MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 07 Desember 2019 11:47
DPMK Tak Terima Laporan Kecurangan Politik Uang pada Pilkakam

Dugaan Politik Uang Pilkakam Pegat Batumbuk

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Ilyas Natsir, mengakui belum menerima laporan terkait adanya dugaan politik uang dan pengerahan pemilih, pada pemilihan kepala kampung (Pilkakam) Pegat Batumbuk Oktober lalu.

Menurutnya, laporan salah satu calon kepala kampung di Pegat Batumbuk terkait temuan kecurangan tentu bisa diproses lebih lanjut jika disampaikan ke pihak-pihak terkait. “Tetapi kami belum menerima laporan kecurangan (politik uang) itu, sehingga belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujarnya, kepada Berau Post, Jumat (6/12).

Namun ditegaskannya, laporan tersebut juga harus disertai dengan bukti-bukti dan juga saksi-saksi untuk memperkuat dugaan kecurangan itu. Jika benar yang dilaporkan itu terjadi, menurut Ilyas, tentu persoalan itu masuk tindak pidana. Bahkan jika terbukti bersalah secara hukum, saat sudah dilantik sekalipun bisa berujung pemecatan jabatan.

“Jadi laporan itu pasti akan tetap diproses secara hukum jika telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Karena bisa saja masuk tindakan pidana. Untuk melaporkannya pun perlu disertai dengan bukti-bukti yang mendukung dan para saksi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu calon Kepala Kampung Pegat Batumbuk, Mustakim, melaporkan adanya politik uang kepada Panitia Pemilihan Kepala Kampung Pegat Batumbuk.

Kepada Berau Post, Mustakim mengakui ada permainan uang yang dilakukan salah satu calon pada pilkakam Pegat Batumbuk Oktober lalu. Hal itu diketahuinya dari laporan warga. “Ada warga yang mengaku diberi uang Rp 700 ribu. Ia melapor kepada saya,” kata Mustakim, saat berbincang-bincang dengan Berau Post, Kamis (5/12).

Selain itu, ia juga menyebutkan pada saat pencoblosan 29 Oktober, calon tersebut memfasilitasi warga yang ingin mencoblos. Sekitar 30 warga diberi tumpangan speedboat ke Pegat Batumbuk untuk mencoblos.

Hal ini menurutnya telah melanggar Peraturan Daerah tentang Pilkakam. “Hasil Pilkakam Pegat Batumbuk cacat hukum. Saya bisa datangkan saksi. Mereka mengaku diberi uang,” katanya.

Mustakim mengaku secara resmi telah melaporkan hal ini kepada Ketua Panitia Pilkakam Pegat Batumbuk, melalui surat tertanggal 31 Oktober 2019. “Sudah saya laporkan sebelum batas akhir pengaduan. Tapi sampai sekarang belum ada respons,” kata Mustakim yang merupakan calon kepala kampung petahana.

“Ini yang buat saya bingung, sampai saat ini laporannya belum diproses pihak Panitia Pilkakam. Tapi saya masih menunggu. Jika memang kurang saksi, saya siap menghadirkan saksi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkakam Pegat Batumbuk, Firdaus, mengakui pihaknya tidak pernah menerima laporan mengenai adanya kecurangan atau politik uang pada proses Pilkakam Pegat Batumbuk lalu. “Tidak ada laporan masuk ke saya,” tegasnya.

Namun, ia pernah mendengar bahwa ada laporan ke kecamatan mengenai kecurangan itu. Hal itu menurutnya tidak sesuai prosedur. Karena seharusnya laporan itu melalui kelurahan, kemudian ke kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau.

“Itu namanya potong kompas. Saya hanya mendengar. Tapi laporan ke saya tidak ada,” ujarnya.

 

 

Dikatakannya, pada tahapan pilkakam yang digelar di 20 kampung secara serentak Oktober lalu, ada tenggang waktu untuk mengajukan keberatan. Yakni hingga 31 November 2019. “Kalau melapor sekarang, tentu sudah lewat waktunya,” pungkasnya. (mar/har)

Dugaan Politik Uang Pilkakam Pegat Batumbuk


BACA JUGA

Kamis, 09 April 2020 13:45

Estimasi 20 Ribu KK yang Terdampak

TANJUNG REDEB – Untuk mengetahui situasi yang berkembang terkait penanganan…

Kamis, 09 April 2020 13:42

Kegiatan Dari DAK Distop, Bidang Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jalan

TANJUNG REDEB - Sejumlah kegiatan di Kabupaten Berau yang akan…

Kamis, 09 April 2020 13:40

8 PDP Negatif, 27 ODP selesai Inkubasi

TANJUNG REDEB - Kasus virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten…

Rabu, 08 April 2020 17:24

Bupati Sebut Masih Wajar

TANJUNG REDEB – Kenaikan biaya tambang kapal atau freight pada…

Rabu, 08 April 2020 17:23

Minta Normal sebelum Ramadan

TANJUNG REDEB – HinggaSelasa(7/4) pemadaman listrik bergiliran di Tanjung Redeb…

Rabu, 08 April 2020 17:22

Jadwal Pemadaman Diprotes Warga

TANJUNG REDEB - Pemadaman listrik bergilir yang tidak sesuai jadwal…

Rabu, 08 April 2020 17:21

Baliho Pasangan MURI Bermunculan

TANJUNG REDEB – Kendati belum resmi sebagai calon bupati dan…

Selasa, 07 April 2020 09:58

Alhamdulillah..!! Bupati Bilang UMKM Boleh Kembali Berjualan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar rapat menindak lanjuti…

Selasa, 07 April 2020 09:57

RS Darurat Covid-19 Masih Terkendala Air, Listrik, dan APD, Padahal Tenaga Medisnya Sudah Siap

TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 terus diupayakan…

Selasa, 07 April 2020 09:55

PLTU Lati hanya Beroperasi Satu Unit

TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik bergiliran kembali terjadi di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers