MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 15 Februari 2020 19:26
Gelombang Picu Adrenalin, Penunjang Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Mengikuti Reses Ketua DPRD Kaltim di Berau dan Kutim (3)

LESEHAN: Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, didampingi Camat Maratua Marsudi, saat menggelar reses di Maratua, kemarin (14/2).

PROKAL.CO, Pulau Maratua merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia. Berbatasan dengan negara tetangga Filipina, Maratua juga menjadi salah satu destinasi wisata andalan yang sudah terkenal di mancanegara. Tak heran, saat Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK menggelar reses, masyarakat banyak mengusulkan pembangunan fasilitas penunjang pariwisata, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar di Maratua.

YUDHI PERDANA, Maratua

Hari ketiga kegiatan reses Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, Jumat (14/2), menghadirkan cerita berbeda. Perjalanan menuju kecamatan tempat reses digelar, tak lagi ditempuh dengan menyisir aspal hitam ruas jalan. Sebab, reses digelar di Kampung Payung-Payung, Maratua.

Seperti biasa, perjalanan harus ditempuh menggunakan speedboat menyusuri sungai dan laut. Tapi, perjalanan kemarin, sangat membangkitkan adrenalin. Jika biasanya waktu tempuh dari Tanjung Redeb ke Maratua sekitar tiga jam, speedboat milik Green Nirvana Resort yang ditumpangi rombongan, melaju kencang memecah gelombang. Memang, waktu tempuh bisa lebih singkat menjadi dua jam. Tapi sebagian rombongan, khususnya para perempuan, dibuat harap-harap cemas. Guncangan keras saat menghantam gelombang, membuat jaket pelampung yang tersedia, tak pernah jauh dari jangkauan.

Ketegangan rombongan baru mereda saat daratan Maratua sudah nampak di depan mata. “Alhamdulillah, sampai juga,” celetuk Elly, staf DPRD Kaltim yang selama perjalanan memang tak bisa tenang karena tingginya gelombang.

Sekitar pukul 12.00 Wita, rombongan sudah tiba di dermaga Green Nirvana. Makmur HAPK bersama rombongan laki-laki, langsung bergegas menuju masjid di kampung, untuk salat Jumat berjamaah. Hidangan makan siang juga sudah disiapkan pengelola resort yang diresmikan Menteri Dalam Negeri Jenderal Tito Karnavian saat masih menjabat Kapolri.

Tak ada waktu untuk beristirahat siang. Walau perjalanan cukup menegangkan, usai makan siang rombongan langsung bersiap, merapikan ruang pertemuan untuk menggelar reses. Apalagi, masyarakat dari Kampung Bohe Bukut, Bohesilian, Payung-Payung, Teluk Alulu, dan Teluk Harapan, sudah mulai berdatangan.

Nuansa kekeluargaan hangat terasa. Masyarakat yang datang, langsung bersalaman dan berbincang sejenak dengan Makmur HAPK. Seperti ingin melepaskan rasa rindu kepada mantan bupati Berau tersebut, yang memang sudah tak bisa lagi setiap saat berkunjung dan bersilaturahmi dengan masyarakat Maratua. Makanya, Makmur langsung berpesan, agar masyarakat tidak perlu sungkan untuk menemuinya. Baik saat berada di Tanjung Redeb maupun saat bertugas di Samarinda. “Rumah saya (rumah dinas Ketua DPRD Kaltim) selalu terbuka untuk masyarakat. Silakan, kalau kebetulan di Samarinda, datang ke rumah di Jalan Basuki Rahmad. Ada foto saya besar di depan rumah, supaya masyarakat tidak terlalu susah mencarinya,” ujar Makmur, demi terjaganya silaturahmi dengan masyarakat walau sudah bertugas di ibu kota.

Selain Makmur dan rombongan, juga nampak Camat Maratua Marsudi, para kepala kampung, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) ketua RT, serta tokoh-tokoh masyarakat Maratua, memenuhi gedung pertemuan tempat reses digelar.

Sebagai pembuka, Camat Maratua Marsudi menyampaikan bahwa persoalan air bersih masih menjadi kendala utama di wilayah kepemimpinannya itu. Sebab, hanya di Kampung Teluk Harapan yang merupakan ibu kota kecamatan. “Maunya kami di setiap kampung juga bisa dipenuhi (kebutuhan air bersih), sebab itu memang kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Sementara untuk penunjang pariwisata, Marsudi mengungkapkan perlu kegiatan pembangunan dari berbagai sektor. Seperti bidang kesehatan. Menurutnya di Maratua juga sangat membutuhkan hiperbarik sebagai penunjang aktivitas penyelaman. Ya, Maratua memang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang sengaja ke Maratua untuk ‘menyapa’ ribuan spesies ikan dan biota laut lainnya di dasar pulau terluar itu.

“Itu demi keselamatan wisatawan, jangan sampai ada yang dekompresi,” katanya. Dekompresi sendiri terjadi karena tubuh mendapat perubahan tekanan air atau udara yang terlalu cepat. Hal itu membuat nitrogen dalam darah membentuk gelembung yang menyumbat pembuluh darah dan jaringan organ, yang sering dialami para penyelam.

Selain itu, penambahan tenaga kesehatan di Puskesmas Maratua juga dirasa mendesak. “Kami juga butuh spesialis penyakit dalam pak. Siapa tahu bisa diperjuangkan melalui provinsi,” lanjut camat.

Masih kaitannya dengan pengembangan pariwisata, Marsudi juga mengharapkan Pemprov Kaltim bisa membantu pengembangan Bandara Maratua. Terutama perpanjangan runway atau landasan pacu. “Supaya bisa didarati pesawat berbadan lebar, agar makin banyak alternatif transportasi bagi wisatawan ke Maratua,” terangnya.

Terkait kebutuhan listrik, Marsudi memaparkan bahwa saat ini sudah ada pengelola yang mengikuti pelatihan untuk mengoperasionalkan pembangkit yang ada di Maratua. “Insyaallah bulan 6 sudah bisa dioperasikan maksimal,” katanya.

Camat juga mengharapkan, Pemprov Kaltim bisa membantu upaya pihaknya merelokasi kantor camat. Sebab pihaknya ingin menata kawasan pantai di Teluk Harapan, demi meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam menikmati keindahan pantai Maratua. “Sebenarnya sudah kami usulkan ke Kementerian Desa, tapi belum juga terealisasi,” ungkapnya.

Terkait pendidikan, pihaknya juga sudah menyiapkan lahan seluas 4 hektare di Kampung Teluk Harapan untuk pembangunan SMA. “Kami mengharapkan dapat bantuan dari provinsi untuk pembangunan SMA ini,” ujarnya.

Seperti sudah terwakili, kepala kampung dan masyarakat juga sepakat dengan usulan-usulan prioritas yang disampaikan camat.

“SMA itu memang kewenangan provinsi, akan kami perjuangkan usulannya,” ujar Makmur menanggapi usulan-usulan yang disampaikan camat.

Dijelaskannya, persoalan pendidikan tingkat SMA/SMK, memang menjadi salah satu kekhawatirannya. Sebab, sinkronisasi antara angka kelulusan siswa SMP dengan keberadaan SMA/SMK di Berau, belum terpetakan. Pihaknya sudah meminta kepada Dinas Pendidikan Berau untuk menyampaikan data kebutuhan gedung maupun ruang kelas tingkat SMA/SMK, untuk memastikan seluruh lulusan SMP di Berau tertampung di SMA/SMK yang ada di Bumi Batiwakkal. “Jangan sampai meledak (siswa lulusan SMP), tapi ruang belajar tidak mencukupi,” ungkapnya.

Dikatakan Makmur, Maratua sebagai pulau terluar dan destinasi wisata, memang harus mendapat perhatian. Baik dari kabupaten, provinsi, maupun pusat. “Gubernur juga sudah komitmen, kawasan-kawasan wisata harus didukung,” terang Makmur.

Mengenai usulan hiperbarik, Makmur juga sependapat untuk diperjuangkan. “Tapi saya minta perhatian juga dari masyarakat. PHBS (pola hidup bersih dan sehat) itu penting. Dan tak kalah penting juga, selalu menjaga kamtibmas, untuk memberi kenyamanan wisatawan yang datang,” ujarnya.

Terkait pemenuhan listrik dan air bersih, Makmur juga sepakat untuk memprioritaskannya. “Kalau terkait kantor camat, memang dulu bisa (dibangun provinsi. Tapi sekarang dengan otonomi daerah, sepenuhnya dibangun daerah. Tapi saya mengusulkan, kalau bisa nanti dibangun dengan konsep yang unik. Tonjolkan kearifan lokal di Maratua ini,” ujar Makmur.

Sebagai bagian dari garis pertahanan negara, Makmur juga akan membantu mencarikan partisipasi pihak lain untuk membangun monumen perbatasan dengan negara luar. “Sebagai penanda garis batas negara,” terangnya.

Yang terakhir, tak lupa Makmur berpesan agar masyarakat dan pemerintahan kecamatan, tetap menerapkan Sapta Pesona dalam pengembangan pariwisata. “Sapta Pesona itu, aman, tertib, ramah, indah, bersih, sejuk, dan kenangan. Kenapa kenangan, supaya orang ingin terus kembali ke Maratua,” pungkas Makmur. (*/bersambung/har)


BACA JUGA

Selasa, 07 April 2020 09:58

Alhamdulillah..!! Bupati Bilang UMKM Boleh Kembali Berjualan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar rapat menindak lanjuti…

Selasa, 07 April 2020 09:57

RS Darurat Covid-19 Masih Terkendala Air, Listrik, dan APD, Padahal Tenaga Medisnya Sudah Siap

TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 terus diupayakan…

Selasa, 07 April 2020 09:55

PLTU Lati hanya Beroperasi Satu Unit

TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik bergiliran kembali terjadi di Kabupaten…

Selasa, 07 April 2020 09:54

Hanya Rp 85 Per Kilogram

TANJUNG REDEB – Adanya penolakan rencana kenaikan freight atau uang…

Senin, 06 April 2020 18:24

Kadin dan Asosiasi Pedagang Menolak

TANJUNG REDEB – Penggunaan jasa pengiriman barang menggunakan peti kemas,…

Senin, 06 April 2020 18:21

RSD Covid-19 Kekurangan APD

TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 yang menggunakan…

Senin, 06 April 2020 18:20

Operasional Tambang Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Wabah Covid-19 menjadi momok yang dihadapi masyarakat di berbagai belahan…

Minggu, 05 April 2020 19:27

Dampak Corona, Stok Darah di PMI Menipis

TANJUNG REDEB – Mewabahnya virus Corona atau Covid-19 berdampak pada…

Minggu, 05 April 2020 19:18

Persiapan 80 Persen, Khusus Tangani ODP

Langkah antisipasi sudah diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di tengah…

Minggu, 05 April 2020 19:13

Tiga PDP dari Klaster Gowa

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau baru-baru ini melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers