MANAGED BY:
SENIN
30 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 21 Februari 2020 15:26
10 Tahun Tunggu Air Bersih

Warga KAT Petung Masih Andalkan Sungai

Ilustrasi

PROKAL.CO, GUNUNG TABUR – Sebagian Warga Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur, belum menikmati adanya sarana air bersih. Bahkan, untuk mandi dan memasak, Khusus warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) Petung, harus memanfaatkan air sungai langsung.

Menurut Andi Marpai, Kepala Kampung Merancang Ulu, kebutuhan air bersih ini sebenarnya sudah diusulkan. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak terkait. “Sudah pernah diusulkan pada Musrenbang (musyawarah rencana pembangunan). Namun belum ada juga perubahan,” katanya, kepada Berau Post, Rabu (19/2).

Karena tak ada sarana air bersih, warga pun kata Andi, harus memanfaatkan air sungai. Namun, warga yang ingin mandi atau mengambil air di sungai merasa waswas. Karena sungai yang menjadi sumber air warga setempat dihuni buaya. Bahkan, sudah ada warga yang dimangsa buaya saat mandi di sungai.

Sementara itu, Ketua RT 05 Merancang Ulu menuturkan, sarana air bersih juga menjadi usulan warga komunitas ada terpencil (KAT) Petung. Usulan itu sudah disampaikan sejak dua tahun lalu. Sedangkan warga telah mendiami kawasan tersebut selama 10 tahun. “Jadi warga di sini masih mandi dan mencuci di sungai. Masaknya juga pakai air sungai,” jelasnya.

Ia menuturkan, sudah bukan zamannya lagi ada warga yang langsung memasak air dari sungai. Tentu akan bahaya bagi kesehatan mereka. Namun, permasalahannya, tidak ada sarana air bersih di kampung memaksa warga menggunakan air sungai langsung.

“Di sini ada 38 kepala keluarga (KK). Semuanya menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Selain kebutuhan ari bersih, warga juga mengeluhkan tidak adanya drainase di kawasan KAT Petung. Sehingga, saat hujan air tidak mengalir. Warga berharap agar ada solusi dari dua permasalahan yang sudah bertahun-tahun mereka rasakan.

“Listrik sudah 24 jam. Namun keberadaan air bersih dan juga saluran drainase ini masih menjadi kendala bagi warga KAT Petung,” pungkasnya. (*/hmd/har)


BACA JUGA

Minggu, 29 Maret 2020 19:25

Status ODP Terus Bertambah

TANJUNG REDEB – Status Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten…

Minggu, 29 Maret 2020 19:23

Puskesmas Tepian Buah Mulai Rusak

TANJUNG REDEB – Baru dua tahun dioperasikan, bangunan Puskesmas Tepian…

Minggu, 29 Maret 2020 19:22

Akses Keluar-Masuk Berau Ditutup

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap…

Sabtu, 28 Maret 2020 20:22

Perketat Penjagaan Pintu Masuk

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Tim Gugus…

Sabtu, 28 Maret 2020 20:21

UN dan US Dibatalkan

TANJUNG REDEB – Mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19,…

Jumat, 27 Maret 2020 17:11

Kondisi Membaik, Satu PDP Dipulangkan

TANJUNG REDEB - Satu dari lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP)…

Jumat, 27 Maret 2020 17:09

Berau Dapat DAK Rp 7 Miliar

TANJUNG REDEB - Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun…

Jumat, 27 Maret 2020 17:07

Surat Tugas Belum Final

TANJUNG REDEB – Dua srikandi Golkar Berau, Syarifatul Syadiah dan…

Kamis, 26 Maret 2020 14:13

Buka Posko Pemantauan

TIM pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19membuka posko pemantauan Covid-19…

Kamis, 26 Maret 2020 14:10

Petugas Kebersihan Dapat Insentif

TANJUNG REDEB – Kabar gembira bagi para petugas kebersihan dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers