MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 01 Desember 2019 13:02
Periksa Perusahaan yang Diduga Cemari Sungai, Bupati Bakal Bersurat ke KLHK

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemkab Berau terus berupaya menyikapi fenomena perubahan air Sungai Segah yang diduga tercemar limbah perusahaan perkebunan.

Bupati Berau Muharram, mengaku akan bersurat ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Tujuannya, meminta KLHK menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan perkebunan yang diduga aktivitas mencemari sungai.

Menurutnya, masalah perubahan kondisi air Sungai Segah tak bisa dianggap remeh. Karena dampaknya sudah membuat ikan di sungai maupun milik petani keramba mati.

Langkah awal yang sudah dilakukan yakni melakukan uji sampel air yang diambil di beberapa titik, termasuk di sekitar pembuangan perushaan perkebunan. Bahkan, Muharram mengaku telah memerintahkan agar perusahaan yang diduga mencemari sungai menghentikan sementara aktivitas pemupukan, termasuk menutup seluruh irigasi sehingga tidak mengalir ke sungai.

“Ini juga supaya tidak jadi bias. Yang saya perintahkan adalah seluruh proses pemupukan dihentikan sementara. Termasuk irigasi-irigasi ditutup dulu. Jangan mengalir, itu yang saya maksud,” tegasnya, di sela-sela kegiatan peresmian Landmark Gunung Tabur, kemarin (30/11).

Pada kenyataannya, lanjut Muharram, setelah beberapa pekan aktivitas pemupukan dihentikan, dan saluran irigasi ditutup, perubahan warna air sungai pun lambat laun kembali normal. Ini membuktikan dugaan terjadinya fenomena itu dari adanya aktivitas perusahaan perkebunan yang beroperasi di sekitar Sungai Segah. “Namun sampai hari ini, pihak perusahaan yang bersangkutan belum mengakui tentang kesalahan tersebut. Pihak perusahaan masih menganggap memang ada potensi asam di kebun itu,” kata Muharram.

Menurut analisanya, dua perusahaan perkebunan yang menjadi sumber utama, sebab saat diperiksa di atas kebun, kondisi air tetap normal. Namun, kondisi air dari kebun ke bawah, kondisinya berubah.

“Kemudian kita tes air yang mengalir dari irigasi yang bersumber dari kebun itu, hasilnya pH air di bawah 4. Artinya 2 sampai 3,0. Sehingga dugaan kita sementara bersumber dari perusahaan perkebunan,” katanya.

Kendati demikian, karena pihak perusahaan belum menerima dan yakin bahwa sudah menjadi sumber dari persoalan tersebut. Maka pihaknya telah mengambil kesimpulan akan bersurat ke kementrian lingkungan hidup.

“Mudah-mudahan hasilnya nanti bisa meyakinkan kita. Dan ada tindakan yang harus dilakukan dalam bentuk pengelolaan limbah, baru nanti bisa dilepas ke sungai,” kata Muharram.

Sebelumnya, Pemkab Berau terus melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab perubahan warna air Sungai Segah November lalu. Dua perusahaan di bawah naungan Kuala Lumpur Kepong (KLK) Grup, diduga sebagai penyebab perubahan air sungai itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Sujadi mengatakan, sejak 10 November, pihaknya telah mengambil sampel dari Rinding hingga Kampung Labanan. Selanjutnya, pada 12 November, DLHK menyerahkan hasil uji sampel kepada Bupati Berau.

“Bupati memerintahkan untuk kembali mengecek ke daerah lebih atas lagi. Kami masuk ke dalam drainase milik perusahaan kebun. Di sana ditemukan pH air di bawah 4,” jelas Sujadi.

Selain dua perusahaan tersebut, pihak DLHK juga mengambil sampel dari beberapa perusahaan perkebunan yang berada di lokasi awal ditemukan perubahan warna air Sungai Segah. Namun, tidak menemukan hasil yang mencurigakan. “Dugaan sementara yakni karena pupuk,” kata Sujadi.

Sujadi menegaskan, dari 9 pupuk yang diuji, ada 5 pupuk yang dipakai cocok dengan temuan DLHK di lapangan. Pupuk tersebut memiliki sifat membuat air jernih. “Di sini dugaan kami semakin  kuat,” tambahnya.

Terpisah, Manajer Humas KLK Grup, Jupita Sari mengakui, telah melakukan beberapa aksi. Di lapangan KLK Grup telah melakukan apa yang diperintah Bupati Berau, yakni menutup pintu air serta menyetop pemupukan untuk menetralkan kadar air yang ada.

“Kami menghormati keputusan pemda. Jadi kami stop pemupukan sementara. Untuk waktunya sampai kapan, kami juga belum tahu,” ujar Jupita.

Untuk pemupukan dilakukan sesuai dengan SOP perusahaan dan diaplikasikan sesuai prosedur. Mengenai dampak pemupukan terhadap pencemaran, Juptia menuturkan masih menunggu hasil pengujian. “Hal inilah yang terus kami lakukan bertahun-tahun. Sesuai dengan arahan konsultan,” katanya.

“Terkait dugaan pencemaran yang baru dijadikan parameter hanya kadar pH. Secara indikasi, apakah hanya kadar pH saja yang dijadikan faktor utama pencemaran air. Saya pikir tidak itu saja,” ujarnya. (mar/har)


BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 13:48

Rencana Pembangunan Stadion Mini Terancam Dipindah, Dikepung Lahan Warga

TELUK BAYUR- Rencana pembangunan stadion mini di Kecamatan Teluk Bayur,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:41

Marawiyah Cari Pendamping Pria

TANJUNG REDEB – Tim penjaringan bakal calon (balon) bupati dan…

Rabu, 11 Desember 2019 14:34
0

Warga Berau Jadi DPO Polres Gresik

TANJUNG REDEB- Aparat Satreskrim Polres Berau berhasil meringkus pelaku pembunuhan…

Rabu, 11 Desember 2019 14:29

Berau Pertahankan Penghargaan Peduli HAM

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menerima penghargaan…

Rabu, 11 Desember 2019 14:21

Warga Siduung Indah Tuntut Ganti Rugi

TANJUNG REDEB- Puluhan massa dari Kampung Siduung Indah, Kecamatan Segah,…

Selasa, 10 Desember 2019 11:18

Karena Hal Ini, Nelayan Rugi Miliaran

Dugaan pencemaran yang terjadi di Sungai Segah, tidak sekadar menyebabkan…

Selasa, 10 Desember 2019 10:32

Bentuk Tim Independen

TANJUNG REDEB – Masalah perubahan warna air Sungai Segah beberapa…

Senin, 09 Desember 2019 14:53

The Best Airport 5 Kali Beruntun, Bandara Kalimarau Terbaik di Kelasnya

TANJUNG REDEB – Di penghujung tahun 2019, Unit Pengelola Bandar…

Senin, 09 Desember 2019 11:03

Rekomendasi Terbit, Golkar Sebut Hoaks

TANJUNG REDEB – Proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil…

Senin, 09 Desember 2019 11:02

Dianggarkan di APBD Perubahan 2020

MARATUA – Bupati Berau, Muharram, meresmikan SD Negeri 001 Teluk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.