MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 13 Januari 2020 15:18
Umurnya Baru 5 Bulan, Jalan Pegat Bukur Sudah Retak

Baru Lima Bulan, DPUPR Akui karena ada Pergerakan Tanah

RETAK: Baru beberapa bulan selesai dikerjakan, jalan menuju Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, sudah mengalami keretakan di dua titik.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Peningkatan jalan poros menuju Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung disorot warga. Pasalnya, baru lima bulan setelah diaspal, jalan itu sudah mengalami keretakan di dua titik.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pekerjaan peningkatan jalan itu selesai dikerjakan Agustus 2019 lalu. Peningkatan jalan itu menelan anggaran Rp 23,2 miliar bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) reguler. Kontraktor pelaksana peningkatan jalan yakni PT Cahaya Berlian.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( DPUPR) Berau, Jimmy Arwi Siregar, mengakui hal itu. Pihaknya beserta kontraktor dan konsultan yang mengerjakan peningkatan jalan itu sudah meninjau lokasi pada titik yang terjadi keretakan, Jumat (10/1) lalu.

Menurut Jimmy, adanya keretakan aspal karena terjadi pemadatan tanah di badan jalan akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa pekan terakhir. “Sehingga ada pergerakan tanah turun. Akibatnya tentunya fondasi jalan juga patah, sehingga berdampak terhadap aspal,” ujarnya.

Dijelaskan Jimmy, keretakan itu hanya terjadi pada ruas-ruas jalan yang dilakukan penimbunan. Menurutnya, ada beberapa titik yang perlu dilakukan penimbunan sebelum diaspal karena kemiringan badan jalan cukup curam. Sehingga saat hujan turun, terjadi pemadatan di titik-titik yang ditimbun.

Ditegaskannya, karena pengerjaan ini masih dalam masa pemeliharaan, pihak kontraktor menyatakan bersedia untuk melakukan perbaikan. Konsultan perencana juga akan membuat langkah-langkah penanganan agar setelah diperbaiki tidak terjadi keretakan lagi.

“Proyek itu selesai September. Jadi masa pemeliharaannya masih ada  terhitung 3 bulan, masih punya waktu hingga akhir Maret nanti,” ujarnya.

“Sekarang sudah ada proses pekerjaan dari pihak kontraktor sejak Jumat (10/1) lalu. Aspal yang retak itu sudah dikupas. Kemudian dilakukan soil cement. Dari situ kita berharap kalau ada hujan akan mempercepat proses pemadatan tanah, sehingga tanah itu tidak bergerak lagi,” jelasnya.

Namun sebelum dilakukan pengaspalan kembali, akan dilakukan observasi hingga 1 bulan. Apabila dalam observasi itu tidak terjadi lagi penurunan, maka akan dilakukan pengaspalan kembali.

Menurutnya, hal seperti ini sebenarnya tidak masalah, karena masih dalam pemeliharaan. Yang paling penting itu adalah komitmen dari kontraktor bersedia bertanggung jawab untuk melakukan penanganan perbaikan jalan itu sampai habisnya masa pemeliharaan.

Terpisah, Fitriansyah, perwakilan PT Cahaya Berlian selaku kontraktor pelaksana, mengaku sudah mengetahui adanya keretakan itu. Pihaknya juga tengah menyusun perencanaan mobilisasi alat untuk pekerjaan perbaikan jalan itu. “Begitu ada masalah kita langsung turun ke lokasi,” kata Fitriansyah.

Di lokasi kata dia sudah mulai pengerjaan pengupasan aspal pada titik yang retak kemudian dilakukan soil cement. “Artinya tanah sertu dicampur dengan semen. Lalu dihampar dulu, kemudian dilihat pergerakannya satu hingga dua minggu ke depan. Jika ada gerakan lagi, kita tambal lagi. Artinya kita kupas bukan langsung di aspal. Tetapi kita semen dulu. Jika sudah tidak ada pergerakan sama sekali baru kita aspal. Karena kalau di aspal lalu masih bergerak, akan percuma,” bebernya.

Menurutnya, standar mutunya aspal peningkatan jalan itu sudah sesuai. Karena mulai proses pencampuran material hingga pengaspalan dalam pengawasan pihak PU. “Jadi keretakan aspal karena ada pergerakan tanah di bawah,” pungkasnya. (mar/har)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 14:51

Konsisten dalam Kegiatan Konservasi, Wakil Bupati Diganjar Ini....

TANJUNG REDEB- Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menerima trofi penghargaan…

Selasa, 21 Januari 2020 14:49

Muharram Klaim sudah Punya Perahu

TANJUNG REDEB – Dua kandidat bakal calon bupati, Muharram dan…

Selasa, 21 Januari 2020 14:45

Istri Tewas di Tangan Suami dengan 14 Tusukan

TANJUNG REDEB - Nawir (63) warga Jalan Long Pikat RT…

Selasa, 21 Januari 2020 10:23

Bersihkan Lumpur di Drainase

Genangan air yang menutup sebagian ruas jalan perkotaan pada Sabtu…

Selasa, 21 Januari 2020 10:23

Dewan Segera Panggil DPUPR

TANJUNG REDEB – Banjir yang menggenangi beberapa ruas jalan hingga…

Selasa, 21 Januari 2020 10:21

ASTAGA..!! Sungai Segah Berubah Warna Lagi, Polisi Tunggu Hasil Penelitian IPB

TANJUNG REDEB - Setelah diguyur hujan deras pada Sabtu (18/1),…

Selasa, 21 Januari 2020 10:19

Bocah 10 Tahun Meninggal saat Mencari Ikan

Sambaliung- Seorang anak perempuan berusia 10 tahun berinisial AR, ditemukan…

Minggu, 19 Januari 2020 15:52

Tanah Longsor, 30 Jiwa Akan Diungsikan

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, memprediksi curah hujan…

Minggu, 19 Januari 2020 15:47

Wabup: Solusi Jangka Pendek Normalisasi Drainase

TIDAK hanya di wilayah Tanjung Redeb, sejumlah kawasan dan sekolah…

Minggu, 19 Januari 2020 15:47

Sekolah Terendam, Siswa Dipulangkan Awal

GENANGAN air akibat hujan deras juga merendam kawasan Jalan alan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers