MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 10 Desember 2019 11:18
Karena Hal Ini, Nelayan Rugi Miliaran
Dengar pendapat DPRD dan nelayan.

PROKAL.CO, Dugaan pencemaran yang terjadi di Sungai Segah, tidak sekadar menyebabkan perubahan warna air sungai saja. Tapi menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau Tentram Rahayu, dugaan pencemaran tersebut sudah memberikan kerugian besar kepada nelayan dan pembudidaya ikan keramba.

Dari pendataan yang dilakukan pihaknya, nelayan-nelayan di Kecamatan Segah, Tanjung Redeb dan Teluk Bayur, terkena dampak dari dugaan pencemaran air sungai itu. “Nelayan yang ada di tiga kecamatan itu tergabung dalam 9 kelompok yang jumlahnya sebanyak 105 orang,” katanya saat mengikuti hearing di DPRD Berau.

Dikatakan, sejak 9 November hingga kemarin, ratusan nelayan tersebut tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Dari perhitungan pihaknya, total kerugian yang dialami seluruh nelayan mencapai Rp 1.032.540.000,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penghitungan kerugian nelayan tersebut berasal dari data kartu nelayan yang dikeluarkan pihaknya. Namun dari jumlah nelayan yang terdaftar, tidak semuanya aktivitas melautnya dihitung hingga 30 hari per bulan. Sehingga pihaknya hanya mengambil rata-rata dari aktivitas melaut nelayan, dengan rata-rata pendapatan mereka setiap habis melaut.

“Nelayan ini ada yang hanya efektif 16 hari melautnya, ada juga yang sampai 24 hari. Makanya diambil rata-ratanya saja. Kemudian dari hasil pendapatan nelayan ini, kami kurangi dengan biaya operasionalnya, sehingga muncullah angka-angka kerugian yang juga telah disepakati mereka (nelayan),” jelas dia.

Kerugian yang sama juga dialami 11 pembudidaya ikan keramba di kawasan Bujangga, Bedungun, dan Gunung Tabur. Sejak perubahan warna air sungai tersebut, ikan-ikan di keramba mereka mengalami kematian. Selain itu, benih ikan yang jumlahnya mencapai 53.700 ekor, juga ikut mati selama dugaan pencemaran air terjadi.

“Perkiraan kerugiannya mencapai Rp 148.340.000,” katanya.

Makanya, hingga kini pihaknya masih menunggu siapa pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pencemaran tersebut.

“Jika dugaan pencemaran disebabkan aktivitas perusahaan, kami akan membantu nelayan dan pembudidaya ikan keramba agar mendapatkan kompensasi,” jelasnya.

Yang pasti, pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan pribadi. “Makanya sejak awal kami langsung turun ke lapangan, melakukan pengecekan langsung di keramba-keramba milik masyarakat. Mana saja keramba yang sudah terisi dan ikan-ikannya mengalami kematian akibat perubahan air sungai,” terangnya.

“Itu memang belajar dari pengalaman 2015 lalu, saat kejadian justru ada orang yang benar-benar sebagai pembudidaya justru tidak mendapat ganti rugi, sementara ada oknum yang tidak terlibat, justru mendapat ganti rugi,” sambungnya. (*/oke/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 14:51

Konsisten dalam Kegiatan Konservasi, Wakil Bupati Diganjar Ini....

TANJUNG REDEB- Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menerima trofi penghargaan…

Selasa, 21 Januari 2020 14:49

Muharram Klaim sudah Punya Perahu

TANJUNG REDEB – Dua kandidat bakal calon bupati, Muharram dan…

Selasa, 21 Januari 2020 14:45

Istri Tewas di Tangan Suami dengan 14 Tusukan

TANJUNG REDEB - Nawir (63) warga Jalan Long Pikat RT…

Selasa, 21 Januari 2020 10:23

Bersihkan Lumpur di Drainase

Genangan air yang menutup sebagian ruas jalan perkotaan pada Sabtu…

Selasa, 21 Januari 2020 10:23

Dewan Segera Panggil DPUPR

TANJUNG REDEB – Banjir yang menggenangi beberapa ruas jalan hingga…

Selasa, 21 Januari 2020 10:21

ASTAGA..!! Sungai Segah Berubah Warna Lagi, Polisi Tunggu Hasil Penelitian IPB

TANJUNG REDEB - Setelah diguyur hujan deras pada Sabtu (18/1),…

Selasa, 21 Januari 2020 10:19

Bocah 10 Tahun Meninggal saat Mencari Ikan

Sambaliung- Seorang anak perempuan berusia 10 tahun berinisial AR, ditemukan…

Minggu, 19 Januari 2020 15:52

Tanah Longsor, 30 Jiwa Akan Diungsikan

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, memprediksi curah hujan…

Minggu, 19 Januari 2020 15:47

Wabup: Solusi Jangka Pendek Normalisasi Drainase

TIDAK hanya di wilayah Tanjung Redeb, sejumlah kawasan dan sekolah…

Minggu, 19 Januari 2020 15:47

Sekolah Terendam, Siswa Dipulangkan Awal

GENANGAN air akibat hujan deras juga merendam kawasan Jalan alan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers