MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Minggu, 16 Februari 2020 21:06
Penunggak Mulai Tertib
MULAI BERKURANG: Jumlah penunggak tagihan di Perumdam Batiwakkal semakin menyusut, dari sebelumnya 5.300 kini hanya tersisa 2.300 pelanggan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Manajer Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batiwakkal Saipul Rahman, klaim pihaknya mampu menekan angka pelanggan yang menunggak.

Katanya, salah satu upaya pihaknya untuk menekan hal itu ialah dengan menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2009 tentang Pelayanan Air Minum, yakni menyegel setiap sambungan air bersih pelanggan yang ‘bandel’.

“Sebelum kami lakukan penegakan ada 5.300 pelanggan yang menunggak kalau dikalkulasikan pembayarannya mencapai Rp 18 miliar, tapi sekarang hanya sisa 2.500 pelanggan saja yang belum tertib,” ujarnya kepada Berau Post, Sabtu (15/2).

Belum sepenuhnya tunggakan terbayar diterangkannya karena pihaknya kerap menemukan berbagai persoalan. Salah satunya ketika petugas melakukan pengecekan rupanya masyarakat yang ingin ditagih sudah tidak lagi menempati rumahnya, bahkan bangunannya sudah tak ada.

"Jadi mau ditagih ke mana kalau sudah tak ada atau meterannya. Jadi langkah pertama ini kami juga sambil melakukan pendataan," terangnya.

Setelah pendataan selesai dilakukan, pihaknya akan menyurati para penunggak baik itu masyarakat biasa maupun di kalangan pejabat. Adapun surat yang dia beri ditujukan sebagai peringatan, jika tunggakan tak kunjung dibayar selama lebih dari dua bulan maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas berupa penyegelan.

Terang Saipul, pembayaran tentu dibutuhkan pihaknya untuk menjaga lancarnya distribusi air bersih untuk masyarakat. Termasuk halnya dengan menyediakan generator set (Getset) agar air tetap dapat tersalurkan walaupun sedang terjadi pemadaman listrik.

"Selama ini ada juga masyarakat yang bertanya mengapa kalau mati listrik PDAM juga ikut mati kenapa PDAM nggak punya genset sediri? Untuk genset ini sendiri kami juga harus punya uang untuk membelinya? Jadi uang pembayaran dari pelanggan itu sebenarnya untuk pelanggan," jelas Saipul.

Tambahnya juga, pihaknya juga akan memberi keringanan bagi pelanggan yang memiliki itikad baik untuk melunasi utangnya dengan mencicil. "Yang terpenting komitmen masyarakatnya juga," pungkasnya. (*/oke/sam)


BACA JUGA

Kamis, 09 April 2020 13:53

Tetap Layani Kepentingan Mendesak

TANJUNG REDEB – Walau pelayanan di kantor kecamatan tak dijalankan…

Kamis, 09 April 2020 13:49

De Javu, Untung Laundry Kembali Terbakar

TANJUNG REDEB – Nasib nahas kembali dialami usaha pencucian Untung…

Kamis, 09 April 2020 13:47

Langsung Lapor Lurah, Bagi Pelayanan yang Bersifat Darurat

SAMBALIUNG – Camat Sambaliung, Nazaruddin memastikan pelayanan masyarakat di kantor…

Rabu, 08 April 2020 17:31

Bagi Pasutri yang Pengin Cerai, Tunda Dulu Deh...Ini Alasannya

TANJUNG REDEB – Penderita virus corona di Indonesia terus bertambah,…

Rabu, 08 April 2020 17:29

Wisata Keraton Sambaliung Ditutup Sementara

SAMBALIUNG – Selain objek wisata bahari, wisata sejarah di Kabupaten…

Rabu, 08 April 2020 17:28

Minta Percepatan Pencairan ADK Tahap 1

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau Abdul Waris, meminta agar…

Rabu, 08 April 2020 17:26

Penyelesaian Sudah Molor Sebulan

SAMBALIUNG – Pembangunan Jembatan Kelay III di Kampung Bena Baru,…

Selasa, 07 April 2020 10:03

Sepakat Gunakan Kas RT

TELUK BAYUR – Tak mau hanya menunggu pemerintah kabupaten, warga…

Selasa, 07 April 2020 10:02

Kata Pedagang Pasar : Seperti Kuburan Sepinya

TANJUNG REDEB – Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 berimbas…

Selasa, 07 April 2020 10:01

Kecamatan Hentikan Sementara Pelayanan

TELUK BAYUR – Putus penyebaran Covid-19, Kecamatan Teluk Bayur hentikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers