MANAGED BY:
MINGGU
16 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 10 Desember 2019 11:18
Karena Hal Ini, Nelayan Rugi Miliaran
Dengar pendapat DPRD dan nelayan.

PROKAL.CO,

Dugaan pencemaran yang terjadi di Sungai Segah, tidak sekadar menyebabkan perubahan warna air sungai saja. Tapi menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau Tentram Rahayu, dugaan pencemaran tersebut sudah memberikan kerugian besar kepada nelayan dan pembudidaya ikan keramba.

Dari pendataan yang dilakukan pihaknya, nelayan-nelayan di Kecamatan Segah, Tanjung Redeb dan Teluk Bayur, terkena dampak dari dugaan pencemaran air sungai itu. “Nelayan yang ada di tiga kecamatan itu tergabung dalam 9 kelompok yang jumlahnya sebanyak 105 orang,” katanya saat mengikuti hearing di DPRD Berau.

Dikatakan, sejak 9 November hingga kemarin, ratusan nelayan tersebut tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Dari perhitungan pihaknya, total kerugian yang dialami seluruh nelayan mencapai Rp 1.032.540.000,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penghitungan kerugian nelayan tersebut berasal dari data kartu nelayan yang dikeluarkan pihaknya. Namun dari jumlah nelayan yang terdaftar, tidak semuanya aktivitas melautnya dihitung hingga 30 hari per bulan. Sehingga pihaknya hanya mengambil rata-rata dari aktivitas melaut nelayan, dengan rata-rata pendapatan mereka setiap habis melaut.

“Nelayan ini ada yang hanya efektif 16 hari melautnya, ada juga yang sampai 24 hari. Makanya diambil rata-ratanya saja. Kemudian dari hasil pendapatan nelayan ini, kami kurangi dengan biaya operasionalnya, sehingga muncullah angka-angka kerugian yang juga telah disepakati mereka (nelayan),” jelas dia.

Kerugian yang sama juga dialami 11 pembudidaya ikan keramba di kawasan Bujangga, Bedungun, dan Gunung Tabur. Sejak perubahan warna air sungai tersebut, ikan-ikan di keramba mereka mengalami kematian. Selain itu, benih ikan yang jumlahnya mencapai 53.700 ekor, juga ikut mati selama dugaan pencemaran air terjadi.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 15 Agustus 2020 19:56

Program e-Puskesmas Terkendala Sarana Prasarana

TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau tengah membuat aplikasi…

Sabtu, 15 Agustus 2020 19:53

Usulkan 660 Pelaku UMKM

TANJUNG REDEB – Pemerintah tengah berupaya memulihkan ekonomi di berbagai…

Sabtu, 15 Agustus 2020 19:52

Penerima PKH Dapat Tambahan Bantuan Beras

TANJUNG REDEB - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan…

Sabtu, 15 Agustus 2020 19:51

Tiga Kader Siap Bersaing

TANJUNG REDEB - Masa jabatan Hadi Mustafa sebagai Ketua Dewan…

Jumat, 14 Agustus 2020 19:56

Kembalikan Kejayaan Golkar

TANJUNG REDEB – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Berau…

Jumat, 14 Agustus 2020 19:55

Buruh Perkebunan Tolak RUU Omnibus Law

TANJUNG REDEB – Ratusanburuh dari beberapa serikat buruh perkebunan kelapa…

Jumat, 14 Agustus 2020 19:54

Tambah Dua Kasus Terkonfirmasi

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, kembali…

Kamis, 13 Agustus 2020 19:37

Sebulan, Polres Tangani Tiga Kasus Pencabulan Anak

TANJUNG REDEB - Dalam sebulan terakhir, Polres Berau menangani tiga…

Kamis, 13 Agustus 2020 19:36

2.000 Ekor Tukik Dilepasliarkan

TANJUNG REDEB – Sebanyak 2.000 ekor tukik dilepasliarkan ke habitat…

Kamis, 13 Agustus 2020 19:35

Sabar Ya...!! Relawan Covid-19 Belum Terima Insentif

TANJUNG REDEB – Relawanpenanganan Covid-19 di Kabupaten Berau yang bertugas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers