MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 14 Februari 2020 15:50
Digelari Pemimpin Besar yang Membawa Kemakmuran

Mengikuti Reses Ketua DPRD Kaltim di Berau dan Kutim (2)

GELAR ADAT: Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK yang diberi gelar Pemimpin Besar, dibantu untuk mengenakan pakaian adat serta aksesori Dayak, di sela-sela pelaksanaan reses di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, kemarin (13/2).

PROKAL.CO, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), jadi lokasi kedua pelaksanaan reses Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK. Makmur yang datang bersama rombongan, langsung mendapat sambutan istimewa, dan diberi gelar Boq yang berarti seorang pemimpin besar.

YUDHI PERDANA, Kongbeng

JARUM jam masih menunjukkan pukul 05.30 Wita. Namun rumah Makmur HAPK di Jalan Mawar, Tanjung Redeb, sudah terlihat sibuk dengan aktivitas paginya. Menunggu tim yang sudah mengatur janji berkumpul usai salat Subuh, untuk memulai perjalanan kegiatan reses Ketua DPRD Kaltim ke Desa Makmur Jaya.

Perjalanan darat melintasi wilayah Kecamatan Kelay hingga ke Kecamatan Kongbeng, membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam. Saat rombongan tiba di desa yang mayoritas dihuni warga suku Dayak tersebut, Makmur HAPK langsung disambut secara adat. Makmur yang memang bukan orang ‘asing’ bagi warga Dayak dari Kecamatan Kongbeng, Muara Wahau, dan Telen. Bahkan Makmur sudah dianggap sebagai orang tua bagi warga Dayak dari tiga kecamatan di Kutai Timur itu.

“Karena Pak Makmur, sebelum menjadi Ketua DPRD Kaltim memang sudah sering bersilaturahmi dengan warga Dayak di sini. Kami juga sering ke Berau menemui beliau. Jadi kami sangat yakin, bapaklah orang tua kami, karena bapak sangat peduli dengan kami,” kata Jusrang, tokoh masyarakat Desa Makmur Jaya.

Ya, selain disambut secara adat, Makmur HAPK juga langsung diberi gelar adat Dayak oleh tokoh adat setempat. Makmur digelari Boq yang berarti seorang pemimpin atau petinggi besar. Dengan gelar itu, mantan Bupati Berau tersebut akan dipanggil Boq Makmur oleh warga Dayak, khususnya di tiga kecamatan tersebut.

Kedekatan dengan Makmur, juga diungkapkan Amai Pemaan, staf adat Desa Makmur Jaya. Sebab diutarakannya, sudah banyak pejabat provinsi maupun daerah yang kerap mengunjungi desa mereka, namun hanya untuk mencari dukungan suara jelang pemilihan. Baik pemilihan kepala daerah maupun legislatif. “Tapi setelah duduk, ditelepon sudah tidak diangkat, bahkan nomor teleponnya sering tidak aktif. Tapi kalau beliau (Makmur) ini beda, justru beliau yang memperhatikan kami. Kami sendiri tidak menyangka, bapak mau kembali mengunjungi kami,” ungkapnya.

Reses yang kemarin dipusatkan di Balai Adat Luung Baun, Desa Makmur Jaya, memang dipenuhi ratusan warga. Hadir pula Sekretaris yang juga Plt Camat Kongbeng, anggota DPRD Kutim, serta tokoh-tokoh adat setempat.

Tahapan penyampaian aspirasi juga berlangsung tertib. Sebab para perwakilan desa yang maju membacakan aspirasi-aspirasi yang dibawanya, juga begitu cekatan membacakan usulan-usulan prioritas desa masing-masing. Para perwakilan desa hanya membacakan garis besar usulan mereka, karena semua telah tertulis dalam proposal usulan yang langsung disampaikan ke Makmur HAPK.

Secara garis besar, usulan-usulan mengenai kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembenahan infrastruktur, hingga penguatan budaya, jadi usulan mayoritas warga desa dari tiga kecamatan tersebut. 

Dalam sesi penyampaian usulan, sesekali juga diselingi hiburan tari-tarian tradisional yang disuguhkan warga desa setempat. Mulai dari anak-anak yang membawakan tarian perang, hingga ibu-ibu dan bapak-bapak yang juga terlihat lincah meliukkan badannya membawakan tarian Dayak lainnya.

Setelah satu persatu perwakilan desa menyampaikan aspirasinya, Drs Alung Ifung yang menjadi perwakilan masyarakat 9 desa dari tiga kecamatan, turut mempersembahkan sebuah pantun untuk Makmur.

“Masyarakat tiga kecamatan ingin hidup makmur; Kami bersyukur karena ada Desa Makmur Jaya yang jadi tempat pertemuan dengan Pak Makmur.

Kami masyarakat Kecamatan Konbeng, Muara Wahau, dan Telen, ingin hidup Makmur; Tapi kami tidak tahu kunci kemakmuran tersebut.

Tapi kini kami percaya, kunci kemakmuran itu ada di tangan Pak Makmur.”

Sebagai pemegang kunci kemakmuran, Alung Ifung juga meyakini di masa palu sidang DPRD Kaltim berada di tangan Makmur HAPK, maka perjuangan masyarakat tiga kecamatan tersebut untuk membentuk membentuk kabupaten baru yang prosesnya sudah cukup lama berjalan. “Tapi kami tidak tahu arahnya (perkembangan perjuangan pemekaran). Padahal itulah jalan menuju kemakmuran yang dimaksud,” ungkap dia.

Usai menerima aspirasi masyarakat, Makmur HAPK mengungkapkan bahwa dirinya sangat tidak menyangka mendapat sambutan sangat hangat dari masyarakat. Namun Makmur menjelaskan, dirinya sebagai pejabat yang mewakili masyarakat, memang punya tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Saya berkunjung ini adalah kewajiban. Ketika usulan bapak-bapak nanti terealisasi, itu juga bukan prestasi bagi saya. Karena itu memang kewajiban kami sebagai wakil bapak-bapak yang memilih kami,” ujar Makmur.

Makmur mengungkapkan, semua usulan yang disampaikan akan segera dipelajari pihaknya. Untuk memilah, mana yang bisa secepatnya diperjuangkan untuk direalisasikan, mana yang harus menunggu tahapan, serta mana yang seharusnya bisa diwujudkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Kalau soal budaya, adat-istiadat, saya yakin tradisi leluhur di masyarakat Dayak tidak akan pernah luntur. Kalau warga Dayak, begitu dilahirkan, adat-istiadatnya sudah melekat. Itulah keistimewaan warga Dayak, tidak semua bangsa bisa seperti itu,” terangnya.

Untuk itu, usulan-usulan yang menyangkut kepentingan seni dan budaya, akan menjadi prioritasnya. Bahkan usulan-usulan yang tidak membutuhkan dana terlalu besar, Makmur siap untuk merogoh kocek pribadinya.

Di sektor lain, Makmur juga menekankan perhatiannya pada sektor pendidikan. Sektor yang kewenangannya dibagi antara pemerintah daerah dan provinsi. Pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab mengenai pendidikan hingga tingkat menengah, sementara provinsi bertanggung jawab pada level pendidikan atas.

Tapi dari pemisahan kewenangan tersebut, maka pemerintah kabupaten/kota harus membangun sinergi dengan pemerintah provinsi. Harus bisa memetakan, berapa kebutuhan sekolah, ruang kelas, hingga fasilitas pendukung lainnya, agar anak-anak di daerah yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP, bisa tertampung semuanya di sekolah tingkatan SMA/SMK. “Jangan sampai meledak lulusan SMP-nya, tapi tidak diimbangi dengan keberadaan SMA/SMK,” terangnya.

Terkait kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan instansi teknis di pusat, Makmur juga akan membantu mengawalnya. Seperti rencana pemekaran, pembangunan dan pemaksimalan fungsi bendungan, peningkatan kualitas SDM, dan sebagainya. “Intinya, arah pembangunan di Kaltim ini harus seiring dengan rencana pembangunan ibu kota baru nanti,” pungkasnya. (*/bersambung/har)

 


BACA JUGA

Sabtu, 29 Februari 2020 16:00

Protes Wifi Asrama Diputus

PULUHAN mahasiswa Berau yang menghuni asrama putra 1 di Jalan…

Sabtu, 29 Februari 2020 15:59

12 Jamaah Umrah Batal Berangkat

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan…

Jumat, 28 Februari 2020 10:21

Di PN Tanjung Redeb, Tindak Pidana Narkotika Mendominasi, Nomor 3 Kasus Asusila

TANJUNG REDEB – Perkara Narkotika di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung…

Jumat, 28 Februari 2020 10:20

Buron Setahun Lebih, Pelaku Pemerkosaan Dibekuk, Lihat Tuh Jalannya Pincang-Pincang

TANJUNG REDEB - Jajaran Polsek Talisayan berhasil menangkap pelaku pemerkosaan,…

Jumat, 28 Februari 2020 10:19

Gelontorkan Rp 4,4 Miliar

TANJUNG REDEB - Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali…

Jumat, 28 Februari 2020 10:15

Terdakwa dan Jaksa Sama-Sama Banding

TANJUNG REDEB – Kuasa Hukum terdakwa perkara kepemilikan sabu-sabu 6…

Kamis, 27 Februari 2020 13:12

Pembacaan Tuntutan Digelar Pekan Depan

TANJUNG REDEB – Empat terdakwa perkara peredaran narkotika jenis sabu-sabu…

Kamis, 27 Februari 2020 12:52

BPBD Perlu Peremajaan Damkar

TANJUNG REDEB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau memerlukan…

Rabu, 26 Februari 2020 09:54

Hutan Tangap Nyaris Habis Terbakar

TELUK BAYUR - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di…

Rabu, 26 Februari 2020 09:53

Anggota BPBD Kaltim Tewas Tenggelam

TANJUNG REDEB – Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers