MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 19 Desember 2019 10:06
Dugaan Ijazah Palsu Kakam Ditangani Polisi
ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sebanyak 20 kepala kampung terpilih pada pemilihan kepala kampung (Pilkakam) serentak Oktober lalu, resmi dilantik, Rabu (18/12). Meski demikian, proses pilkakam serentak masih menyisakan permasalahan.

Salah satunya dugaan pemakaian ijazah palsu yang digunakan Mustafa, Kepala Kampung terpilih Buyung-Buyung, yang saat ini tengah ditangani pihak kepolisian.

Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning, melalui Kasat Reskrim, AKP Rengga Puspo Saputro mengakui, pihaknya menerima laporan dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut sekitar tiga pekan lalu. Namun, untuk perkembangan hukumnya, sejauh ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan sebagai saksi.

“Laporan kasus ini memang sudah masuk ke kami. Tetapi untuk status Mf sementara ini masih sebagai saksi. Kami masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Yang jelas proses hukum terus berjalan,” kata Rengga, yang dikonfirmasi Berau Post, Rabu (18/12).

Seperti diketahui, Mustafa telah menduduki jabatan Kepala Kampung Buyung-Buyung selama dua periode. Pada pemilihan kepala kampung (Pilkakam) serentak Oktober lalu, Mustafa kembali terpilih di periode ketiga. Namun, dugaan penggunaan ijazah palsu yang digugat kepadanya tidak menghalangi dirinya untuk dilantik menjadi kepala kampung, yang sudah secara resmi diembannya pada Rabu (18/12) kemarin, bersama kepala kampung terpilih lainnya.

“Kami belum bisa berkomentar lebih jauh untuk status selanjutnya. Karena masih dalam pemeriksaan juga,” kata Rengga.

Sementara itu, saat awak media ini berusaha mengonfirmasi Mustafa melalui via telepon, yang bersangkutan belum bisa dihubungi.

Sedangkan mengenai kabar adanya laporan persyaratan sebagai kakam ketiga kalinya ijazah Mustafa juga digugat perdata di pengadilan.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Andi Hardiansyah, yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui lebih detail terkait proses hukum mengenai pemalsuan ijazah atau sejenisnya. Menurutnya, pihaknya harus tahu terlebih dahulu soal kasus ini, dilaporkan perdata atau pidana, baru bisa ditindak lanjuti.

“Tadi (kemarin, Red) ada sidang soal kepala kampung. Tetapi perdata. Kasusnya ini soal pencoretan dari peserta pemilihan kepala kampung. Itu yang digugat. Tetapi kalau soal perkara Mustafa ini, kami belum tahu,” tegas Andi, kemarin. (*/hmd/har)


BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 14:23

Maling Satroni Perumahan Guru

SEGAH – Penghuni perumahan guru SD 001 Tepian Buah, Kecamatan…

Senin, 24 Februari 2020 14:21

Musda Dibatalkan, Tiga Kubu KNPI Bersatu

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda…

Senin, 24 Februari 2020 14:20

Tarik Investasi melalui Pengelolaan Mangrove

TANJUNG REDEB – Potensi investasi, tak melulu dilakukan dengan mengeruk…

Senin, 24 Februari 2020 14:19

Akbar Tandjung Beri Isyarat

TANJUNG REDEB – Isu diskresi mewarnai rencana pelaksanaan musyawarah daerah…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:21

Pemanfaatan Dermaga Batu-Batu Belum Maksimal

GUNUNG TABUR - Pembangunan Dermaga di Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:19

Amankan Burung Enggang dari Warga

TELUK BAYUR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:18

Kepala Mes Berau Didemo Mahasiswa

TANJUNG REDEB - Puluhan penghuni Asrama Putra 1 Berau di…

Jumat, 21 Februari 2020 15:30

Prioritaskan Jalan Usaha Tani dan Air Bersih

SAMBALIUNG – Peningkatan jalan usaha tani hingga keberadaan air bersih…

Jumat, 21 Februari 2020 15:26

10 Tahun Tunggu Air Bersih

GUNUNG TABUR – Sebagian Warga Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung…

Kamis, 20 Februari 2020 06:10

Promosikan Ekowisata Mangrove Teluk Semanting

TANJUNG REDEB – Kedatangan Wakil Duta Besar (Dubes) Jerman, Hendrik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers