MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 07 Desember 2019 11:47
DPMK Tak Terima Laporan Kecurangan Politik Uang pada Pilkakam

Dugaan Politik Uang Pilkakam Pegat Batumbuk

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Ilyas Natsir, mengakui belum menerima laporan terkait adanya dugaan politik uang dan pengerahan pemilih, pada pemilihan kepala kampung (Pilkakam) Pegat Batumbuk Oktober lalu.

Menurutnya, laporan salah satu calon kepala kampung di Pegat Batumbuk terkait temuan kecurangan tentu bisa diproses lebih lanjut jika disampaikan ke pihak-pihak terkait. “Tetapi kami belum menerima laporan kecurangan (politik uang) itu, sehingga belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujarnya, kepada Berau Post, Jumat (6/12).

Namun ditegaskannya, laporan tersebut juga harus disertai dengan bukti-bukti dan juga saksi-saksi untuk memperkuat dugaan kecurangan itu. Jika benar yang dilaporkan itu terjadi, menurut Ilyas, tentu persoalan itu masuk tindak pidana. Bahkan jika terbukti bersalah secara hukum, saat sudah dilantik sekalipun bisa berujung pemecatan jabatan.

“Jadi laporan itu pasti akan tetap diproses secara hukum jika telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Karena bisa saja masuk tindakan pidana. Untuk melaporkannya pun perlu disertai dengan bukti-bukti yang mendukung dan para saksi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu calon Kepala Kampung Pegat Batumbuk, Mustakim, melaporkan adanya politik uang kepada Panitia Pemilihan Kepala Kampung Pegat Batumbuk.

Kepada Berau Post, Mustakim mengakui ada permainan uang yang dilakukan salah satu calon pada pilkakam Pegat Batumbuk Oktober lalu. Hal itu diketahuinya dari laporan warga. “Ada warga yang mengaku diberi uang Rp 700 ribu. Ia melapor kepada saya,” kata Mustakim, saat berbincang-bincang dengan Berau Post, Kamis (5/12).

Selain itu, ia juga menyebutkan pada saat pencoblosan 29 Oktober, calon tersebut memfasilitasi warga yang ingin mencoblos. Sekitar 30 warga diberi tumpangan speedboat ke Pegat Batumbuk untuk mencoblos.

Hal ini menurutnya telah melanggar Peraturan Daerah tentang Pilkakam. “Hasil Pilkakam Pegat Batumbuk cacat hukum. Saya bisa datangkan saksi. Mereka mengaku diberi uang,” katanya.

Mustakim mengaku secara resmi telah melaporkan hal ini kepada Ketua Panitia Pilkakam Pegat Batumbuk, melalui surat tertanggal 31 Oktober 2019. “Sudah saya laporkan sebelum batas akhir pengaduan. Tapi sampai sekarang belum ada respons,” kata Mustakim yang merupakan calon kepala kampung petahana.

“Ini yang buat saya bingung, sampai saat ini laporannya belum diproses pihak Panitia Pilkakam. Tapi saya masih menunggu. Jika memang kurang saksi, saya siap menghadirkan saksi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkakam Pegat Batumbuk, Firdaus, mengakui pihaknya tidak pernah menerima laporan mengenai adanya kecurangan atau politik uang pada proses Pilkakam Pegat Batumbuk lalu. “Tidak ada laporan masuk ke saya,” tegasnya.

Namun, ia pernah mendengar bahwa ada laporan ke kecamatan mengenai kecurangan itu. Hal itu menurutnya tidak sesuai prosedur. Karena seharusnya laporan itu melalui kelurahan, kemudian ke kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau.

“Itu namanya potong kompas. Saya hanya mendengar. Tapi laporan ke saya tidak ada,” ujarnya.

 

 

Dikatakannya, pada tahapan pilkakam yang digelar di 20 kampung secara serentak Oktober lalu, ada tenggang waktu untuk mengajukan keberatan. Yakni hingga 31 November 2019. “Kalau melapor sekarang, tentu sudah lewat waktunya,” pungkasnya. (mar/har)

Dugaan Politik Uang Pilkakam Pegat Batumbuk


BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 15:52

Tanah Longsor, 30 Jiwa Akan Diungsikan

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, memprediksi curah hujan…

Minggu, 19 Januari 2020 15:47

Wabup: Solusi Jangka Pendek Normalisasi Drainase

TIDAK hanya di wilayah Tanjung Redeb, sejumlah kawasan dan sekolah…

Minggu, 19 Januari 2020 15:47

Sekolah Terendam, Siswa Dipulangkan Awal

GENANGAN air akibat hujan deras juga merendam kawasan Jalan alan…

Minggu, 19 Januari 2020 13:42

Diguyur Hujan, Genangan di Mana-Mana

TANJUNG REDEB – Hujan yang mengguyur Kabupaten Berau sejak pagi…

Jumat, 17 Januari 2020 14:05

Bongkar Penampungan BBM, Temukan 6 Ton Solar

TANJUNG REDEB – Jajaran Polsek Tabalar, berhasil membongkar penampungan Bahan…

Jumat, 17 Januari 2020 14:05

Ayah Bejat Cabuli Anak Kandungnya

TALISAYAN - Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali…

Kamis, 16 Januari 2020 15:02

Drainase Buntu, SMA 2 Tergenang

TANJUNG REDEB – Hujan yang mengguyur Kabupaten Berau sejak beberapa…

Kamis, 16 Januari 2020 15:01

40,986 Gram Sabu Hasil Operasi Antik Dimusnahkan

TANJUNG REDEB – Jajaran Satreskoba Polres Berau memusnahkan barang bukti…

Rabu, 15 Januari 2020 11:43

Pakar IPB Kembali Uji Air Sungai Segah, Ini Hasilnya...

TANJUNG REDEB – Polres Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan…

Selasa, 14 Januari 2020 15:27

Mahasiswa Minta Usut Tuntas Pencemaran Sungai Segah

TANJUNG REDEB – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Forum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers