MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 13 Januari 2020 15:13
Landmark Pak Edi
ULANG TAHUN: Salah satu momen bersama Pak Edi Yuniarto, saat BRI berulang tahun. Saya dan teman-teman Berau Post, memberikan ucapan selamat dan kue ulang tahun.

PROKAL.CO, BAGI saya dan para kerabat, waktu 2 tahun dan 3 bulan rasanya tak cukup. Belum siap untuk ditinggalkan. Harusnya, digenapkan 4 tahun. Biar semua angan-angan Pak Edi, bisa terkabul seluruhnya.

Itu maunya saya. Maunya Pak Edi, yang bos BRI Tanjung Redeb, tidak begitu. Pergerakan pucuk pimpinan berputar. Pak Edi juga masuk dalam putaran itu. Ia harus pindah tugas. Tempat yang jauh. Di BRI Lampung Utara.

Saya tidak tahu, bagaimana perasaan Pak Edi. Juga perasaan seluruh karyawan di kantor cabang maupun yang di kecamatan. Pastilah, suasana di hari-hari terakhir bertugas, semuanya menjadi terharu.

Bulan Oktober 2017, Pak Edi mulai bertugas di Berau. Ia langsung melakukan terobosan besar. Saya beberapa kali bertemu di warung kopi. Kami memang sudah janji, tak ada pertemuan formal di kantor.

Di warung kopilah, saya bersama Pak Edi berbincang bagaimana mengarahkan dana CSR yang dimiliki kantornya. Ia ingin yang monumental dan seiring dengan apa yang dikembangkan kabupaten. Tentu pertimbangan di mana komunitas nasabahnya berada.

Dan kami sepakati di kecamatan Bidukbiduk. Saat itulah, Pak Edi mengerahkan semua inspirasinya. Menghadirkan ‘Teras Nusantara’ di Teluk Sulaiman. Menambah pintu gerbang sekitar Labuan Cermin. Juga membuat landmark di Pulau Kaniungan.

Saat itu, wajah Bidukbiduk jadi berubah. Ada semangat warganya. Di awal, pusat kuliner yang kumuh, menjadi sempurna setelah dibangun permanen. Juga semangat Pulau Kaniungan usai landmark terpasang.

“Apalagi, Pak Sikra,” kata Pak Edi. Sambil menikmati kopi Aceh di Tepian Jalan Pulau Derawan. Saya memberikan beberapa alternatif. Seperti di Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. Di Pantai Ulingan atau di Talisayan.

Pak Edi rupanya mengikuti rencana pengembangan Pulau Maratua bekerja sama dengan Seychelles. “Teras Nusantara hadir di pulau terluar,” kata Pak Edi. Artinya, pilihan selanjutnya di pulau Maratua. Oke, deal.

Sama dengan yang dilakukan di Bidukbiduk. Pak Edi juga menghadirkan ‘Teras Nusantara’ yang bisa dimanfaatkan warga dan wisatawan. Lokasinya di tepi laut. Pilihan lokasi Pak Edi juga hebat. Tak jauh dari dermaga kampung. Lengkap dengan landmarknya.

Pulau Maratua memang salah satu ikon wisata bahari saat sekarang.  Popularitasnya, melampaui popularitas Pulau Derawan. Jumlah pengunjung wisatawan mancanegara juga banyak. Dan, Pak Edi bersama BRI sudah menghadirkan sesuatu yang lain di Maratua.

“Apalagi, Pak Sikra,” kata Pak Edi. Kali itu perbincangan di warung kopi Hoky. “Apa lagi ya?” kata saya.

Saya menyampaikan di sepanjang Jalan Pulau Derawan, jumlah warga yang mengunjungi pusat kuliner jalanan itu, belum ada sesuatu yang bisa jadi tempat selfi. Belum punya landmark.

Perbincangan di Hoky itu, kok tiba-tiba tercetus usia tugas Pak Edi di Berau. Ia hanya senyum-senyum. “Sudahlah, tidak usah pikirkan itu,” kata dia. Saya yang jadi pikiran. Kalau Pak Edi pindah, lalu siapa teman diskusi saya untuk mempercantik wajah kota. Walau hanya sedikit.

Kami lupakan sejenak. Dan, ia ingin landmark di Jalan Pulau Derawan itu, tidak menyebut nama kota. Tapi, ada kekhasan daerah. Sepanjang tepian, oleh warga sering disebut ‘Tabbingsiring’. Artinya juga tepi sungai.

Pak Edi rupanya suka dengan kata itu. Dia sepakat. Desain mulai dibuat. Lokasinya depan Masjid Raya. Tulisan dibuat menempel di turap. Bentuk huruf dan warna yang dipakai, juga sudah disetujui.

Ketika menunggu kapan landmark ‘Tabbingsiring’ mulai dipasang, saya malah terkejut. Pak Edi akan dipindahtugaskan ke salah satu kantor BRI di Lampung Utara. Ia promosi. Waduh, bagaimana ini.

Waktu berjalan, tugas harus dilaksanakan.  Pak Edi, harus menempati tugas barunya.  Ia harus rela melepas keakraban dengan anak buahnya. Dengan nasabahnya. Juga dengan saya.

Ada beberapa koleksi foto saya bersama Pak Edi. Foto itu saya upload di Instagram. Dan, saya sedikit memberikan kalimat “Selamat jalan Pak Edi. Biar kami yang menuntaskan tugas yang belum selesai.” (*/udi)

     

     


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 14:39

Lele Fang Sheng

SAYA harus mendapatkan banyak rujukan. Masih sangat terbatas. Apalagi bila…

Selasa, 21 Januari 2020 10:18

Imlek Meihua

HUJAN lebat berlangsung lama, Sabtu (18/1) lalu. Debitnya juga lumayan…

Rabu, 15 Januari 2020 11:47

Pulang Kosong

MASIH ingat KM Tanjung Perkasa? Kapal ini punya sejarah panjang…

Selasa, 14 Januari 2020 15:33

Bahaya Nyata Pariwisata Magnet Penarik Devisa

SEKTOR pariwisata di Indonesia dianggap sangat potensial untuk menjadi kunci…

Selasa, 14 Januari 2020 15:28

Mori dan Maratua

PUTRA Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed, mengungkapkan keinginannya…

Senin, 13 Januari 2020 15:13

Landmark Pak Edi

BAGI saya dan para kerabat, waktu 2 tahun dan 3…

Sabtu, 11 Januari 2020 11:43

Kapurung Harmoni

BANYAK teman saya asal Palopo, Sulawesi Selatan, yang sudah lama…

Senin, 06 Januari 2020 15:31

Permintaan Pak Camat

SAYA hampir lupa. Harian pagi Kaltim Post ternyata sedang merayakan…

Sabtu, 04 Januari 2020 12:12

Salto Ubur-Ubur

SESEORANG dengan gaya salto di Danau Pulau Kakaban tiba-tiba menjadi viral…

Kamis, 02 Januari 2020 11:06

Samarinda – Berau, dari 24 Jam Kini 12 Jam

PEKAN tadi, saya sengaja melakukan perjalanan darat dari Berau ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers