MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 27 Januari 2020 16:36
Flu
Ilustrasi

PROKAL.CO, VANGUARD, film yang dibintangi Jackie Chan, sedianya ditayangkan di seluruh dunia, tepat saat perayaan Imlek. Sayang, film arahan sutradara Stanley Tong itu gagal tayang perdana. Penayangannya diundur setelah merebaknya 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) di wilayah Tiongkok.

Puncak perayaan Imlek, seharusnya diperingati dengan meriah di semua wilayah Tiongkok. Akibat virus Corona, perayaan besar-besaran jelang Imlek dibatalkan. Begitupun pameran kuil yang akan berlangsung di Beijing. Alasannya, mengurangi pengumpulan massa.

Lokasi wisata Tembok Cina maupun Kota Terlarang,  terpaksa ditutup terkait dengan virus itu. Di Tiongkok sendiri, sudah ada 10 kota yang dinyatakan tertutup. Terutama kota Wuhan dan Huanggang, dua kota yang lebih dahulu diisolasi lantaran menjadi sumber penyebaran virus Corona.

Suasana mencekam di kota yang  menjadi sumber penyebaran coronavirus, menjadi topik pembicaraan saat peringatan Imlek di Tanjung Redeb. Suhu udara panas terik, yang mengharuskan lebih banyak di dalam ruangan yang berpendingin.

Walau janji mengunjungi ‘open house’ yang digelar Wabup Agus Tantomo sebelum pukul 11.00 Wita, saya baru bisa datang setelah pukul 13.00 Wita. Tamunya banyak. Jamuannya juga sama banyaknya ketika perayaan lebaran Idulfitri.

Pak Agus sibuk menerima tamu, sekaligus melayani foto bersama. Kali ini saya harus ‘menguasai’ diri, untuk tidak tergoda masakan yang menantang selera. Ada Coto Makassar, ada lempeng kari daging sapi, ada sup tulang. Menu sup tulang ini, masakan dan racikan bumbu Pak Agus.

Saya hanya menikmati selembar lempeng, dua buras dan dua sendok ukuran besar daging kari. Teman saya, Wawan dan Radian, entah berapa kali nambah. Asyik menikmati sup tulang. “Mantap, beh,” kata Wawan yang bekerja sebagai staf Humas Pemkab Berau.

Harusnya datang lebih awal, dengan begitu saya bisa bertemu warga Tionghoa yang datang berkunjung.  Banyak teman-teman saya yang jarang ketemu.  Momen Imlek inilah, bisa jumpa mereka.

Belum sempat namu di rumah Pak Oetomo Lianto (Pak Aliang). Sengaja saya jadwalkan di hari kedua. Biar bisa lebih lama. Juga bisa bertemu banyak teman yang juga berkunjung di rumah Pak Aliang.

Harus tunaikan janji. Bila bertamu di rumah Pak Aliang, saya mau ‘metik’ angpau yang terpasang di pohon Meihua. Moga saja ada isinya. Pak Aliang, juga sudah bilang ada isi amplop merah yang bergantungan di pohon Meihua.

Tak ada yang berubah di warung Kopi ‘Hokky’. Tempat saya setiap hari ‘ngantor’. Imlek, spesial disajikan menu yang tak biasanya. Ada kue bolu, teh susu. Dan ada jamuan istimewa. Minuman dingin dengan racikan, sarang burung suir-suir.

Spesial imlek, hari ini semua menu tanpa bayar alias gratis. Sukma yang melayani di luar hari Imlek, nampak gesit. Juga berbaju yang ada warna merahnya. Imlek tahun ini, bukan hanya sang pemilik yang bergembira karena kedatangan tamu. Juga saya, yang dapat menu gratis khusus Imlek.

Betapa bahagianya warga Tionghoa yang merayakan imlek dengan penuh suka cita. Tentu akan sangat beda di negeri asal mereka. Apalagi di kota Wuhan, kota yang pertama kali terdeteksi penyebaran coronavirus itu.

Sudah 1.300 orang yang terjangkit. Dan sudah memakan 41 korban jiwa. Selain itu, penyebaran virus bergerak begitu cepat. Sudah 12 negara yang dinyatakan masuknya virus corona tersebut.

Kekhawatiran pemerintah Tiongkok akan berkembangnya virus tersebut, sehingga diperintahkan segera membangun rumah sakit yang berkapasitas 1.000 tempat tidur. Bangunan itu mungkin tidaklah terlalu istimewa. Untuk mewujudkannya itu yang luar biasa. Bayangkan, kontraktor diberikan waktu hanya ‘lima hari’ untuk menuntaskan bangunan satu lantai kapasitas 1.000 tempat tidur.

Saya lalu membandingkan, bagaimana Pemkab Berau yang berencana membangun rumah sakit. Sudah bertahun-tahun direncanakan, belum juga selesai. Bahkan, pembebasan lahan saja belum tuntas. Kayaknya perlu belajar ke Tiongkok, bagaimana membangun rumah sakit yang hanya memerlukan waktu lima hari.

Peristiwa coronavirus yang sudah merenggut banyak nyawa dan ribuan yang terjangkit virus mematikan itu, juga akan menjadi inspirasi bagi siapapun untuk membuat sebuah film.

Setidaknya, ada 6 film yang menceritakan bagaimana sebuah peristiwa yang disebabkan penyebaran virus.  Pertama, film Contagion yang diproduksi tahun 2011, diperankan Marion Cottilard. Kedua Film World War Z (2013) yang diperankan Brad Pitt.

Ketiga Film Train To Busan (2016) film yang sempat booming diperankan Gong Yoo. Bercerita kejadian di atas kereta menuju Busan, di mana salah seorang penumpangnya terserang virus yang mengubahnya menjadi zombi.

Keempat film Carriers (2009) lalu Film Resident Evil (2002-2017). Dan film yang keenam adalah Flu (2013). Film tentang survival dari Korea ini menceritakan sebuah kota yang diterpa virus flu mematikan. Penularannya pun sangat cepat, bahkan bisa menimbulkan banyak korban jiwa hanya dalam waktu 24 jam.

'Flu' yang dibintangi oleh Jang Hyuk dan Soo Ae ini akan berfokus pada kisah seorang ibu yang berprofesi sebagai dokter. Selain bertahan hidup, ia harus menyelamatkan putri semata wayangnya yang sudah positif terjangkit virus tersebut.   

Kasus coronavirus, apakah kelak juga mengilhami para sineas untuk membuat film dengan judul yang sama, coronavirus atau mengulang film ‘Flu’ part two, yang terjadi di Wuhan, Tiongkok. (*/udi)                 


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 12:39

Musik Tradisi atau Musik Etnis

Menjelang perhelatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 15:45

Corona Konro

HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat…

Senin, 17 Februari 2020 11:30

Rawan Listrik

KABAR gembira. Pak Makmur yang pernah memimpin Berau dua periode…

Sabtu, 15 Februari 2020 16:40

Segah 119 Tahun Silam

SEPERTI apa suasana Sungai Segah dan Gunung Tabur 119 tahun…

Jumat, 14 Februari 2020 15:48

Paris Van Berau

SEJAK  kapan operasional tambang batu bara di Teluk Bayur dimulai?…

Kamis, 13 Februari 2020 15:11

Sungai Ketujuh

PERNAH berkunjung ke pasar terapung Sungai Martapura Lok Baintan? Konvoi…

Rabu, 12 Februari 2020 08:29

ODT Merasa

ODT itu apa Pak Daeng? Pak Yafet Tingai, Kepala Kampung…

Selasa, 11 Februari 2020 13:33

Kampus Hercules

LUASNYA 1,5 hektare. Lokasinya di tengah sungai. Di tengah arus…

Senin, 10 Februari 2020 15:00

Napas Level 3

JADI, kita harus mendaki gunung itu? Tak ada sejarah dalam…

Minggu, 09 Februari 2020 15:24

Menguak Akar LGBT dari Sudut Pandang Hipnoterapis

MUNCULNYA kasus Reynhard Sinaga benar-benar menjadi tamparan keras bagi bangsa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers