MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 02 Januari 2020 10:59
Perkara Tarian Erotis, JPU Bakal Hadirkan Ahli
ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, berencana menghadirkan ahli di persidangan perkara tari erotis penyelenggaraan Jambore Daerah IX Kaltim-Kaltara, yang melibatkan tujuh terdakwa.

Menurut JPU yang menangani perkara tersebut, Christian, pada perkara ini terdapat nilai unsur pornografi. Sehingga menjadi alasan pihaknya harus menghadirkan ahli di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb.

“Minggu ini sudah masuk agenda pemeriksaan ahli. Jika sesuai rencana ahli dari pengadilan agama akan kita  hadirkan,” ujarnya, (1/1).

Namun, ia tak berani menjamin ahli akan hadir atau tidak pada sidang lanjutan ini. Yang jelas pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap bersangkutan. Ia pun enggan berspekulasi mengenai adanya unsur pornografi pada perkara ini. Karena sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) sudah memenuhi.

“Pembuktiannya nanti di persidangan. Karena setelah ahli, jika sudah dirasa cukup akan masuk agenda pemeriksaan keterangan terdakwa,” jelasnya.

Pada sidang sebelumnya, tujuh terdakwa pada kasus ini sudah menjalani agenda pemeriksaan keterangan saksi-saksi. Di mana JPU menghadirkan saksi dari masyarakat tempat kejadian perkara (TKP).

Diketahui, perkara ini mencuat setelah video yang memperlihatkan beberapa penari wanita beraksi ketika mengisi acara jambore yang digelar komunitas RX King Berau. Penampilan para penari dinilai terlalu vulgar hingga memicu banyak kecaman dan komentar negatif masyarakat.

Saat video tari-tarian pengisi acara itu tersebar, warga net lantas mempertanyakan perizinan kegiatan itu. Sehingga harus berurusan dengan kepolisian. Sampai akhirnya, penyidik Polres Berau menetapkan 3 penari sebagai tersangka Juli lalu. Penetapan itu setelah penyidik menyelesaikan pemeriksaan terhadap tujuh saksi dan tim ahli.  

Dari kesimpulan tim ahli, aksi ketiga penari tersebut sudah mengarah kepada tindakan pornografi. Pelaku diancam Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Dan terancam hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar. (mar/har)


BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 14:23

Maling Satroni Perumahan Guru

SEGAH – Penghuni perumahan guru SD 001 Tepian Buah, Kecamatan…

Senin, 24 Februari 2020 14:21

Musda Dibatalkan, Tiga Kubu KNPI Bersatu

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda…

Senin, 24 Februari 2020 14:20

Tarik Investasi melalui Pengelolaan Mangrove

TANJUNG REDEB – Potensi investasi, tak melulu dilakukan dengan mengeruk…

Senin, 24 Februari 2020 14:19

Akbar Tandjung Beri Isyarat

TANJUNG REDEB – Isu diskresi mewarnai rencana pelaksanaan musyawarah daerah…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:21

Pemanfaatan Dermaga Batu-Batu Belum Maksimal

GUNUNG TABUR - Pembangunan Dermaga di Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:19

Amankan Burung Enggang dari Warga

TELUK BAYUR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan…

Sabtu, 22 Februari 2020 19:18

Kepala Mes Berau Didemo Mahasiswa

TANJUNG REDEB - Puluhan penghuni Asrama Putra 1 Berau di…

Jumat, 21 Februari 2020 15:30

Prioritaskan Jalan Usaha Tani dan Air Bersih

SAMBALIUNG – Peningkatan jalan usaha tani hingga keberadaan air bersih…

Jumat, 21 Februari 2020 15:26

10 Tahun Tunggu Air Bersih

GUNUNG TABUR – Sebagian Warga Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung…

Kamis, 20 Februari 2020 06:10

Promosikan Ekowisata Mangrove Teluk Semanting

TANJUNG REDEB – Kedatangan Wakil Duta Besar (Dubes) Jerman, Hendrik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers