

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, memprediksi curah hujan…

Minggu, 19 Januari 2020 15:47

Wabup: Solusi Jangka Pendek Normalisasi Drainase

TIDAK hanya di wilayah Tanjung Redeb, sejumlah kawasan dan sekolah…

Minggu, 19 Januari 2020 15:47

Sekolah Terendam, Siswa Dipulangkan Awal

GENANGAN air akibat hujan deras juga merendam kawasan Jalan alan…

Minggu, 19 Januari 2020 13:42

Diguyur Hujan, Genangan di Mana-Mana

TANJUNG REDEB – Hujan yang mengguyur Kabupaten Berau sejak pagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers