MANAGED BY:
SENIN
30 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 18 Februari 2020 15:45
Corona Konro

PROKAL.CO, HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat kedutaan besar RI di Tiongkok ikut gelisah. Ada 238 warga negara Indonesia (WNI) umumnya mahasiswa berada di kota tersebut. Mau meninggalkan Wuhan, bandara dinyatakan ditutup.

Diplomasi pun berjalan. Akhirnya seluruh mahasiswa di Wuhan dan sekitarnya berhasil dibawa keluar dan menjalani proses observasi di Pulau Natuna. Hanya dua pekan. Setelah itu, mereka pun dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Dari 238 mahasiswa itu, ada 20 orang mahasiswa asal Kalimantan Utara. Dari Tarakan 8 orang, Nunukan 7 Orang, Tanjung Selor 3 orang dan Malinau 2 orang. Semua dalam kondisi baik. Ada empat mahasiswa menampilkan swafoto bersama  Rita Ratina Irianto, istri Gubernur Kaltara. Wajahnya cerah ceria.

Saya berusaha cari tahu, apakah ada mahasiswa atau setidaknya anak dari warga Berau yang berdomisili di Wuhan ataupun di dalam wilayah Tiongkok.

Seingat saya, teman yang tinggal dan berjualan makanan di Jalan Durian II Tanjung Redeb, pernah bercerita kalau anaknya menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi di Tiongkok.

Kata teman saya itu, putrinya sudah lulus. Ia memilih tidak pulang ke Berau berkumpul dengan orangtuanya. Ia dapat tawaran bekerja di perusahaan besar di Tiongkok. Sejak merebaknya virus Corona, belum dapat berita apakah anaknya ‘terpaksa’ pulang, atau tetap tinggal di Tiongkok.

Yang menarik bahwa usai melewati masa observasi di Pulau Natuna dan kembali ke kampungnya masing-masing, Dubes RI di Tiongkok dan Mongolia, Djauhari  Oratmangun, melakukan video call bersama mahasiswa yang ada di Natuna sehari sebelum pulang.

Djauhari melihat wajah ceria dari mereka yang terbang dari Bandara Natuna menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Kegembiraan sang Dubes terpancar setelah melakukan pembicaraan lewat video call di mana mereka selama menjalani observasi hasilnya dinyatakan negatif.

“Salam hangat dari Beijing, kelak kita akan makan sup Konro sama-sama di Wuhan,” kata Pak Dubes.

Pak Dubes juga menjanjikan makan sup buntut di Beijing kepada lima anggota KBRI yang ikut ke Natuna dan akan kembali ke Tiongkok.

Mengapa memilih menu sup Konro? Bukankah 17 mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang juga ikut diobservasi di Natuna, ketika pulang ke kampung halamannya, sudah lebih dahulu menikmati sup Konro.

Mungkin juga, Pak Dubes Djauhari Oratmangun yang kelahiran Kampung Beo, Kecamatan Talaud Sulawesi Utara, juga suka sup Konro. Sehingga spontan menawarkan sup Konro kepada para mahasiswa setelah situasi kembali normal dan pulang ke Wuhan.

Bukankah di Wuhan banyak masakan halal yang tersedia di kawasan kuliner. Saya sering menyaksikan di Youtube, seorang mahasiswa asal Aceh, Muhammad Hanif, yang sering tampil dengan menikmati santapan halal dan nyaman di Wuhan. Terutama menu mi yang memperlihatkan proses pembuatan mi sebelum disantap.

Atau ingin mempromosikan salah satu menu terkenal, yang tampilannya memang ekstrem tulang berbungkus daging, tapi rasanya luar biasa.  Sarat bumbu bisa melawan udara dingin di Wuhan.

Maraknya pemberitaan seputar Coronavirus di Wuhan, Propinsi Hubei, Tiongkok, ada saja hal-hal lucu yang memaknakan lain corona itu.

Teman-teman saya di Makassar, banyak mengirimkan meme yang lucu-lucu. Meme itu bisa mengubah suasana gambaran dahsyatnya viruscorona yang masih berlangsung di Wuhan.

Ada kiriman meme dengan gambar perempuan yang tertawa lebar tanpa masker. Ada tulisan “ada virus yang lebih berbahaya dari virus Corona”. Lalu, tulisan dengan kapital berwarna hitam di bawah gambar kepala perempuan tertawa itu, “Virus Coro-Koroang”. Arti dalam bahasa Makassar pemarah.

Ada juga yang mengirimkan hanya dalam tulisan besar warna putih di atas dasar warna cokelat.  Hanya ada tulisan ‘CORONA’. Tapi, bagian bawah rupanya diakronimkan Coto konRO Nasi.

Jangan-jangan pak Dubes juga dapat kiriman meme ‘CORONA’ itu, sehingga saat video call dengan mahasiswa di Natuna, pak Dubes menjanjikan makan Konro di Wuhan setelah mereka pulang nanti. (*/har)


BACA JUGA

Kamis, 12 Maret 2020 21:37

Soundscape Bandara Kalimarau

(do mi sol do) “Perhatian-perhatian, panggilan kepada penumpang pesawat udara…

Rabu, 19 Februari 2020 12:39

Musik Tradisi atau Musik Etnis

Menjelang perhelatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 15:45

Corona Konro

HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat…

Senin, 17 Februari 2020 11:30

Rawan Listrik

KABAR gembira. Pak Makmur yang pernah memimpin Berau dua periode…

Sabtu, 15 Februari 2020 16:40

Segah 119 Tahun Silam

SEPERTI apa suasana Sungai Segah dan Gunung Tabur 119 tahun…

Jumat, 14 Februari 2020 15:48

Paris Van Berau

SEJAK  kapan operasional tambang batu bara di Teluk Bayur dimulai?…

Kamis, 13 Februari 2020 15:11

Sungai Ketujuh

PERNAH berkunjung ke pasar terapung Sungai Martapura Lok Baintan? Konvoi…

Rabu, 12 Februari 2020 08:29

ODT Merasa

ODT itu apa Pak Daeng? Pak Yafet Tingai, Kepala Kampung…

Selasa, 11 Februari 2020 13:33

Kampus Hercules

LUASNYA 1,5 hektare. Lokasinya di tengah sungai. Di tengah arus…

Senin, 10 Februari 2020 15:00

Napas Level 3

JADI, kita harus mendaki gunung itu? Tak ada sejarah dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers