MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 11 Februari 2020 13:33
Kampus Hercules
MAKAN SIANG: Penulis membawa dua tas di tangan. Tas plastik itu berisi buah-buahan, menu makan siang Hercules dan Nigel Popi.

PROKAL.CO, LUASNYA 1,5 hektare. Lokasinya di tengah sungai. Di tengah arus deras sungai Kelay. Pulau kecil yang saya sebut ‘Kampus’ teman-teman di  Centre For Orang Utan Protection (COP). Dihuni dua orang utan dewasa. Satu namanya Hercules. Satunya lagi Nigel Popi.

Saya sebetulnya ingin menjumpai Cola. Orang utan yang lama menetap di Thailand, dan kini menjadi salah satu ‘siswa’ di kampus orang utan di Kampung Merasa, Kelay. Kampus yang terpisah dengan Hercules dan Nigel Popi.

Menjenguk ‘kampus’ Cola harus menjalani berbagai prosedur. Tak semudah mengunjungi Hercules yang bisa dipandang dari jauh sambil naik perahu Ketinting. Apalagi sekarang musim coronavirus, penjagaan Cola dan teman-teman se-‘kampus’-nya semakin diperketat.

Hanya ingin melihat bagaimana pertumbuhan badannya. Bagaimana kesehatannya. Juga bagaimana ia bisa memahami bahasa para ‘dosen’ pembimbingnya. Apa sudah bisa mengerti  berbahasa Indonesia. Atau masih melekat bahasa ibunya, yang kelahiran Thailand.

Tak apa. Saya juga dapat kabar dari Mas Linus, Cola baik-baik saja. Moga saja tumbuh dewasa dan sehat dalam perawatan, sebelum dilepasliarkan di ‘mega kampus’ nanti di hutan Lesan.

Nafas saya belum sepenuhnya normal, usai memanjat tebing bukit tembakau. Lutut saya sesekali bergetar. Entah karena capek atau bergetar karena lapar.

“Kita melihat pusat rehabilitasi orang utan,” kata Mas Linus.

Pulau kecil yang disebut kampus itu hanya ada dua penghuninya. Orang utan yang sudah beranjak dewasa. Ciri-ciri dewasa ada pada wajah yang dihiasi Cheekpad dan usianya di atas 15 tahun.

Dua orang utan bertubuh besar berbulu. Namanya Hercules dan Nigel Popi. Orang utan jantan yang lahir tahun 2006, kabarnya ‘bos’ dari tiga orang utan lainnya. Yakni Antak, Nigel dan Oki berada dalam enclosure. Sebelum ke ‘kampus’ barunya di Merasa, Hercules dan Nigel adalah penghuni ‘kampus’ Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda (KRUS). Hercules terkesan pemalu.

Sebaliknya Nigel yang tahun 2008, orang utan terpintar dalam membuat kandang dan mencari makanan ketika sekolah di hutan. Ia juga Orang utan yang paling tinggi daya jelajahnya dibanding ketiga temannya di KRUS.

Nama Nigel berasal dari nama seorang dokter hewan sekaligus pendiri organisasi OVAID yaitu drh. Nigel Hicks. OVAID adalah organisasi yang banyak membantu pusat rehabilitasi orang utan COP Borneo di bidang medis.

Hercules dan Nigel Popi yang sekarang berada di kampus salah satu pulau kecil di Sungai Kelay, kampung Merasa. Kampus yang menjadi rehabilitasi bagi orang utan. Melihat tingkahnya sejak berada di KRUS hingga di kampus barunya, sepertinya Hercules akan menjadi penghuni tetap. Istilah saya dulu jadi ‘mahasiswa’ abadi.

Sebelum melihat Hercules dan Nigel, saya bersama Pak Agus Tantomo berkunjung ke pondok pengawasan orang utan. Berseberangan dengan kampusnya Hercules dan Nigel.

Rumah kayu yang teduh dan nyaman. Di keliling pohon cokelat, serta ada 5 pohon langsat yang sudah berbuah. Dua minggu lagi, kalau kembali ke tempat ini, langsatnya sudah bisa dipanen. Juga ada buah Duku.

Saat itu jamnya makan siang. Makan siang buat Hercules dan Nigel Popi. Bukan untuk rombongan yang lebih lapar dari dua orang utan itu.

Dua petugas menyiapkan tas anyaman plastik. Tasnya sudah bernama. Melihat tas yang dipegang petugas, saya coba-coba mengintip apa saja isinya. Porsinya sama. Ada tomat, cempedak, dan sirsak. Jenis makanan yang sering ia dapatkan di hutan.

Makanan yang akan diberikan juga harus steril. Dua petugas yang akan memberi makan saya lihat pakai sarung tangan terlebih dahulu sebelum memegang buah itu.

Saatnya bergerak memberikan makan. Hanya petugas yang bisa sedikit mendekat. 000Saya dan teman-teman lainnya melihat dari jauh. Buah diberikan pada Nigel. Begitu terlihat di tanah, ia datang menjumput satu-satu.

Sedangkan posisi Hercules, masih di puncak pohon. Ia asyik membuat sarang. Petugas masih harus mencari tempat untuk menyerahkan jatah makan siang. Tidak diberikan di tempat yang sama. Petugas harus berkeliling pulau. Mencari Hercules berada.

Pernah terjadi, pemberian makanan di tempat yang sama. Hercules dan Nigel berebut makanan yang menyebabkan Hercules jatuh ke sungai. Petugas dengan cekatan berhasil menyelamatkan. Memang sulit membedakan orang utan bermain dan berkelahi.

Itu yang dilakukan petugas COP dalam memberikan perhatian pada Hercules dan Nigel Popi. Ini salah satu prosesi yang punya daya tarik luar biasa. Kalau selama ini orang bisa saja menyaksikan Orang utan, tapi di taman safari. Di pulau yang berdekatan dengan sungai Bawan itu, bisa menyaksikan orang utan yang hidup di alam yang sesungguhnya.

Lain waktu saya mau ke sini lagi. Bila diizinkan, saya akan bawakan buah kesukaan Hercules dan Nigel. (*/har)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 12:39

Musik Tradisi atau Musik Etnis

Menjelang perhelatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 15:45

Corona Konro

HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat…

Senin, 17 Februari 2020 11:30

Rawan Listrik

KABAR gembira. Pak Makmur yang pernah memimpin Berau dua periode…

Sabtu, 15 Februari 2020 16:40

Segah 119 Tahun Silam

SEPERTI apa suasana Sungai Segah dan Gunung Tabur 119 tahun…

Jumat, 14 Februari 2020 15:48

Paris Van Berau

SEJAK  kapan operasional tambang batu bara di Teluk Bayur dimulai?…

Kamis, 13 Februari 2020 15:11

Sungai Ketujuh

PERNAH berkunjung ke pasar terapung Sungai Martapura Lok Baintan? Konvoi…

Rabu, 12 Februari 2020 08:29

ODT Merasa

ODT itu apa Pak Daeng? Pak Yafet Tingai, Kepala Kampung…

Selasa, 11 Februari 2020 13:33

Kampus Hercules

LUASNYA 1,5 hektare. Lokasinya di tengah sungai. Di tengah arus…

Senin, 10 Februari 2020 15:00

Napas Level 3

JADI, kita harus mendaki gunung itu? Tak ada sejarah dalam…

Minggu, 09 Februari 2020 15:24

Menguak Akar LGBT dari Sudut Pandang Hipnoterapis

MUNCULNYA kasus Reynhard Sinaga benar-benar menjadi tamparan keras bagi bangsa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers