MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 04 Januari 2020 11:29
Pembudidaya Ikan Keramba Mulai Waswas
TERANCAM MATI: Pembudidaya ikan keramba di bantaran Sungai Segah merasa waswas ikan mereka terancam mati akibat perubahan air Sungai Segah.

PROKAL.CO,

BERUBAHNYA kondisi air Sungai Segah juga berdampak pada pembudidaya ikan keramba di bantaran sungai. Mereka pun kembali waswas, karena ikan-ikan mereka terancam mati.

Hal itu disampaikan Iwan, salah seorang pemilik keramba di kawasan Bujangga. Apalagi, dirinya sudah pernah mengalami kerugian ratusan juta, dari perubahan kondisi air sebelumnya.

“Jika dipindah semua ke kolam nggak akan cukup. Dan tidak cocok. Jadi kami minta pihak pemerintah agar dicarikan solusinya serta bisa menuntaskan persoalan ini secepatnya. Apa penyebab pastinya yang sudah membuat ikan-ikan kami mati,” ucap Iwan, Jumat (3/1).

Kepala Dinas Perikanan Berau, Tentram Rahayu membenarkan kondisi itu. Dia mengaku menerima laporan dari pembudidaya ikan keramba, bahwa ikan di keramba banyak yang mati karena kondisi perubahan warna air.

“Mereka saya minta mencatat untuk pendataan. Dari kami juga sudah ada petugas yang mengecek air dan terus berkoordinasi dengan pembudiaya ikan keramba,” ujarnya, kepada Berau, kemarin.

Terpisah, Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Segah, Saipul Rahman menambahkan, perubahan warna air sungai ini kembali terjadi sejak Kamis (2/1) lalu. Hal tersebut berdasarkan laporan petugas yang setiap hari melakukan pengecekan air baku di lapangan.

Dari hasil pengecekan potensi hidrogen (pH) air baku di wilayah Teluk Bayur pada Jumat (3/1) mencapai 4,6. “Tapi kalau belajar dari kejadian sebelumnya, itu masih bisa kami normalkan dengan menambah penggunaan bahan kimia,” jelasnya.

 

Ditambahkannya, kondisi ini juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Apalagi kata dia berubahnya kondisi air baku yang diolah sangat berpengaruh terhadap mesin pompa. “Karena  jika dipaksakan, dikhawatirkan nanti mesin pompa tiba-tiba rusak sehingga dapat mengganggu pendistribusian air ke masyarakat,” pungkasnya. (*/oke/mar/har) 


BACA JUGA

Selasa, 07 April 2020 09:58

Alhamdulillah..!! Bupati Bilang UMKM Boleh Kembali Berjualan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar rapat menindak lanjuti…

Selasa, 07 April 2020 09:57

RS Darurat Covid-19 Masih Terkendala Air, Listrik, dan APD, Padahal Tenaga Medisnya Sudah Siap

TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 terus diupayakan…

Selasa, 07 April 2020 09:55

PLTU Lati hanya Beroperasi Satu Unit

TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik bergiliran kembali terjadi di Kabupaten…

Selasa, 07 April 2020 09:54

Hanya Rp 85 Per Kilogram

TANJUNG REDEB – Adanya penolakan rencana kenaikan freight atau uang…

Senin, 06 April 2020 18:24

Kadin dan Asosiasi Pedagang Menolak

TANJUNG REDEB – Penggunaan jasa pengiriman barang menggunakan peti kemas,…

Senin, 06 April 2020 18:21

RSD Covid-19 Kekurangan APD

TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 yang menggunakan…

Senin, 06 April 2020 18:20

Operasional Tambang Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Wabah Covid-19 menjadi momok yang dihadapi masyarakat di berbagai belahan…

Minggu, 05 April 2020 19:27

Dampak Corona, Stok Darah di PMI Menipis

TANJUNG REDEB – Mewabahnya virus Corona atau Covid-19 berdampak pada…

Minggu, 05 April 2020 19:18

Persiapan 80 Persen, Khusus Tangani ODP

Langkah antisipasi sudah diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di tengah…

Minggu, 05 April 2020 19:13

Tiga PDP dari Klaster Gowa

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau baru-baru ini melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers