MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 06 Januari 2020 15:31
Permintaan Pak Camat
Ilustrasi

PROKAL.CO,

SAYA hampir lupa. Harian pagi Kaltim Post ternyata sedang merayakan ulang tahunnya ke-32 kemarin (5/1). Ucapan selamat saya sampaikan lewat Pak Rusdiansyah Aras. Ucapan lewat instagramnya, di tengah kegiatan olahraga spektakuler.

Tidak terasa, usianya sudah 32 tahun. Media ini banyak menghasilkan wartawan muda dan sekarang sudah tidak muda lagi. Lalu, menghadirkan media ‘anak’ Kaltim Post di daerah. Juga diawaki wartawan yang muda dan energik.

Saya termasuk salah satu jebolan Kaltim Post. Bersama-sama Pak Rusdiansyah Aras, Pak Syafril TH Noor dan beberapa nama. Juga Pak Endro Efendi, yang kini sebagai ketua PWI Kaltim.

Banyak informasi yang diberikan, sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat. Tetap bertahan di tengah-tengah persaingan media sosial yang tumbuh pesat. Kaltim Post, telah memberikan jasa jembatan informasi bagi pembacanya.

Lewat media pula, saya membaca harapan banyak orang. Ada yang berkeluh-kesah. Ada yang tersanjung dan menyanjung. Ada yang mengkritik dan respons yang dikritik. Sebuah dialog yang dinamis.

Seperti harapan yang disampaikan Camat Pulau Maratua. Sebagai pulau wisata dan belasan resor yang ada, Pak Camat melihat berbagai fasilitas yang dibutuhkan.

Jalan-jalan utama di pulau sudah dibangun dengan baik. Listrik juga sudah terlayani 24 jam. Air bersih, masih dalam progres. Begitupun puskesmas yang melayani rawat inap sudah selesai dan mulai dimanfaatkan.

Bagi Pak Camat, itu saja belum lengkap. Ada satu fasilitas sangat diperlukan yang terkait dengan keselamatan jiwa para wisatawan. Khususnya para penyelam.

Potensi para penyelam terserang dekompresi sangat besar. Dan bila itu terjadi, hanya ada waktu singkat untuk bisa mengatasinya. Ada ‘golden time’ sekitar 8 jam. “Kami butuh ditempatkan hiperbarik,” kata Pak Camat.

Mulanya saya berpikir, mengapa harus menghadirkan di Pulau Maratua, padahal terapi oksigen itu sudah disiapkan di Tanjung Batu. Jarak antara Maratua dan Tanjung Batu, masih dalam hitungan ‘Golden Time’.

Pastilah ada pertimbangan lain Pak Camat, sehingga meminta agar alat yang sangat besar faedahnya itu, juga dihadirkan di Maratua. Bila alat itu dimiliki, para peselam dan wisatawan akan merasa nyaman. Terjadi insiden dekompresi, penanganan bisa langsung dilakukan. Apalagi bila kasus itu terjadi di malam hari.

Tak perlu sebesar di Tanjung Batu. Kapasitas 3 atau 4 orang sudah cukup. Alat itu juga bisa menjadi bagian dari ‘bisnis’ puskesmas yang ada. Terapi oksigen, manfaatnya sangat banyak. Bukan semata dalam penanganan kasus dekompresi.

Hiperbarik, bisa menyembuhkan luka yang sangat sulit pulih. Sebab, ketika bekerja, bisa memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Juga menjadi sarana yang ingin tampil lebih cantik.

Menjadi destinasi berkelas internasional, salah satu yang harus dimiliki adalah hiperbarik. Ditempatkan di puskesmas. Siap melayani berbagai persoalan 24 jam, menolong para wisatawan yang terkena dekompresi.

Kekurangan itulah yang didesak oleh Pak Camat Maratua. Dia tahu, tamu ‘bule’ yang datang setiap bulannya cukup banyak. Para wisatawan mancanegara ini, di antaranya para peselam. Juga warga setempat yang bisa saja dalam proses menemani wisatawan terkena serangan dekompresi.

Pak Camat ingin memberikan layanan maksimal kepada tamunya yang datang. Ia sadar, bila ada kasus dekompresi yang tidak bisa ditangani, kredibilitas sebagai pulau wisata akan terganggu.

Saya ingat, beberapa bulan lalu, ada operator wisata di Pulau Derawan terkena dekompresi. Ia mulai berhitung mundur akan datangnya ‘ajal’ menjemput. Ia tahu, sampai seberapa lama ia bisa bertahan.

Perlahan-lahan, perubahan di badannya mulai nampak. Ia tidak mungkin ke luar daerah. Ia tahu, ada hiperbarik di Tanjung Batu. Dan, akhirnya semua bisa teratasi, jiwa operator asal luar negeri itu bisa diselamatkan.

Ia sangat berterima kasih pada saya, yang ikut kasak-kusuk membantu agar bisa dilayani. Kasus seperti inilah yang bisa terjadi di Maratua. Tak salah, bila ada permintaan Pak Camat. (*/udi)

 

       


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 10:18

Imlek Meihua

HUJAN lebat berlangsung lama, Sabtu (18/1) lalu. Debitnya juga lumayan…

Rabu, 15 Januari 2020 11:47

Pulang Kosong

MASIH ingat KM Tanjung Perkasa? Kapal ini punya sejarah panjang…

Selasa, 14 Januari 2020 15:33

Bahaya Nyata Pariwisata Magnet Penarik Devisa

SEKTOR pariwisata di Indonesia dianggap sangat potensial untuk menjadi kunci…

Selasa, 14 Januari 2020 15:28

Mori dan Maratua

PUTRA Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed, mengungkapkan keinginannya…

Senin, 13 Januari 2020 15:13

Landmark Pak Edi

BAGI saya dan para kerabat, waktu 2 tahun dan 3…

Sabtu, 11 Januari 2020 11:43

Kapurung Harmoni

BANYAK teman saya asal Palopo, Sulawesi Selatan, yang sudah lama…

Senin, 06 Januari 2020 15:31

Permintaan Pak Camat

SAYA hampir lupa. Harian pagi Kaltim Post ternyata sedang merayakan…

Sabtu, 04 Januari 2020 12:12

Salto Ubur-Ubur

SESEORANG dengan gaya salto di Danau Pulau Kakaban tiba-tiba menjadi viral…

Kamis, 02 Januari 2020 11:06

Samarinda – Berau, dari 24 Jam Kini 12 Jam

PEKAN tadi, saya sengaja melakukan perjalanan darat dari Berau ke…

Kamis, 02 Januari 2020 10:49

Tikus Logam

ALHAMDULILLAH, hari pertama tahun 2020 diawali hujan, setelah hingar-bingar di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers